murniramli

Gagalnya Neo-liberalism mengangkat si miskin

In Penelitian Pendidikan on Februari 2, 2008 at 8:53 pm

Dalam perjalanan pulang ke Indonesia di pesawat saya sempat membaca sebuah artikel menarik di Herald Tribune edisi 23 Januari 2008. Artikel itu berjudul `The failure of neo liberalism` ditulis oleh Philip Blond, dosen senior di bidang filosofi dan teologi Universitas Cumbria.

Tulisannya mengingatkan saya pada pembahasan topik kemiskinan di bidang pendidikan yang dialami oleh hampir sebagian besar masyarakat kecil di seluruh dunia. Konsep neo liberalism yang diterapkan pertama kali di Britain pada saat Margaret Thatcher terpilih sebagai PM pada tahun 1979. Atau saat Reagan berkuasa di USA.

Di dunia pun tersebar konsep free market yang dipercaya sebagai salah satu teori untuk memcahkan permasalahan di bidang ekonomi, baik yang dihadapi Negara berkembang ataupun Negara maju.  Tetapi pada kenyataannya free market tak berhasil mengangkat ekonomi si lemah.  Free market justru dimenangkan oleh kalangan behave, yang mempunyai modal, kedudukan atau bahkan free market dapat dikatakan hanya untuk mereka yang sudah maju.

Negara –negara yang masih terbelakang di Afrika dan Amerika Latin yang mendapatkan suntikan dana dari IMF, mengalami penurunan  pertumbuhan ekonomi sebesar 60% dibandingkan Negara terbelakang dan berkembang lainnya. IMF bahkan tidak saja menyuntikkan dana, tetapi sekaligus menularkan konsep neo liberalism di tahun 1980 an.

Efek dari neo liberalism juga tampak di dunia pendidikan.  Dikatakan Philip bahwa sekitar 50% dari populasi orang kaya akan bisa melanjutkan ke universitas dan hanya 10% dari orang miskin yang akan melanjutkan ke PT.

Pada akhirnya neo liberalism memang hanya menjadikan golongan miskin tetap tak bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik.

  1. Salam kenal Ibu,
    Setuju tidak Ibu kalo SMK diperbanyak dan pemerintah mensubsidi agar mandiri, begitu pula dengan guru-guru agar benar-benar profesional

  2. Ya..inilah yang membuat agak sulit, dalam posisi saat ini pemerintah dengan pendidikan gratis-nya ternyata sekolah juga susah mendapatkan dana. Karena konsep pendidikan bagi masyarakat adalah gratis-tis yang tanpa memerdulikan “peran masyarakat ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: