murniramli

Buku bergambar atau buku bertulisan ?

In Penelitian Pendidikan, SD di Jepang on Maret 18, 2008 at 12:49 pm

Buku apa yang cocok untuk mengajari anak membaca ?

Ketika melatih lidah untuk membaca hiragana, atau kanji yang sederhana di Jepang dulu, saya suka membaca buku-buku cerita bergambar untuk anak TK dan SD 😀

Bukunya menarik, karena gambarnya bagus dan tulisannya sedikit.  Saya pelan-pelan mengingat kosa kata melalui buku-buku tersebut.  Biasanya kalau ada waktu kosong, saya jalan-jalan ke book off dan membeli beberapa buku TK atau SD.

Buku pelajaran SD di Jepang full color, penuh gambar, karena anak-anak Jepang sepertinya lebih mudah memahami cerita dengan penggambaran.  Makanya mereka pun jago membuat komik.

Sebenarnya ketika kita mengajari anak membaca, apakah kita hanya sekedar mengajarinya membaca atau mengajaknya sekalian untuk berkhayal dan merangkai ceritanya sendiri ?

Sebagai orang dewasa saat membaca cerita bergambar dengan sedikit tulisan, biasanya kita cenderung merangkai-rangkai sendiri cerita kita karena minimnya tulisan yang ada di tiap halaman. Tetapi bagaimana dengan anak-anak ?  Saya belum pernah menelitinya, tapi kelihatannya anak mempunyai imajinasi yang lebih gila daripada orang dewasa.

Coba saja, tanya anak yang belum lancar membaca tentang sebuah gambar di halaman buku ceritanya : Ini apa ?  Pasti dia akan berceloteh puanjaaang dan tidak habis akal mencari jawaban-jawaban khayalan saat kita tanya lagi dengan beragam pertanyaan.

Tetapi apakah anak itu segera pandai membaca ?

Belum tentu.  John Holt yang menulis buku Learning All the Time mengatakan bahwa untuk mengajari anak membaca, buku yang harus disodorkan adalah buku yang banyak tulisannya dan sedikit gambarnya.  Menurutnya anak-anak punya sense untuk ingin seperti orang dewasa.  Mereka ingin membaca seperti ayahnya membaca koran.  Bahkan cara memegangnya pun sama dan mulut kadang-kadang komat kamit.

Saya jadi ingat keponakan yang kadang-kadang iseng meniru gaya ibunya 😀  Bahkan dia sangat pandai berhitung, terutama masalah uang karena sering diajak ibunya ke pasar.  Ketika bermain pasar-pasaran, dia mampu menirukan gaya ibunya menawar sayur 😀

Tapi apakah semua anak demikian ? Ya, tentu saja tidak.

Namun pendapat Holt menarik untuk kita cermati karena umumnya buku-buku anak-anak yang beredar adalah buku penuh gambar, dan sedikit tulisan.  Jadi, apa sebenarnya pesan yang ingin diusung oleh penulis cergam terhadap perkembangan belajar anak ?

Kelihatannya kecintaan kepada buku termasuk salah satu misi yang mereka emban.  Dengan mencintai buku, maka otomatis anak-anak akan rajin membaca. Namun, Holt benar pula.  Jika buku hanya berisi gambar dengan sedikit tulisan, anak-anak yang gemar mengamati huruf daripada gambar akan segera bosan, dan berhenti membaca.

Jadi, tergantung kondisi anak, pilihkanlah buku bacaan yang sesuai dengan minatnya 😀

Iklan
  1. Hallo mbak, apa kabar? Sehat selalu kan?
    Pilihan buku bacaan untuk mengajari anak membaca memang harus disesuaikan dengan minat anak ya mbak?
    Tapi bisa jadi pilihan anak terhadap bacaan juga tergantung dengan kebiasaan apa yang dibaca
    oleh lingkungan sekitarnya atau keluarganya.
    Kalau di rumahnya lebih sering ditemui bacaan yang lebih banyak tulisannya seperti koran, mungkin anak cenderung lebih menyukai koran daripada buku bergambar.
    Ini berdasarkan pengalaman saya lho mbak…
    Ponakan saya yang baru kelas 3 SD itu tukang melahap koran…soalnya di rumah tiap hari adanya ya koran. Jadi tiap hari yang dia tanyakan ya selalu…”Koran hari ini mana?”. Jadi sudah semacam kebutuhan kayaknya.

    Pernah saya kasih cerita bergambar seperti seperti Doraemon, tapi rasanya dia nggak betah bacanya. Dia lebih ‘krasan’ duduk tenang kalau membaca koran. Tapi tentu aja tiap anak beda-beda minatnya ya mbak…..

    murni : terima kasih atas masukannya. Ini case cukup menarik, ttg peran lingkungan dalam minat baca
    Sukses selalu.

  2. Mbak Nagoya itu seberapa jauh dari Tokyo? Soalnya temen sy yg org Jepang itu kayaknya pingin bgt bisa bahasa Ind, biar ngobrolnya ga terus2an pke bahasa Tarzan..hi3. Mau sy usulin bljr bhs Ind ke Nagoya takutnya kejauhan dr Tokyo, krn dia tinggal dsana. Trus kira2 ada ga ya tempat bljr bhs Ind di Tokyo or skitarnya yg deket2 aj. Mslhnya dia super duper sibuk (yah spt layaknya org Jpg pd umumnya sih)..tp mgkn dia msh bisa atur wkt bljrnya sm wkt luangnya coz kerjaannya kerja lapangan..bikin Japanese garden gitu..asal tempat bljrnya ga jauh2 amat kli y.

    Tx b4 (^0^)

    murni : nagoya cukup jauh dari Tokyo, sktr 2 jam naik shinkansen, atau 7 jam naik kereta biasa atau bis.
    Di Tokyo banyak sekali lembaga bahasa, dan org Jepang saya pikir dg mudah bisa mengaksesnya di internet (info ttg tempat kursus).

  3. Salam kenal mbak, saya berasal dari jawa tepatnya surabaya, jangan marah ya saya mau tanya sampean sebenarnya aslinya wni atau wnj ?

    murni : salam kenal juga, Pak.
    Saya sama dg Bapak 😀

  4. Tapi, saya sih sampe sekarang kok masih suka ya buku-buku anak-anak yang banyak gambarnya. Kenapa Bu?

    Dengan gambar, kita bisa berimajinasi luar biasa. Kita bisa bercerita banyak, dan kalau dituangkan dalam bentuk kata-kata, bisa-bisa penuh tuh buku bergambar.

    Jadi, menurut saya, buku bergambar sebetulnya lebih sarat makna. Dan ini baik buat anak-anak, untuk melatih imajinasi dan kreativitas. Iya ga Bu? 😀

    murni : ya. sudah saya tulis spt itu 😀
    Cuma tiap2 anak beda. Ada yg suka gambar, ada yg suka tulisan.
    Yg suka gambarnya banyak biasanya suka mengkhayal hehehe….

  5. Assalamualaikum

    Saya pernah membaca abis bukunya M.Fauzil Adzim (semoga ga salah nulis namanya) yang berjudul “Membuat Anak Gila Membaca”.
    Dia memaparkan banyak teori untuk membuat anak gemar membaca. Secara garis bueesaarnya…. pemilihan buku, selain ditentukan oleh minat anak, juga disesuaikan dengan usianya. Kalo cuma menuruti minat anak, bisa-bisa dia hanya suka baca komik (kalo sukanya yang bergambar).

    Misalnya anak bayi, kasih buku bergambar dengan sedikit tulisan, dengan kertas yang agak tebal (coz biasanya bayi suka menggigit atau berusaha “merobek” buku). Semakin bertambah usianya, kita bisa memilihkan buku yang semakin berkurang gambarnya.

    Gini aja, moga bisa bermanfaat.

    Wassalamualaikum

    murni : Kuma, terima kasih masukannya ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: