murniramli

Hutan tampak tapi pohon tidak

In Serba-Serbi Jepang on April 20, 2008 at 8:33 am

Saya mempunyai seorang murid Bahasa Indonesia yang sudah berumur lanjut. Beliau penggemar kendo, olah raga bela diri Jepang. Mungkin karena sudah tua dia agak susah menangkap pelajaran, dan tdak bisa serius lama-lama. Pada jam-jam mengantuk di siang hari, biasanya saya memotivasinya dengan bertanya soal olah raga kegemarannya. Dan dia sangat bersemangat untuk bercerita tentang kendo.

Kendo, menurut beliau adalah olah raga badan, hati dan pikiran. Dia sudah puluhan tahun belajar kendo, tapi baru menemukan makna kendo setelah membaca buku-buku tentang ini. Ada satu prinsip yang dia kenalkan kepada saya beberapa waktu lalu, yaitu tentang prinsip mengajar yang harus dipegang seorang guru.

Dalam mengajar kendo, ada prinsip yang berbunyi seperti ini :

木を見る森を見ない。森をみる、木を見ない。(Ki o miru mori o minai. Mori o miru ki o minai). Yang artinya, pohon terlihat tetapi hutan tidak, atau sebaliknya hutan terlihat tetapi pohon tidak.

Ketika mengajar murid-murid di kelas, kadang-kadang seorang guru hanya memperhatikan seorang anak yang pandai, yang sigap menjawab pertanyaan kapanpun dia ditanya dan guru lupa melihat anak-anak secara keseluruhan. Sebaliknya, kadang-kadang guru hanya memperhatikan hal-hal yang umum tapi tidak detil memeriksa apakah setiap anak mengerti apa yang diajarkan. Anak-anak yang kurang pandai atau lambat dalam menangkap pelajaran kadang-kadang terabaikan atau sengaja diabaikan karena butuh waktu lama mengajari dia hingga mengerti.

Guru memang berada dalam posisi yang sulit, terutama jika jumlah anak yang harus ditanganinya lebih dari 20 anak per kelas. Tak heran, jika Finlandia atau beberapa negara maju yang jumlah penduduk usia mudanya mulai berkurang seperti Jepang, guru-guru dapat memperhatikan satu per satu murid dengan baik.

Saya mempunyai interpretasi berbeda terhadap pepatah yang disampaikan di atas. Saya mencoba melihatnya dari sudut pandang penelitian atau objek penelitian. Barangkali saya salah, tapi saya berani menyimpulkan bahwa penelitian di Indonesia, terutama bidang pendidikan lebih cenderung melihat `hutan` sebagai objek, daripada menjadikan ‘pohon’ sebagai objeknya.

Karena takaran makro lebih banyak kita pelajari dan dalami, kita tidak terlalu detil dan tepat mengatasi masalah pendidikan di negara kita. Banyak kebijakan yang mungkin didasarkan kepada hasil survey atau penelitian yang bersifat makro, dihasilkan untuk memecahkan problem pendidikan secara nasional. Sayang sekali kita belum serius menangani hal-hal mikro, dengan dasar kajian satu unit sekolah atau satu kelas atau seorang murid.

Sebaliknya di Jepang, penelitian cenderung ke hal-hal yang mikro daripada makro. Pernah saya tulis di blog ini bagaimana detilnya orang Jepang dalam memaparkan sesuatu. Bagaimanapun memahami `pohon`nya terlebih dahulu akan lebih memudahkan kita untuk menangani `hutan`nya.

Iklan
  1. Bagaimanapun memahami `pohon`nya terlebih dahulu akan lebih memudahkan kita untuk menangani `hutan`nya….
    wow cara berpikir yang luar biasa…..
    tapi menurut saya kita bisa lihat hutannya dulu juga bisa….baru lihat pohon-pohonnya. Deduktif-induktif, cara berpikir yang sama bagusnya.

  2. Yup sama bagusnya, asal jangan berhenti melihat pohon saja atau hutan saja.

  3. Keberagaman pohon yang ada di hutan membutuhkan keberagaman pengamatan dan penangan lebih dari satu orang sarjana kehutanan, memang ada hutan pinus dan hutan jati yang relatif seragam. Rasa-rasanya dunia pendidikan lebih dahsyat dari hutan amazon. Jadi … memahami potensi amazon di kelas perlu penelusuran referensi luar biasa ….. mari gali lebih serius !!!

  4. Yang jelas, perbedaan lamanya waktu yang diperlukan untuk melihat pohon dulu atau hutan dulu, yang akan menjadi penentu dari sudut mana kita akan mulai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: