murniramli

Dia ingin belajar tentang Islam

In Islamologi, Renungan on Februari 29, 2008 at 1:27 pm

Seorang murid saya yang belajar bahasa Indonesia minggu lalu secara tiba-tiba menyatakan keinginannya belajar tentang Islam.  Saya terkejut dan secara spontan mengucapkan pujian kepadaNya secara lirih.

Mengapa dia ingin belajar Islam ?

Keinginan itu didorong oleh kunjungannya ke salah satu keluarga Indonesia di Kalimantan beberapa waktu lalu, dan menyaksikan betapa menyenangkannya kegiatan pengajian di kampung, melihat semua keluarga bergotong royong menyediakan penganan untuk para hadirin. Bagian mana yang membuatnya ingin belajar Islam, saya tidak begitu jelas.  Tapi kebersamaan itu barangkali yang membuatnya ingin mengenal konsep Islam.

Saya menyarankannya untuk datang ke masjid Honjin sebab di sana ada pengajian untuk muslimah Jepang.  Tapi dia meminta saya saja yang mengajarinya.

Mengajar memang merupakan pekerjaan rutin saya. Tapi mengajar dalam bahasa Jepang bukan pekerjaan mudah.  Apalagi tentang Islam.  Sekali saya pernah diminta menjadi pembicara dalam acara pengajian di Nagoya, yang dihadiri muslimah Jepang.  Pada saat itu saya sampai mules berhari-hari menyiapkan materinya. Ya, tentu saja dengan bahasa Jepang yang seadanya. Kelihatannya mereka mengerti penjelasan saya karena pada sesi tanya jawab, mereka silih berganti bertanya, alhamdulillah.

Saya teringat kisah Nabi bagaimana beliau menanamkan nilai-nilai Islam kepada para sahabat dulu.  Apa yang beliau lakukan sebenarnya bukan mengajar seperti halnya saya mengajar bahasa Indonesia di kelas, tetapi beliau menanamkan konsep dan praktek Islam sekaligus kepada para sahabat.  Ketika seseorang bertanya apa itu Islam ? Maka dengan sederhananya beliau menjelaskan bahwa Islam itu engkau tidak marah, Islam itu engkau tidak menyakiti sahabatmu, Islam itu bahwa engkau mengucapkan kata-kata yang baik.
Ah, alangkah indahnya !

Murid saya barangkali termasuk yang sudah dirancang olehNya sebagai orang-orang yang akan mendapatkan hidayah. Semoga ! Allah memang sangat misterius.  Dia memberi keinginan untuk belajar tentangNya kepada orang-orang yang bukan Islam, sementara orang-orang yang sudah muslim tak dibukakan pula hatinya untuk belajar apa itu Islam selain kepuasan bahwa saya sudah sholat setiap hari. Selain kepuasan bahwa saya sudah mengaji setiap hari, selain kesenangan bahwa saya sudah mengajari anak-anak melafalkan
a ba ta tsa….dan karena saya sudah bersyahadat.

Saya termasuk dalam kategori orang seperti di atas. Tapi saya tidak mau seperti itu seterusnya ! Untuk apa ilmu yang sudah dititipkanNya ? Bukan untuk mencari popularitas semu, tapi semata untuk membuat diri takluk, mengakui kebesaranNya dan menjadi hambaNya yang mulia.

Saya mengerti konsep itu, tapi malangnya saya masih jauh dari memburunya.

Besok saya akan bertemu dengannya.  Saya tidak tahu apakah dia akan tetap konsisten dengan niatnya.  Tapi dia bilang dia sudah beli kerudung ketika pergi ke Indonesia bulan lalu.  Saya sudah berjanji mengajarnya.

Entahlah, apa yang akan keluar dari lisan ini besok. Tapi, ya Allah, lancarkanlah dan mudahkanlah lisan ini !

Iklan
  1. Bu Murni, cerita-cerita tentang pengalaman pengajaran privat agama Islam ke orang Jepang nanti diposting terus ya.

    Ditunggu 🙂

    murni : Insya Allah

  2. Murni,

    Saya termasuk orang yang percaya bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semoga pengalaman ini menjadi ladang hikmah yang luar biasa bagi Anda (juga buat saya yang ngebaca postingnya ya…hehehe).

    Terimakasih karena sudah berbagi.

    murni : sama-sama

  3. Ya Tuhan, jadikanlah aku orang yang sangat sabar,
    dan jadikanlah aku orang yang sangat syukur,
    dan jadikanlah aku orang yang kecil pada mataku sendiri, tapi seorang yang besar pada pandangan manusia.

    Ya Allah Tuhanku,
    lapangkanlah hatiku, dan
    mudahkanlah urusanku,
    lancarkanlah lisanku,
    agar mereka mengerti maksudku

    Wahai Tuhanku,
    taak ada yang mudah,
    melainkan apa yang telah
    Engkau jadikannya mudah.
    Engkaulah yang dapat menjadikan belukar,
    tanah yang datar,
    apabila Engkau kehendaki

    bercerminlah pada perilaku makhluk lebah!
    kehadiranmu memberi manfaat bagi sekelilingmu
    keberadaanmu menyambung tali persaudaraan
    kepergianmu mewariskan manfaat

    Amin Amin Amin

    perkenankan menyampaikan sebait munajat cinta untuk doa wisudawan-wisudawati, semoga juga membawa manfoat buat mbak Murniramli
    [ sumbere kitab pustoko wah kelalen tenan aku, nyuwun pangapunten ingkang kathah sederek ]

    kucinge perpus tl

  4. Pak Ardi,

    Amin atas doanya yang mulia,
    mohon doa juga spy saya dilancarkan menulis thesis

  5. Selamat Pak … sungguh menyenangkan berdakwa. Pegang saja … Islam itu engkau tidak marah, Islam itu engkau tidak menyakiti sahabatmu, Islam itu bahwa engkau mengucapkan kata-kata yang baik.

    Sukses selalu.

    murni : Terima kasih, Pak

  6. subhanallah,andaikan ummat muslim bisa jujur saja itu akan cukup membuat orang jepeng banyak yang masuk islam.
    andaikan Allah mengijinkan,saya ingin sekali memberikan privat dan intensif orang-jepang yang ingin masuk islam.
    jadi tolong ya jika ada info seperti itu!

    murni : yg membuat seseorang mendapatkan hidayah masuk Islam hanyalah Allah.
    Sekalipun orang Islam sudah sangat jujur belum tentu bisa mengIslamkan banyak orang Jepang.
    Teman2 saya yg sedang belajar di Nagoya, Jepang semuanya menurut saya adalah orang jujur, tapi tdk bisa mengIslamkan banyak orang Jepang.
    Kita berbuat jujur semata karena Allah dan NabiNya menganjurkannya dan agar bertambah poin amalan kita.

  7. sami-sami doa-mendoakan ya mbak Murni….
    rasa ikhlas dalam segala sisi dan posisi, kunci rahasia terkabulkannya munajat doa seorang hamba

    Semoga segala kemudahan dan kemurahan juga ilham dianugerahkan Oleh-NYA untuk thesis mbakyu Murniramli mengabdi untuk kebaikan kemanusiaan dalam kelembutan dan kecerdasan
    murid-murid kehidupan di Nusantara & dimanapun Anda berada. Amin

  8. soal agama itu perihal kejakinan
    berujung di karsa juga soal rasa..
    bukan suatu komoditi
    yang bisa di”jaja”kan kesana-kemari
    andai katakanlah terjadi
    sesuatu transaksi…
    boleh jadi hasilnya mini
    bukannya maxi
    bisa saja di manipulasi
    kembali lagi
    soal nurani
    gak bisa dibohongi

    salut buat Mbak Murni,
    Anda mampu melakukan mengencerkan kepekatan fakta “gelap & tak mengenakkan” berubah mengalir lembut,
    tanpa menyinggung yang dituju…
    benar-benar uraian lembut nan halus mengalir mudah dimengerti dan diambil hikmahnya…

    salam

  9. subhanallah Mbak murni, semoga Allah memberikan Rahmatnya sama mbak…,
    Tolong ya diposting trus yang kisah muridnya mbak yang jadi mualaf trus critain kesulitannya mengajarkan islam sama orang jepang !

    Makasih….

  10. kisah-kisah seperti ini sangat menyentuh……

  11. tulisan mba, bagus2 …. salam buat kawan2 di jepang,….. sukses ya….

    murni : wah, pesan yang berat, Pak untuk menyampaikan salamnya 😀

  12. subhanallah tulisanya… bagus banget….

    semoga kita yang sudah Islam dari lahir sampai sekarang dapat lebih memotivasi diri untuk belajar Islam…..

    semoga Allah memberi kekutan untukmu mba dan saudara2 muslim di dunia… amiiin

    salam silaturahim… Allahu Akbar

  13. Puji Tuhan…, semangat belajar keagamaan semakin meninggi, kiranya dibarengi dengan toleransi yang tinggi juga.

    Sumber belajar islam lainnya:
    http://belajarmuslim.wordpress.com/

    Kiranya bermanfaat.

    Salam.

    murni : ya, harapan saya demikian juga.
    Terima kasih atas kunjungannya.

  14. Jepang tampaknya merupakan contoh yang bagus untuk keberagaman agama. Agama baru seperti Budha sudah lama masuk dan diterima berdampingan dengan agama asli mereka. Agama yang lebih baru seperti Kristen juga (tampaknya)bisa tumbuh dan diterima tanpa hambatan dan tampaknya menurut saya agama Islam juga nasibnya tidak akan jauh berbeda. Cuma saja, tampaknya perkembangannya tidak bisa secepat agama baru sebelumnya. Ah..hanya perkiraan saja.

  15. Sudah beberapa tahun saya tinggal di Jepang dan sudah beberapa kali orang2 Jepang bertanya pada saya tentang Islam. Kebanyakan dari mereka memang tertarik untuk mengetahui agama baru seperti misalnya Islam yang cuma mereka pelajari sekilas di bangku sekolahan.

    O iya, hampir semuanya setelah memperoleh pengetahuan cukup, perlahan-lahan akan mulai mencari tahu hal lain yang bagi mereka baru dan menarik. Memang tingkat ketertarikan mereka hanya sekedar haus ilmu pengetahuan dan informasi. Apalagi setelah mengetahui Islam secara praktek sangat berat bagi mereka untuk melaksanakannya. Ibu tahu sendiri apa jawab mereka kalau diberitahukan tentang wajib sholat 5 waktu dan puasa….. Shindoi. Belum lagi tentang larangan minum sake, makan daging babi, dll. Mereka akan mundur teratur.

    Tentang orang Jepang yang masuk Islam yang saya kenal, dari belasan yang saya temui hanya ada seorang ibu muda (nikah dgn orang Indonesia) yang benar-benar melaksanakan akidah termasuk sholat, puasa penuh, hingga makan-minum. Sisanya… yah kayak Islam KTP di Indonesia.

  16. Hmm…ya, di Nagoya, kebanyakan yg serius masuk Islam adalah perempuan. Teman yg sy ceritakan di atas juga masuk Islam dan setelah itu menikah dg orang Indonesia.
    Alhamdulillah dia sangat bersemangat belajar ttg Islam hingga sekarang.

  17. alhamdulillah….serasa bisa merasakan betapa bahagianya ketika kita bisa menjadi seorang perantara hidayah bagi orang lain untuk masuk menjadi seorang Muslim….Berdoalah Allah akan mendengar dan membimbing ibu bagaimana cara menuntun murid yang ingin belajar Islam…karena janji Allah bahwa Allah akan menolong orang yang mau menolong (menyebarkan) agama Nya. Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: