murniramli

Kenapa bunuh diri ?

In Islamologi, Renungan on Maret 28, 2008 at 8:42 am

Pertemuan kedua dengan murid saya yang belajar Islam berlangsung tadi malam.  Topik yang kami bahas cukup banyak, diawali dengan surat al-fatihah dan pertanyaannya tentang tata cara sholat, hingga masalah zakat dan dosa.

Kali ini saya akan menuliskan khusus bagian dosa saja.  Murid saya bertanya apa saja yang dikategorikan sebagai perbuatan dosa di dalam Islam.  Saya menjelaskan bahwa segala hal yang melanggar aturan di Allah yang tertulis di Al-Quran dan dalam sunnah Nabi-Nya, Muhammad SAW.  Dia mengejar saya dengan pertanyaan dosa apa yang paling besar di dalam Islam ?

Saya jelaskan sebuah hadits Nabi yang mengatakan ada tiga dosa besar yang tak terampuni, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua dan bunuh diri.  Dia terbelalak, bukan karena urutan dosa ke-1, tapi karena nomor dua dan tiga.

Kenapa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar ?  Murid saya bertanya apa saja dosa kepada orang tua itu ? Saya jelaskan mulai dari perbuatan buruk yang kecil, misalnya berbicara keras/membentak hingga memperlakukan orang tua dengan kasar.  Dia kembali mengejar, siapa yang paling mulia di antara ayah dan ibu ?  Di dalam masyarakat Jepang, ayah selalu ditempatkan dalam posisi yang lebih tinggi daripada ibu.  Ayah atau laki-laki dalam pemikiran orang Jepang adalah penguasa dan penentu segalanya di dalam rumah.  Karenanya anak-anak pun lebih hormat kepada ayah daripada kepada ibu.

Di dalam Islam, keduanya diberi penghargaan yang berimbang.  Karena ibu sangat susah payah melahirkan anak, maka Nabi menyrbutkan dalam salah satu haditsnya tentang kemuliaan dan pengabdian kepada Ibu melebihi pengabdian kepada ayah.  Ayah memang menjadi penanggung jawab dan pemimpin dalam keluarga, tetapi dia tidak bisa memimpin baik, jika tidak ditunjang oleh dukungan ibu.

Pertanyaan murid saya berkembang ke masalah pernikahan, siapa yang berhak memutuskan, apakah ayah atau ibu ?  Di Jepang, orang tua tidak berhak mencampuri urusan menikahnya anak.  Jika ayah dan ibu tidak setuju, tetapi si anak sudah cinta mati dengan calonnya, maka dia bisa saja menikah tanpa perlu kehadiran orangtuanya.

Saya jelaskan bahwa bagi anak perempuan memang keputusan tidak bisa diambilnya sendiri, karena pada dasarnya di dalam Islam, anak perempuan ditanggung sepenuhnya oleh ayahnya, maka keputusannya untuk menikah harus mendapat persetujuan dari ayah/walinya yang akan menikahkannya. Jika terjadi pertentangan maka biasanya cenderung terjadi perbincangan keluarga untuk mencari penyelesaian terbaik. Sedangkan anak laki-laki karena dia lebih memiliki tanggung jawab dan kemampuan membiayai dirinya dan kelak calon istrinya, maka dia memiliki wewenang lebih besar dalam memutuskan pernikahannya.  Tetapi Islam tetap mempersyaratkan perlunya ijin orang tua ketika hendak menikah.

Lalu kenapa bunuh diri masuk dosa besar ?

Saya jelaskan dengan logika yang saya pahami.  Bahwa semua yang dimiliki manusia di muka bumi ini adalah pinjaman dari Allah.  Bahkan mata, telinga, sekaligus jiwanya adalah pinjaman dariNya.  Bahkan orangtua kita pun adalah pinjaman, yang karenanya kalau si pemberi pinjaman memintanya kembali, maka tidak ada hak kita untuk mempertahankannya.  Maka, di dalam Islam pun kematian tidak boleh ditangisi secara berlebihan.  Dengan status meminjam tadi, maka pemahamannya adalah orang harus menjaga agar pinjaman itu tidak rusak.  Termasuk halnya jiwa.  Bunuh diri berarti menghabisi jiwa yang dipinjamkan, yang bukan merupakan hak peminjam.

Orang Jepang memilih bunuh diri karena kekhawatiran merepotkan orang lain jika dia terus hidup dengan masalah yang dihadapinya.  Saya katakan bahwa apakah setelah bunuh diri, masalahnya akan beres ? Bahkan banyak lagi masalah yang tersisa yang ditinggalkan oleh orang yang bunuh diri.  Misalnya kesedihan keluarganya, aib keluarganya, jika dia punya hutang, keluarga harus tetap menanggunggnya.  Jadi, masalah tidak terselesaikan dengan bunuh diri.

Kesempatan hidup adalah kesempatan yang sangat berharga.  Banyak orang yang ingin hidup, tapi ditentukan ajalnya oleh Allah.  Lalu, kenapa orang yang diberi kesempatan untuk hidup yang kemungkinan akan membawanya menjadi orang lebih baik harus melepaskan kesempatan itu ?

Dan bagi kami, orang Islam, kami percaya bahwa jika kami meninggalkan dunia ini maka kami akan berhadapan dengan pengadilan yang tiada tara.  Di situlah pasti kita tidak bisa menang berargumentasi denganNya.

Murid saya termangu, dan saya pun,

Hidup sungguh indah, kenapa mereka memilih bunuh diri ?

Iklan
  1. Perbincangan yang menarik! Bu, tentang kedudukan Ayah dan Ibu, dijelaskan engga Bu yang perbandingan 3 banding 1 itu? Ya yang walaupun pada hakikatnya adalah berimbang. Tetapi yang namanya berimbang itu tidak harus sama kuantitasnya. 😀

    murni : wah, jangan2 sudah pernah ditulis bahasan matematisnya 😀

  2. 🙂 postingan yang menarik

  3. kayake dialogue lebih mengena ketimang ceramah, gamblang & gampang dipahami [interaksi kedua2na
    gayeng banget…

    dilanjut mbak murni.. bagus banget.. [bisa ngalahin ustazhah2 formal ki..] uraian diatas rasanya gak buat diketahui bagi si jepun bae ; tapi memperbaiki “pemahaman” bagi yang telah lama mengakui/ngelakoni tanpa mengerti makna hakiki sebenarnya; maka ndak heran kalau [jepun] telah menjalani syariat tanpa mengerti ilmunya {kebersihan, penuhi janji} ; muslim indonesia mengakui tanpa memahami/cukup dihapalkan…
    jadinya ya “ngambang/menguap” semua…{spt. jorok, nglewes/ingkar janji dengan entengnya}
    [apa begitu ya rahasianya..ya..?]

    sepertinya perihal pemahaman pelajaran apapun juga demikian kondisinya, setali tiga uang…
    ..hiks.. hiks.. hiks..

    mesti pake jurus apa… agar ajaran & pembelajaran
    itu mantap mengendap di memori & bukan flok yg
    melayang-layang kesana kemari [Sia-Sia sekolah, skadar terpenuhi syarat rukunnya wajib belajar 12, bukan tujuan dan ga’ manfaat bagi si pembelajar & si pengajar, dapat natura bulanan minus amaliah,
    karna kedua-2nya klentu pasang nawaitu wal niat]

    sekali rengkuh dayung 2/3 pulau terlampaui
    ya dapat pelajaran & syiar agama
    ya dapat kenali & pahami budaya orang jepang
    ya berapa musti bayar kuliah antropologi budaya?

    matur nuwun materi kuliahnya mbak murni…
    bermanfaat bagi pembaca & pengunjung…

  4. Assalammualaikum mba Murni..
    Saya sangat bersyukur bahwa mba dapat memberi pengertian yang sangat baik kepada murid2 di jepang tt g islam .. dan dari posting ini saya juga dapat belajar / menambah pengetahuan yang sangat bermanfaat..tq mba..

  5. Eit, orang Islam sendiri gimana?
    Saya terharu ==membaca== novel “Ayat-Ayat Cinta”. Banyak pesan mendalam bagi umat Islam tanpa harus memusuhi orang lain, mencela, memfitnah orang lain.
    Dan,
    Saya tidak inginmenonton filmnya.

  6. Assalamu’alaikum wrwb..salam kenal..terimakasih mba murni dah bagi2 ilmunya..sy sangat terkesan..wss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: