murniramli

Daerah bebas rokok di Nagoya

In Serba-Serbi Jepang on Januari 9, 2008 at 2:00 pm

img_1505548_38815578_0.jpg

Saya termasuk orang yang paling anti asap rokok dan benar-benar belum bisa mengerti kenapa orang terus merokok padahal sudah tahu itu berbahaya.  Tempat saya bekerja juga sering dipenuhi asap rokok karena pekerja pria kebanyakan merokok.  Saya sudah pernah mengajukan keberatan ke Pak Manager, dan beliau setuju merokok di luar.  Tapi karena sekarang musim dingin, maka merokok di luar adalah siksaan. Jadi kembali dapur dan ruang belakang tempat bekerja saya dipenuhi asap rokok.

Kota Nagoya barangkali termasuk daerah yang paling banyak perokoknya.  Putung rokok yang dilempar sembarangan berserakan di mana-mana di tempat keramaian. Tapi beberapa waktu yang lalu, pemerintah kota membuat peraturan larangan merokok ketika berjalan, mengendarai sepeda di beberapa tempat umum di Nagoya.  Kalau melanggar, perokok akan didenda 2000 yen.

Ketika peraturan itu pertama kali diterapkan, saya bersorak dan buru-buru menyampaikan ke Pak Manager bahwa dia juga harus membuat peraturan yang sama di toko kami.  Ya, setelah adanya anjuran tentang pengurangan asap rokok di mana-mana, mister donut juga mengeluarkan peraturan baru tentang penggunaan AC/ventilasi khusus yang menyekat antara smoking room dan non smoking room.  Sayangnya ini hanya diperuntukkan untuk tamu dan tak berlaku untuk pegawai.  Jadi, tetap saja ngebul !!

Ide konyol bahkan pernah saya usulkan.  Jika seseorang akan merokok di toko sementara AC sedang aktif, boleh pilih alternatif merokok di luar ruangan atau merokok di dalam refrigerator besar yang ada di dekat dapur, sehingga asapnya tidak ke mana-mana.  Semuanya hanya tertawa terpingkal-pingkal mendengar banyolan itu. Tapi karena sering protes, akhirnya banyak juga yang agak pengertian, misalnya buru-buru mematikan rokok pada saat jam istirahat atau ketika saya memencet hidung, menahan agar asap rokok tak terhisap…pfff !!

Di salah satu stasiun TV kemarin digambarkan sekelompok patroli keamanan dan ketertiban di Tokyo yang beroperasi di daerah keramaian menegur semua orang yang melanggar ketertiban, misalnya menaruh barang bawaan di tengah jalan yang menghalangi jalan orang lain, bersepeda di areal larangan bersepeda, membuang sampah sembarangan, termasuk merokok di tempat no smoking dan apalagi membuang putung rokoknya.  Mereka lumayan galak !

Sayang patroli ini belum berkeliaran di Nagoya.  Kalau sudah ada di Nagoya saya akan mendatanginya dan mengucapkan :
“osewa ni narimashita”  😀

Iklan
  1. semoga di indonesia juga ada kayak gini 😀

  2. Mbak Murni, hati-hati ya, jangan sampai dapat pengalaman spt saya. 🙂 Sebelumnya saya pernah menulis ttg. rokok (http://asnugroho.wordpress.com/2007/12/23/rokok/),
    Nggak berapa lama kemudian saya mengalami hal yang tidak enak dg rokok (http://asnugroho.wordpress.com/2007/12/29/catatan-perjalanan-ke-stttelkom/)

    murni : lo kok ra komplen tho ?

  3. boleh tahu arti “osewa ni narimashita”?

    matur nuwun,
    (^_^)

    murni : artinya kira-kira begini : terima kasih atas jasa baik anda atau kami berhutang budi kepada anda

  4. Hmm….. di Nagoya berarti sama kayk di Jakarta ya’…??? Penuh dengan asap rokok… =_=

    Tapi, menurut saya masyarakat Jakarta respect nya kurang jika dibandingin ama masyarakat Nagoya…… Betul?

  5. Sy tak merokok … tapi jadi susah kalo diajak karaoke teman 😀 … walau demikian tetap berusaha untuk tak merokok

    murni : lo, Pak Dedi, saya bingung apa hubungannya karaoke dg merokok 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: