murniramli

Konsep Tuhannya orang Jepang

In Islamologi, Renungan, Serba-Serbi Jepang on Maret 7, 2008 at 9:21 am

Kemarin adalah hari pertama pelajaran tentang Islam yang saya sampaikan kepada murid sekaligus teman saya, setelah minggu lalu batal diadakan. Kami berdiskusi di ruang belajar saya.

Kali pertama, kami membahas tentang apa itu Tuhan ? Siapa itu Allah ?

Saya menjelaskan bahwa orang Islam mempercayai satu Tuhan, yang kami panggil dengan nama, ALLAH. Konsep satu tuhan ini secara sederhana saya katakan bahwa kenapa Tuhan tidak dua atau banyak ?

Karena semua yang ada di alam ini berlangsung secara apik, misalnya matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, bintang nongol di langit, manusia mempunyai wujud yang sama, dan beberapa contoh keteraturan lainnya menunjukkan bahwa pencipata dan pengaturnya adalah satu. Jika ada dua tuhan saja, maka tuhan A akan meminta matahari terbit dari arah yang berlawanan, atau mata diletakkan di belakang kepala agar jika ada yang memanggil tidak usah menengok.

Teman saya tertawa mendengar penjelasan saya yang lebih mirip guyonan. Tapi dia bisa mengerti kenapa orang Islam mempercayai satu tuhan.

Selanjutnya dia menguraikan bahwa orang Jepang mempercayai tuhan itu banyak. Ada tuhan benda, tuhan bunga, tuhan pohon, tuhan hujan, dan bahkan di setiap jinja (shrine-tempat ibadah orang Shinto), tuhannya pun berbeda-beda. Dengan konsep ini mereka hanya boleh mendatangi dan melakukan ibadah di jinja yang mereka yakini tuhannya. Misalnya jika A tinggal di daerah X, maka biasanya dia percaya bahwa tuhan jinja di daerah X lah yang memelihara dan menjaganya. Dan bukan tuhan di jinja yang lain. Oleh karena itu mereka hanya mempercayai satu tuhan jinja.

Lalu bagaimana implementasi tuhan di bunga, pohon anjing, dll ?

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka percaya bahwa tuhan yang ada pada bunga senantiasa menjaga kehidupan bunga, dan bagi orang Jepang kepercayaan ini mengimbas dalam diri mereka bahwa apa yang dilakukan oleh tuhan bunga harus mereka lakukan juga, misalnya menjaga agar bunga tetap dapat dinikmati oleh manusia.

Saya lalu menjelaskan, bahwa orang Islam pun percaya Tuhan itu ada di mana-mana. Tetapi konsep `ada` bukan berarti Tuhan banyak. Namun kekuasaannya yang maha luas memungkinkan Dia bisa mengetahui apa saja yang terjadi pada jam sekian, menit sekian dan bahkan detik sekian, di seluruh dunia. Dia mengetahui kapan bunga sasangka yang ada di depan rumah saya, bunga yang ada di cabang ke berapa, harus mekar. Dia juga mengetahui kapan selembar daun harus gugur.

Dengan konsep ini karenanya, manusia pun tidak bisa sembarangan memotong bunga, menghancurkan tanaman karena Dia mengetahuinya. Bahkan Dia mengetahui apa yang dilakukan oleh orang Jepang. Artinya Allah tidak hanya menjaga dan mencukupkan kehidupan orang Islam, tetapi Dia juga mencukupkan kehidupan manusia, siapapun dia. Dia Tuhan segala manusia.

Teman saya mengangguk-angguk. Matanya kelihatan berair, tapi mungkin tidak menangis. Hanya karena barangkali dia baru dari luar yang dinginnya menggigit dan anginnya memerahkan mata.

Satu jam yang saya rencanakan untuk mengajarnya terlewatkan hingga larut malam. Beberapa pertanyaan dia tanyakan dan saya menjelaskan dengan bahasa Jepang yang susah payah, karena kosa kata yang terbatas. Saya tunjukkan situs berbahasa Jepang yang menjelaskan ttg Islam, tapi dia mengatakan bahasanya sangat susah.

Mendekati jam 10 malam, saya antar dia ke stasiun sambil melanjutkan pembicaraan menarik. Saya tegaskan bahwa saya tidak mau memaksa orang yang belajar kepada saya tentang Islam, untuk masuk Islam. Tapi saya ingin mereka menyadarinya dengan pemahaman yang tidak terpaksa, dan memutuskan dengan hati jernih. Dia mengangguk dan berjanji membaca-baca artikel yang saya tunjukkan di internet, lalu tak lupa saya berpesan jika ingin bertanya sesuatu lagi silahkan lewat jalur apa saja bisa.

Sekembalinya saya ke ruangan belajar, seorang teman Jepang yang meneliti tentang sekolah Islam di Lebanon bertanya, apakah murid tadi mau masuk Islam ? Saya katakan belum tahu. Tapi dia hanya ingin belajar dulu. Sugoi na….ucapnya (hebat sekali orang itu !). Tak lupa saya membungkuk meminta maaf jika tadi saya mengganggu konsentrasi belajarnya. Zenzen…katanya (tidak sama sekali).

Begitulah, kemarin sudah saya lewati……dengan kemudahan yang diberikanNya

Iklan
  1. luar biasa, ini namanya dakwah! ™

  2. subhanallah…

    so many different that we have in this world…

    but in our heart, that’s only one god, ALLAH..

  3. bravooo blogger keep dakwah anywhere !!!

  4. Itulah indahnya berbagi…, setidaknya ibu sudah membuka mata dan pikiran dia terhadap Islam, masalah hati serahkan pada Allah SWT., dan mudah-mudahan juga bahasa Jepang ibu jadi lebih lancar. 🙂

    murni : amin.

  5. rupanya ini anugerah Penunjuk Jalan benar, benar-2
    bakat alami, terlihat dari kelihaian juga kepiawaian memilin kata merajut makna…
    ceritanya bisa begini karna ilmu dan pola pandang profesi seorang guru (sejiwa ; gaya hidup) diminta jadi dai…. mau mengerti & selami jiwa calon murid kehidupan, darimana harus memulai …
    juga pengenalan dibalut ruh qolbu keikhlasan… tentu beda dengan syiar dakwah semata (garing)…

    menarik paparan 2 domain disuguhkan seimbang
    gak ada dikalahkan & dimenangkan,
    gak ada disalahkan & dibenarkan,

    kali ini rahasia? dibalik ketertiban dan kesuksesan
    orang jepang…, segala “sesuatu” berlomba dikerja- kan yang terbaik u/ diterima Tuhan-Nya, diyakini & dijaga bersemayam di.?.bagian dr rukun ibadah, membawa manfaat kebaikan dan ketertiban bagi lingkungan [bikin decak kagum orang luar baru tau kulitnya ; kini semoga bisa saling hormati & hargai…]

    mengherankanqu… adalah kaum muslim?
    mengapa pemahamannya terbelah antara
    iman dan ibadah perilaku mboten sinkron?
    ini kan kebalik to sama si saudara jepang,
    lucu tenan…
    lha protholan[CKD], berusaha cari kelengkapan!
    lha sudah jangkep/lengkap, nggoleki protholan?
    mereka pegang jiwanya, diriku dapat ragawinya
    seyogyanya.. menyatu, klentunipun wonten pundi mbak Murni?

    Barangkali faktor[metode] pembelajaran berbeda,
    ditekankan pada pemahaman dan dilakoni ; 1-nya..
    ditekankan pada penalaran/difikir dan dihafalkan.
    begitukah? implikasinya sangat luas & fatal skali!

    smoga bahasa Jepang mbak Murni semakin piawai
    karna terjadi simbiose mutualisme [barter ilmu] diantara dai & muridnya…

  6. maju terus islam
    terangilah dunia dengan cahayamu
    berlomba-lombalah dalam kebaikan

    salam

  7. saya kenal dengan orang jepang karena bulan lalu saya mengadakan gashuku aikido di jakarta.
    dan ternyata sampai sekarang saya sms sama dia terus, dan sepertinya dia sangat tertarik dengan agama islam.
    dia pernah menjelaskan tentang konsep Tuhan bagi nihonjin. dan bertanya tentang puasa dll.
    tp krn kendala bahasa saya jadi tidak begitu bisa menjelaskan.
    boleh gak klo saya minta website tentang Islam yang dalam bahasa jepang…
    mungkin dia bs lbh mngerti..

    murni : bisa dilihat di sini : http://www.isuramu.com/studyseries/index.htm

  8. wah hebat, bisa menjelaskan konsep tuhan dengan detail dengan bahasa jepang. mungkin saya tidak bisa kalau harus menjelaskan konsep tuhan & islam dengan bahasa jepang.

    saya juga pernah menjelaskan inti2 pokok dari islam kepada teman saya yang orang jepang, dan kelihatannya dia bisa menerima penjelasan saya dengan baik. tapi saya juga pernah menjelaskan konsep2 itu kepada orang cina (shanghai) & kelihatannya dia benar2 tidak bisa terima penjelasan saya itu, krn menurut dia tuhan itu tidak ada. akhirnya saya mencoba menjelaskan panjang lebar dengan kosakata yang terbatas (sekitar 5 jam), dan akhirnya dia mulai bisa terima walaupun kelihatannya masih ada keraguan.

    setelah penjelasan saya yang panjang lebar itu, setiap hari dia selalu bertanya ttg konsep islam kepada saya, saya mulai kewalahan krn tidak tahu harus mulai darimana hehehe

    oh iya, satu lagi fakta yang ingin saya share, bahwa ternyata di cina jika ada seorang murid yang bertanya kepada guru-nya mengenai masalah tuhan, katanya si guru akan marah kepada muridnya dan menegaskan bahwa tuhan itu tidak ada. mereka lebih percaya kepada teori darwin daripada kisah nabi adam.

    murni : terima kasih atas sharing-nya

  9. Hisasiburi Mbak. Sono yoru, yoku gambarimashita Mbak. Berkah Allah untuk semuanya.

    murni : hisashiburi tenan.
    Sudah cek INOVASI 10 ?

  10. Dari penjelasan yang mba paparkan dapat saya simpulkan bahwa keber-agamaan orang Indonesia yang mayoritas muslim boleh jadi lebih baik daripada orang Jepang (paling tidak dari segi konsep dan ritualnya). Namun dari 2 kali kunjungan saya ke Jepang saya mempunyai kesan yang mendalam bahwa orang Jepang sangat mencintai kerapihan, keindahan, keteraturan dan kebersihan sekaligus kedisiplinan dalam kehidupan sehari-harinya yang sebenarnya merupakan bagian dari ajaran Islam itu sendiri.

    Kira-kira faktor apa yang membuat orang Jepang begitu kuat komitmennya kepada etika kehidupan sehari-hari dibanding orang Indonesia yang muslim yang kita tahu kehidupan sehari-harinya bertentangan dengan ajaran Islam seperti buang sampah sembarangan, jorok, tidak mau ngantri, jam karet dsb.

    Terima kasih atas penjelasannya.

    murni : ttg kedisiplinan, saya pernah menulisnya, berikut komentar yg disampaikan oleh seorang kawan ttg asal muasal nilai2 tsb dalam masyarakat Jepang.

    silahkan diklik di sini : https://murniramli.wordpress.com/2008/02/17/apakah-atau-siapakah-yang-membuat-orang-disiplin/

  11. Konsep tuhan yang Ibu tulis sangat cocok dengan pemahaman tuhan orang Jepang jaman dulu. Jaman sekarang, apalagi orang-orang mudanya, sebagian besar setahu saya kalau bukan agnostik pastilah atheis. Mereka pergi ke Jinja atau Otera, berdoa tepuk tangan tiga kali, dll lebih dikarenakan ikut perbuatan moyangnya alias hanya budaya saja. Kalaupun mau dikelompokkan sebagai gnostik, tuhan mereka mungkin paling tepat disebut materi(boleh sebut harta benda atau ilmu pengetahuan) yang dikenal sebagai berhala modern. Tuhan gunung (Yama no Kami), Tuhan sungai (Kawa no Kami), dkk sudah ditinggalkan sejak belasan atau malah puluhan tahun yang lalu.

    contoh anekdot agama adalah budaya bagi orang Jepang: Lahir sebagai Shinto, nikah sebagai kristen, mati sebagai Buddha.

    NB. Artikel Ibu Murni menarik. Maaf kalau saya banyak komentar dan telat baca. Maklum baru ketemu blog ibu, jarang blogwalking.

  12. @yusahrizal : ndak apa-apa. terima kasih sdh berkunjung dan komentar2nya yg memperkaya tulisan sy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: