murniramli

Masa mencari kerja

In Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Serba-Serbi Jepang on April 3, 2008 at 2:29 am

Kemarin siang, sambil menikmati gugurnya beberapa helaian sakura, saya dan seorang teman menikmati makan siang di halaman belakang kafe universitas. Saya biasanya lebih sering makan sendirian karena teman-teman Indonesia rajin bawa bekal dari rumah dan tidak perlu membuang duit di kantin kampus 😀

Teman saya bercerita tentang sulitnya melamar pekerjaan di Jepang, banyak isian yang harus dilengkapi dalam proses aplikasi hingga dipanggil interview. Sekitar bulan Desember hingga April adalah masa-masa pencarian kerja bagi semua mahasiswa tingkat akhir di Jepang.

Tidak seperti di negara kita yang tidak mempunyai masa khusus untuk mencari kerja, di Jepang masa pencarian kerja bagi fresh graduate berlangsung serentak di seluruh negeri, dan tanggal 1 April adalah hari pelantikan pegawai baru. Peraturan ini berlaku untuk kantor pemerintahan maupun perusahaan swasta. Perkecualian untuk beberapa perusahaan yang menawarkan posisi kosong sewaktu-waktu.

Mahasiswa-mahasiswa dari S1 hingga S2 pada tahun terakhir studi disibukkan dengan mencari kerja selama pergantian tahun ke-3 ke tahun ke-4 untuk mahasiswa S1 atau tahun ke-1 ke tahun ke-2 untuk mahasiswa S2. Masa-masa ini juga benar-benar membuat stress beberapa mahasiswa karena mereka juga dituntut menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan menuntaskan penelitian.

Bagi mahasiswa yang terlalu serius memikirkan kedua-duanya biasanya mereka akan sangat down, ketika kedua hal itu gagal. Namun bagi mahasiswa yang cerdik mensiasati keduanya, misalnya saat masa pencarian kerja mereka serius melakukan ini dan setelah ini selesai, kembali serius mengerjakan penelitian, maka mereka biasanya aman-aman saja lulus tepat waktu.

Sayangnya dosen kadang-kadang tidak mengenal kompromi. Selalu saja menagih report perkembangan skripsi atau thesis yang menambah sibuknya hari-hari pencarian kerja.

Bagi mahasiswa asing, kemampuan bahasa Jepang adalah mutlak. Beberapa perusahaan Jepang mempersyaratkan kemampuan bahasa level 1 atau minimal level 2, karena ada tes kemampuan tertulis dan wawancara dalam bahasa Jepang.

Langkah yang biasa ditempuh oleh pelamar adalah mengecek informasi kerja di internet, kemudian menyampaikan permohonan untuk menghadiri setsumeikai (forum penjelasan/pengarahan dari perusahaan bersangkutan), kemudian mensubmit dokumen, mengikuti tes tulis dan menunggu panggilan wawancara.  Wawancara dilakukan berkali-kali dengan pewawancara yang berbeda, mulai dari kepala bagian hingga manajer utama.

Karena banyaknya lapangan kerja dan kebanyakan tidak ada spesifikasi khusus tentang latar belakang pendidikan (major field) pelamar, maka siapa saja boleh melamar lowongan di perusahaan apa pun. Misalnya seorang teman yang notabene memperdalam S2 pendidikan, dapat saja melamar kerja di perusahaan Sanyo (elektronik) atau Toyota (automotive). Tentu saja ada beberapa spesifikasi untuk jenis pekerjaan yang memang membutuhkan keahlian.

Dalam setiap wawancara, biasanya mereka akan ditanya apa yang ditekuninya selama kuliah. Umumnya anak Jepang akan menjawab salah satu klub bukatsudo (ekstra kurikuler) seperti judo, baseball, paduan suara, dll atau melakukan part time job (arubaito). Tapi mahasiswa asing biasanya akan menjawab : belajar 😀 Karena rata-rata mahasiswa asing yang datang ke Jepang memang untuk belajar serius, bukan untuk sekedar melewati masa pendidikan tinggi.

Barangkali ini menjadi penilaian tersendiri bagi interviewer untuk menilai personality seseorang. Biasanya perusahaan cenderung mencari orang yang balance atau seimbang antara kehidupan kampus dan menekuni bidang tertentu yang terkait dengan hobby.

Bagaimanapun masa mencari kerja yang serentak secara nasional adalah kebijakan yang patut kita cermati untuk dicobaterapkan di Indonesia, agar pengangguran tidak terlalu membengkak.

Iklan
  1. ini penulisnya siapa ya? kok ngga ditampilkan.
    sekedar pemikiran,
    apa kalau lowongan dibuka serentak berarti juga ada lowongan tersebut tambah banyak? kalau menurut saya walau dibuka serentak tetapi jumlah lowongan tetap tidak lebih bnyak dari pengangguran ya tidak berarti masalah pengangguran selesai.
    tapi mungkin memang akan lebih efesien bagi perusahaan karena berarti masa orentasi akan serentak,
    btw tulisan ini bagus karena menambah wawasan saya, saya baru tahu lho kalau di Jepang sitimnya seperti ini
    euis

    murni : salam kenal, Ibu/Mba Euis,
    Penulisnya saya, pemilik blog ini. Nama saya murni ramli.
    Memang agak berbeda kondisi di Indonesia dengan di Jepang,
    di Jepang, sebagian besar perusahaan mempunyai masa penerimaan tenaga kerja baru yang sudah terjadwal, dan rata-rata sama, jadi pada bulan2 yg saya tulis di atas, banyak sekali lowongan pekerjaan dibandingkan dg bulan2 biasa (ada beberapa perusahaan yang menawarkan seaktu-waktu).

    Masalah pengangguran tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuka lowongan kerja secara serentak, tetapi sistem ini memberikan kesempatan lebih kepada mhsw untuk menentukan masa depan sebelum mrk lulus. Anak2 yg lulus dari Univ. di Jepang biasanya sdh pasti apakah akan bekerja atau lanjut kuliah. Tentu saja mereka bisa terserap dengan mudah dan Jepang tergolong rendah angka penganggurannya karena jumlah bisnis/perusahaan/industri di Jepang juga lebih banyak daripada di Indonesia.

    Sekali lagi, masa mencari kerja yang serentak sebelum lulus, bukan untuk menambah lowongan kerja, tetapi untuk memanage dengan lebih baik antara para pencari kerja dan perusahaan pencari tenaga kerja.

  2. Oops sorry, ternyata blognya mba murni toh,
    salam kenal ya
    euis

  3. Di Indonesia untuk peg. pemerintah pernah hampir mengarah ke sistem ini (tahun 2004 klo nggak salah). Sempet optimis bahwa SDM di pemerintahan akan membaik.
    Sayang tahun-tahun berikutnya, kembali ke model KKN 😦

  4. Wawasan baru nih. Thanks Bu. Saya panggil Bu apa Mbak ya enaknya?

  5. […] Tulisan menarik ini dan tulisan lain tentang karir dan pendidikan di Jepang dapat dilihat di: Masa mencari kerja […]

  6. mencari kerja jaman sekarang emang susah2 gampang.. suka di tuntut ini itu dan serba bisa.. jadi yha tergantung kitanya dan skill nya… mungkin jika kita punya skill yang cukup kita lebih mudah dan tidak takut untuk bekerja dimana saja 🙂

    kalau mentok ya coba PNS hehe

    bagi info2 lowongan kerja di http://www.medankerja.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: