murniramli

Di KL, kenapa minim salam ?

In Serba-Serbi Jepang on Juli 17, 2008 at 9:27 am

“Assalamu alaikum” adalah kalimat yang membedakan muslim dengan non muslim, di manapun itu selagi kita kenali dia adalah muslim melalui ciri-ciri lawan bicara atau yang paling jelas dari pakaiannya, maka kalimat salam adalah ucapan yang secara otomatis muncul. Saya yang merasa gembira ketika berjumpa sesama wanita muslim di Jepang, selalu saja menyunggingkan senyum dan mengucapkan sepotong salam. Tapi saya tak mendapatinya di Kuala Lumpur.

Hampir semua wanita atau mahasiswi muslim di KL mengenakan baju kurung dengan atau tanpa kudung. Dan mereka terlihat lebih perkasa dan gesit dibandingkan pria KL (maaf).  Saat menghadiri konferensi, saya tebak 70% peserta adalah muslimah. Sebuah movement baru wanita di KL. Sayangnya muslimah yang saya jumpai di jalan, di dalam kereta kommuter dan LRT yang saya tumpangi untuk hilir mudik ke arena konferensi, miskin menyampaikan ucapan salam, dan saya pun terbawa. Salam hanya diucapkan oleh beberapa brother dari negara middle east yang tertarik dengan paper yang saya presentasikan dan bertanya ini itu setelah acara konferensi.

Hari ini, waktu saya habiskan di UKM agar bisa terkoneksi internet. Ketika kebingungan mencari surau, seorang muslimah tersenyum dan menyapa saya “assalamu alaikum”. Wah, saya senang sekali. Beberapa hari yang lalu tatkala kesulitan menghidupkan HP dan tidak dapat menghubungi adik teman yang akan menjemput, seorang muslimah dengan kebaikannya memberikan pinjaman HP dan kepingan sen-nya. Dan menasihati, hati-hati, Kak. Di sini berbahaye!  Alangkah baiknya dia !

Fenomena salam adalah fenomena yang menarik. Saat pertama kali gerakan berjilbab tumbuh di Indonesia, th 80-an, dan saat saya pertama kali mengenakannya di tahun 1990, saya ingat semua muslimah ramai mengucapkan dan berbalas salam.  Saat saya pulang ke Indonesia di tahun 2007 dan 2008, saya juga masih merasakan ini. Dan selama berada di Jepang, kami lebih bersemangat mengamalkannya.

Tapi apa yang saya jumpai di KL, barangkali terjadi juga di kota-kota besar di Indonesia saat ini. Fenomena ini sama saja dengan di Jepang atau di negara lain, yaitu orang tidak terbiasa mengucapkan “ohayou gozaimasu” atau “good morning” kepada orang yang tidak dikenal. Tapi semestinya assalamu alaikum bermakna khas, sebab kalimat ini adalah pengikat antar muslim, sekalipun kita tidak saling mengenal, tapi adalah hal biasa mengucapkannya.

Jadi kenapa tidak mengucapkan salam saat berpapasan ?

Saya juga tidak tahu apa alasan pastinya, selain mengemukakan argumentasi “barangkali” karena kita mayoritas. Ketika sesuatu dalam kondisi mayoritas, maka dia biasanya terlupa akan perlunya menunjukkan identitas yang simple, sebab semua sudah sepaham. Bisa diartikan, tanpa diucapkan pun kita sudah saling mendoakan 😀

Benarkah ?

Iklan
  1. wow…ternyata salam aja pelit…
    Tak terbayangkan sebelumnya…..

  2. assalammu’alaikum wr wb.

    ada perkembangan yang tidak mengenakkan mengenai pengucapan salam yang sering terjadi dalam ber sms, mungkin maksudnya baik tapi akhirnya menjadi salah dan pernah dibahas oleh para bloger, tapi saya lupa blognya. kesalahannya adalah menyingkat ucapan salam menjadi “Ass.” yang dalam bahasa indonesia adalah …..

    saya juga pernah ingat dulu, setiap kali ketemu muslimah yang berjilbab sering mengucapkan salam, namun nuansanya menggoda, bukan salam antar sesama muslim (jadi malu)

    pernah juga seorang tokoh yang katanya kiai/ulama dan pernah menjabat sebagai orang no. 1 di negara ini, mengusulkan agar pengucapan salam diganti dengan selamat pagi/siang/malam dan menjadi kontroversial

    wassalammu’alaikum wr wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: