murniramli

Merasa terasing di konferensi negara muslim

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Renungan on Juli 20, 2008 at 7:28 am

Dari 14 Juli hingga 16 Juli 2008, saya berkesempatan mengikuti International Conference on Teacher Education in the Moslem World, yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Antar Bangsa Kuala Lumpur. Sekitar 112 presenter hadir dari berbagai negara membawakan hasil penelitiannya tentang pendidikan dan permasalahan guru di negara-negara muslim.

Hampir 2 bulan saya mengupayakan untuk bisa lolos dalam konferensi ini, karena ingin sekali menshare hasil penelitian kepada para orang pandai agar dapat memperoleh masukan berharga. Saya terpaksa lembur dan menambah kesengsaraan tubuh untuk bisa tembus konferensi. Beban semakin bertambah karena pada saat bersamaan saya juga nekat menerbitkan satu paper dalam jurnal berbahasa Jepang.

Suasana konferensi yang berlangsung di Hotel Crown Princess, KL tergolong mewah. Dengan fee sebesar 300 US Dollar, fasilitas dan sajian makanan dalam konferensi sungguh mewakili. Tapi saya yang pada awal konferensi diumumkan, sudah menanyakan keringanan biaya sebagai student, namun tidak mendapat tanggapan dari panitia, merasakan kemubaziran makanan yang melimpah. Sebab sebenarnya perut manusia tidak bisa diisi melebihi kapasitasnya. Selezat dan sebanyak apapun makanan yang tersaji, jika kita sudah makan sepiring, maka cukuplah itu. Belakangan sesaat setelah konferensi usai, seorang panitia memberitahu saya bahwa kasus keringanan yang saya ajukan sebenarnya telah dibicarakan dalam kepanitiaan dan mereka menyetujuinya, tetapi tidak ada notification resmi dari panitia hingga saya mentransfer uang pendaftaran.

Saya tidak mau mempersoalkan masalah itu, karena ada banyak hikmah yang saya peroleh dengan hadir dalam konferensi dunia.

Sekalipun berada dalam lingkungan orang-orang serumpun, perasaan terasing tetap ada karena saya tidak menemui orang Indonesia yang hadir dalam konferensi tersebut. Saya baca nama-nama presenter, ada beberapa nama berbau Indonesia, tetapi ternyata orang Malaysia. Beberapa orang Malaysia yang menanyai asal saya, menyemangati dengan menceritakan bahwa nenek moyangnya juga berasal dari Indonesia. Dan menambahkan bahwa dia punya banyak sanak saudara di Indonesia.

Saya mendapat jadwal presentasi tanggal 15 Juli pada sesi panel awal. Ruangan yang diberikan untuk presentasi adalah ruangan terbesar yang dipakai dalam konferensi tersebut, Grand Ballroom. Berdiri gemetar seperti biasa dan audiens yang semula saya duga hanya 10 orang seperti hari sebelumnya, ternyata hari ini ada sekitar 50 orang yang menghadiri presentasi saya. Di bagian depan duduk para professor dari beberapa negara Timur Tengah. Di bagian tengah dan belakang sederet muslimah melayu, sebagian adalah yang berjanji hadir untuk mensupport saya setelah kami berkenalan di hari sebelumnya.

Seusai presentasi, saya turun dari panggung besar yang menelan tubuh saya yang kecil dengan perasaan lega sekaligus bingung, sebab ada seorang peneliti dari Pakistan yang bertanya dan saya tak menangkap apa yang dia tanyakan. Saya datangi dia, dan kemudian kami berdiskusi sebentar. Beberapa orang menghadang saya sebelum duduk dan menanyai dengan beberapa pertanyaan. Seorang Prof dari Florida Univ memberikan pujian terhadap presentasi yang runut dan data yang akurat, serta menyebutkan bahwa dia juga sedang mengerjakan proyek di Medan. Belakangan dia mengenalkan seorang lagi rekan prof yang lain, yang juga meneliti tentang Indonesia. Seorang prof dari Pakistan memuji kualitas penelitian saya serta mengucapkan sebuah kalimat yang membuat saya memerah : kamu, insya Allah akan sukses ! Beberapa professor dari negara Timur Tengah mendatangi dan menanyai saya kenapa bisa sampai ke Jepang.

Saya juga merasa terharu dengan beberapa mahasiswa Indonesia yang kuliah di UIA yang datang menghampiri dan mengucapkan selamat. Saya tidak sendiri rupanya ! Ya, mungkin ada di antara hadirin pemerhati pendidikan Indonesia yang hadir pada saat itu, semoga apa yang saya hasilkan bisa menjadi masukan untuk diskusi lebih lanjut untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Bulan ini, saya melakukan sebuah terobosan berharga dalam usia genap 37 tahun pada tanggal 14 Juli lalu. Alhamdulillah, segala syukur kepadaNya yang memungkinkan segala sesuatu terjadi. Keinginan pergi ke menara Petronas pada hari tsb, tidak berhasil karena saya harus terhimpit di tengah rakyat Malaysia yang mengendarai kendaraan rakyat, kommuter dan LRT.

Transit di Hongkong, 20 Juli 2008

Iklan
  1. Sukses terus ya Mbak Murni
    Doa saya buat anda selalu..

    murni : terima kasih, Pak Agus.
    Sukses juga untuk Bapak dan keluarga

  2. Great job….. May Allah Bless you….

    murni : haloo, Mbak Mary.
    Terima kasih atas doanya

  3. Salut untuk mbak Murni meski saya belum pernah bertemu tapi saya sering mengunjungi blog Anda dan membaca isinya, memang bagus.
    Untuk itu saya undang Anda menulis di harian Tribun Jabar silakan lihat di http://www.tribunjabar.co.id atau kirim tulisan Anda (maksimal 4.000 karakter karena tempat terbatas) beserta pasfoto ke opini@tribunjabar.co.id
    Terima kasih, dan sukses selalu

    murni : terima kasih atas undangannya.

  4. Assalammu’alaikum wr wb
    Halo, mba murni. saya sering baca blog mba. saya mau tanya mba murni sudah berkeluarga ya?saya pikir mba murni sudah berkeluarga,tapi dalam blog mba kok tidak pernah nyinggung keluarga mbak?kalo belum,kenapa tidak segera menikah kan usianya sudah “cukup”. terima kasih, maaf kalo ada kata2 yg tdk berkenan.
    wassalammu’alaikum wr wb.

    murni : wa alaikum salam wrwb
    Pak Rudi, pertanyaan seperti ini sudah sering ditanyakan.
    Saya biasanya tidak menggubrisnya, karena secara fithrah semua manusia ingin mempunyai keluarga. Hanya, kita tidak tahu, kapan Allah menganggap seseorang siap untuk memasuki kehidupan itu. wallaahu a`lam bishhawab.

  5. Assalammu’alaikum wr wb,

    SUGOI

    bukan bermaksud menjiplak, tapi kalau diperbolehkan tulisan mbak murni yang bernuansa Jepang/ke-Jepang-an akan saya posting di blog saya.

    wassalammu’alaikum wr wb.

    murni : wa alaikum salam wrwb
    Ya, silahkan, Pak

  6. wah, salam kenal aja…..

    wah, jadi pengen ikutan konferensi2 orang muslim gitu……

    komen balik yah…..

    murni : salam kenal juga

  7. Hebat bener deh, Mbak Murni!!! Omedetou gozaimasu!

    Kyknya kita selisipan jalan, ya… saya 20 Juli 2008 tiba di KL, Mbak. Mbak Murni ga rugi deh, krn ga jadi ke Menara Petronas. Saya cukup “beruntung” bisa naik hari Selasa-nya… “Beruntung” krn saya tiba di sana sudah jam 13-an, lalu ada seorang tourist guide yang menawari saya satu tiketnya yang belum terpakai. Akhirnya saya ikut naik ke “Jelantas Udara Petronas”. Cukup menarik, tapi menurut saya masih kurang dikemas. Saya membayangkan akan diperkenalkan/dijelaskan tentang beberapa tempat/ruangan selain “Jelantas Udara” tersebut, tapi jadi kecewa karena mungkin saya berharap terlalu muluk.

    Keesokan harinya, saya juga ke UIAM. Mewah benar, ya… jadi pingin… terus-terusan ada di sana. Saya mengunjungi seorang teman, dia dosen UIAM, senior kita (or seangkatan Mbak Murni?) di IPB, mungkin Mbak Murni kenal Dr. Irwandi Jaswir, TPG – Fateta IPB angkatan 26.

    Dunia itu memang kecil, ya… ternyata kita sama-sama berada di KL hanya waktunya yang berbeda…

    murni : wah Ellyn, sayang ga ketemu ya.
    Gimana ? Ada lowongan dosen di UIAM ? 😀

  8. salam kenal mbak, aku baru pertama kali ini ngunjungi blog mbak…. wah, seru ya. kebetulan saya lagi kuliah sains psikologi pendidikan, pengen tau, mbak presentasi tentang apa disana sih sebenernya? hehe… maaf baru dateng nih:-D

    murni : salam kenal Mba Mita. Presentasinya tentang sertifikasi guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: