murniramli

Rindu Bahasa Arab

In Renungan on Februari 16, 2008 at 10:47 am

Ketika pulang ke Indonesia, seperti biasa saya sempat bertemu dengan Ustadz Abbas Aula, guru saya di pesantren.  Beliau menceritakan bahwa tulisan saya di Republika diklipingnya, dan sedikit memberikan pandangan-pandangan beliau tentang pendidikan.  Saya tak menyangka sebegitu besarnya perhatian beliau terhadap studi dan setiap kemajuan yang saya capai.

Tatkala sampai pembahasan tentang kegiatan penelitian, saya dengan menggebu-gebu menceritakan konsep pendidikan tiga dimensi yang ingin saya tularkan kepada guru-guru di Indonesia, secara spontan beliau menyebutkan apakah saya membaca literatur karangan ulama Islam untuk melengkapi studi saya ?

Saya tergagap.  Ya. Sudah lama sekali saya tak mencari benang merah konsep pendidikan dan pengembangan sekolah yang saya pikirkan di kepala dengan konsep Islam.  Beliau menyebutkan salah satu kitab Sayyid Quthb tentang pendidikan Islam, sambil iseng berkomentar : “Masih bisa berbahasa Arab ?”

Saya kembali tergagap.

Ketika akan pulang ke Jepang, sebuah buku fotocopy-an telah diletakkan di meja.  Buku Sayyid Quthb.  Saya buka lembarannya, ah…saya masih bisa membaca arab gundul dan memahami artinya sedikit. Alhamdulillah.

Teringat saya kehidupan di pesantren dulu. Selama kurang lebih 4 tahun, setiap subuh kami membaca kata demi kata dalam tafsir Ibnu Abbas.  Ya, saya sangat menyukai pelajaran shorogan, walaupun kadang-kadang sambil terkantuk-kantuk membacanya. Karena pengasahan setiap hari itulah kosa kata bahasa Arab saya menjadi kaya.
Sudah hampir 4 tahun saya tidak membaca literatur berbahasa Arab. Selama di Jepang rasanya baru sekali saya serius membaca literatur berbahasa Arab ketika ada seorang guru dari Yemen yang mengikuti training di Nagoya, dan saat penulisan tugas akhir, dia menyodorkan saya referensi berbahasa Arab, untuk mengecek apakah terjemahannya dalam bahasa Inggris sudah tepat.

Membaca literatur berbahasa Arab sangatlah nikmat apalagi bagi orang yang memahaminya.  Saya masih tergolong kelas pemula. Tetapi saya sudah bisa menikmati keindahan bahasa mereka. Membaca kalimat-kalimat yang dibuat oleh orang Arab jelas beda dengan tulisan orang Indonesia, berbeda pula nuansanya ketika membaca buku-buku Jepang.

Buku yang dicopy-kan Ustadz masih tergeletak di dekat bantal.  Setiap malam saya akan membaca lembar demi lembarnya.  Semoga dengannya Allah mengembalikan anugrah yang telah diberinya dulu. Semoga kemudahan dilimpahkanNya

Allahumma la sahlan illa maa ja`altahu sahlan. Fayassirlii….

Iklan
  1. bahasa arab memang asyiik, sayang saya kurang memahami, saya sempet belajar beberapa bulan namun tidak intens, kapan yah belajar lagih

  2. ahlan wa sahlan ya akhi…

  3. Wah ternyata kita sama-sama pernah menjadi santrinya ust. Abbas Aula. Dan ternyata saya juga merasakan manfaat yang sangat besar pelajaran shorogan tiap pagi. Hanya saja saya menjadi santri beliau waktu masih di P.P. Al-Azhhar.
    Menurut saya sangat mungkin kurikulum pendidikan di jaman kejayaan Islam dahulu memiliki keunggulan besar dibanding dengan yang ada sekarang. Buktinya, pada masa itu banyak ilmuwan besar dengan multidisiplin ilmu. Sudah semestinya orang seperti Mbak Murni ikut mengambil tanggung jawab untuk menggali kurikulum Islam tersebut.

    murni : tidak hanya saya, tapi juga anda 😀

  4. Assalamuallaikum Wr-Wb.

    Subhanaullah… mga rahmat, karunia, serta lindungan-nya all menyertai mbak. merupakan impian dan cita-cita saya menjadi muslimah seperti mbak, bisa merasakan nikmatnya NYANTRI. tp kl saya itu hanya mimpi. saya hanya tamatan SMK dan sekarang lagi kuliah S1 ekonomi dengan biaya sendiri. Kl dulu ke2 ortu saya tidak pergi memenuhi panggilan Allah mkn saya bs mencicipi setidaknya MADRASA, tp inilah JALAN HIDUP… saya tetap mensyukuri dengan apa yang saya punya (bs bergaul dgn org2 sholeh, bs istiqoma dgn jilbab, bs mencintai karena Allah, dan selalu merindukan Allah. Insya Allah…) tp saya haus dgn belaian ksh sayang orang tua, Mbak mhn kiranya tidak mengganggu or merepotkan, bisa bagi2 ilmu bahasa arab yg standar aja, landasan2 seorang muslim menutup aurad, dan tausiah yang menyejukan hati… saya tunggu di email (l1s4_1983@yahoo.co.id) …(lisa lismana, 27 maret 1983, mahasiswi smester V STIE, aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Anggota HPA, belum menikah,) syukron…n Afwan…wassalam Wr-Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: