murniramli

SD Bhinneka-sekolah supaya tidak lupa Indonesia

In Manajemen Sekolah, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Februari 9, 2008 at 11:05 am

Berawal dari rasa keprihatinan akan kesulitan beradaptasi dan kesulitan memasukkan anak ke sekolah baru sepulang ke Indonesia kelak, kami mulai diskusi tentang pendirian sekolah untuk anak-anak Indonesia di Nagoya.

Akhirnya sampailah pada kesepakatan membentuk SD, yang kami beri nama SD Bhinneka.  Sekolah ini memulai pembelajaran perdana tanggal 2 Februari 2008, yang sebelumnya juga diawali dengan pertemuan orang tua tanggal 27 Januari 2007.

Sekolah ini tidak sama dengan sekolah formal lainnya.  Kami hanya belajar di hari Sabtu, selama 1,5 jam dari jam 15.00  sampai jam 16.30.  Setiap kali pertemuan ada dua mata pelajaran yang diajarkan, yaitu pekan I bahasa Indonesia dan matematika, pekan II IPA dan IPS, pekan III bahasa Inggris, dan pekan IV bahasa Indonesia dan matematika.

Banyak anak-anak yang bersekolah di Jepang tidak bisa berbahasa Indonesia, dan  tidak paham bahasa Indonesia.  Sekalipun anak-anak sangat cepat beradaptasi dengan lingkungannya ketika pulang nanti, tapi kami berfikir apa salahnya membantu mereka agar lebih mudah beradaptasi kelak di Indonesia.

Semua mata pelajaran harus ditekankan kepada penguasaan bahasa Indonesia, yaitu kemampuan mendengar/tanya jawab/bicara, kemampuan membaca dan kemampuan menulis. Kami tidak perlu khawatir dengan pemahaman matematika dan sains anak-anak yang bersekolah di sekolah Jepang, karena guru-guru Jepang mengajari mereka dengan lebih baik.  Kemampuan berhitung mereka hanya kami kembangkan untuk memahami bahasa Indonesia.

SD Bhinneka juga bisa dikatakan sekolah-sekolahan karena kami mengelolanya dengan santai.  Guru-guru adalah ibu-ibu anak-anak itu sendiri atau teman-teman mahasiswa yang mempunyai jiwa voluntary yang mengagumkan.  Guru-guru kami walaupun tak bersertifikat tapi kemampuan mereka mengajar tak kalah dengan guru-guru bersertifikat. Mereka mengajar dengan naluri seorang guru yang sangat kental.

Kami tidak punya pakem bagaimana harus mengajar. Tapi kami berprinsip bahwa mengajar harus berangkat dari bagaimana anak belajar, bagaimana kemampuan dasar anak, dan bagaimana kami mengasah kemampuan itu agar lebih tajam.

Hari pertama sekolah tak sempat saya ikuti karena saya masih di Indonesia dengan tugas utama membawa buku paket pelajaran SD. Teman-teman bercerita bagaimana serunya hari pertama.  Semua anak secara spontan berteriak, bercanda, berceletuk dengan bahasa Jepang.  Tapi para guru dengan sabar mengajak mereka memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia. Semua senang dengan hari pertama dan waktu belajar 1,5 jam terlewati dengan cepat dan anak-anak berkomentar : `saya mau sekolahnya begini aja terus, tiap hari`

Hari kedua sekolah hari ini.  Bertepatan dengan salju pertama yang memutihkan Nagoya.  Jam pelajaran menjadi terlambat karena kami asyik bermain dan berfoto. Saya sempat mengajar anak kelas 2-3, dan menikmati sekali mengajar IPA kepada anak-anak yang lucu dan tak malu-malu berbicara walaupun diselingi bahasa Jepang.

Sekolah kami memang kecil.  Hanya ada 3 kelas, yaitu kelas Bali (kelas 1 SD), kelas Halmahera (kelas 2-3 SD) dan kelas Flores (kelas 4-5).  Total siswa 15 anak. Kecil memang, yang karenanya kami lebih bisa memperhatikan dan membimbing satu per satu anak.

Anak-anak itu sudah menjadi anak dunia dengan keberadaannya di Jepang, anak-anak itu sudah menguasai bahasa asing melebihi bahasa ibunya. Kami hanya ingin membantu agar anak-anak tidak lupa bahwa mereka adalah orang Indonesia.

Iklan
  1. Guru-guru adalah ibu-ibu anak-anak itu sendiri atau teman-teman mahasiswa yang mempunyai jiwa voluntary yang mengagumkan…

    Wah kalau saja kualitas sarana and prasrana dan guru-guru SD di tanah air tercinta seperti di SD bhinneka ini, Indonesia bakalan menjadi negara maju dalam waktu singkat hehehehe… coba bayangkan, kelas nya full fasilitas: meja, kursi, overhead projector, white board, TV, full AC/heater dll. Satu kelas muridnya paling banyak 6 orang dengan 2 orang guru dan guru2 nya: sarjana dari berbagai jurusan dari berbagai universitas Top di Indonesia, misal sebut saja dari ITB, UI, UGM, Unpad, IPB dll, sebagian besar bergelar master, dan kepala sekolahnya PhD candidate in education management . Sugoiiiii… ok para ibu/bapak guru ganbatte

  2. Aduh..jadi kepingin liat nich….kelasnya..kayaknya menarik ,kalo dekat anakku sekolah disitu aja…omosiroi …..

  3. Wah Mbak .. salut ini dgn sekolah Bhinnekanya. Memang harus ada support dari lingkungan supaya orang Ind tetep bisa berbahasa Ind ya. Dan setuju banget itu untuk mengembangkan bahasa Ind di berbagai mata pelajaran supaya semakin kaya tata bahasa maupun kosakata. Jempol!!

    Saya dan teman di sini sempat bikin kelompok bermusik dan berkarya secara teratur tiap hari Rabu (ringkasan di sini http://trilingual.livejournal.com/14570.html) waktu anak sulung saya umur 2-3 tahun. Tapi setelah anak kedua lahir, belon dilanjutkan lagi. Dan kami sekitar bulan depan akan pindah nih dari US ke Jerman.

    Itu mengenai bahasa harus didongkrak di berbagai bidang, sejak bulan January saya mulai mengajarkan kursus piano ke sulung saya sendiri. Saya pakai imusik sebagai media pengajaran bahasa Indonesia. Wah ternyata banyak sekali kosakata dan tata bahasa yang bisa didongkrak lewat istilah piano dan musik (cerita di sini http://trilingual.livejournal.com/16057.html).

    Melihat betapa sebenernya banyak sekali cara untuk tetap menurunkan bahasa Indonesia ke anak di manapun, kapanpun dan dalam situasi apapun, saya jadi semakin prihatin jika mendengar ada ortu Ind yang tidak melihat pentingnya bahasa Ind untuk anak2nya yang orang Ind.

    TFS ya mbak Murni … seneng baca cerita2nya.

  4. Mba Santi,
    terima kasih juga atas cerita-ceritanya.

    Saya dan teman-teman juga baru memulai, semoga bisa konsisten. Mohon doanya.

  5. hiks….hiks
    kecil-kecil dah bisa bahasa jepun
    saya kan belum bisa
    gantian ngajar deh kalo gitu
    ntar saya ajarin adek-adeknya bahasa Indonesia, Ternate, Manado, Papua, Tidore, Jawa ntar mereka ngajarin saya Bahasa Jepun

  6. Mbak/Ibu Murni,

    Saya senang dan salut atas dibentuknya Sekolah Bhineka yang membantu supaya anak2 kita bisa tetap bisa ngomong bhs. Indonesia.Saya punya 2 anak, yang pertama laki2(7) dan yg kedua perempuan(4). Mereka supaya bisa mengenal bahasa dan mungkin budaya Indonesia, saya berpikir ingin memasukkan anak2 saya ke Sekolah Bhineka.Mohon informasinya secepatnya syarat-syarat bisa masuknya.Terimakasih sebelumnnya.
    salam
    Tori

    murni : sudah saya balas japri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: