murniramli

Definisi kata cerdas-mengonsep ulang tujuan pendidikan (part.1)

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Renungan on Juli 21, 2008 at 11:03 am

Apa arti cerdas menurut anda ?

Biasanya orang yang pandai Bahasa Inggris secara otomatis akan menjawab ‘bright, intelegence, smart'(yang terakhir menurut English America), brilliant, genius.  Kata cerdas banyak dipakai dalam hal yang berkaitan dengan pendidikan, terutama sekali saat merumuskan tujuan pendidikan, tujuan sekolah, dan beberapa target pendidikan.

Tujuan pendidikan nasional dalam pasal 3 UU Sisdiknas 2003 adalah sbb :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.

Kata cerdas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia 2001 mempunyai arti sebagai berikut :

cer·das a 1 sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg — lagi baik budi; 2 sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang — nya;
cermat pertandingan adu ketajaman berpikir dan ketangkasan menjawab (pertanyaan, soal matematika, dsb) secara cepat dan tepat; — tangkas cerdas cermat;
men·cer·das·kan v mengusahakan dsb supaya sempurna akal budinya; menjadikan cerdas: usaha ~ bangsa harus mendapat prioritas pertama dl rencana pembangunan; ~ akal budi;
pen·cer·das·an n proses, cara, perbuatan mencerdaskan;
ke·cer·das·an n 1 perihal cerdas; 2 perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi (spt kepandaian, ketajaman pikiran): perpustakaan didirikan untuk meningkatkan ~ masyarakat;
~ emosional kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar; ~ intelektual kecerdasan yg menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dng yg lain; ~ spiritual kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa

Definisi 1 : sempurna perkembangan akal budinya, ini hanya bisa dicapai oleh malaikat (atas ijin Allah). Demikian pula definisi 2 : sempurna pertumbuhan tubuhnya.

Menurut definisi dalam kamus Oxford, padanan kata cerdas yaitu, kata ‘intelegent’ didefinisikan sbb:
good at learning, understanding and thinking in a logical way about things; showing this ability. Sedangkan dalam kamus Thesaurus, sbb : Having or showing intelligence, often of a high order Padanan kata yang lain, yaitu kata ‘shrewd’ menurut definisi Thesaurus : Having or showing a clever awareness and resourcefulness in practical matters.

Sedangkan dalam Bahasa Jepang, kata cerdas dapat diterjemahkan sebagai ‘chinou ga takai’ =知能が高い. Kata chinou berasal dari dua huruf, yaitu chi yang berarti pengetahuan (knowledge) dan kata nou yang berarti wisdom, wit atau skill. Jadi bisa dikatakan bahwa terjemahan bebas kata cerdas dalam Bahasa Jepang adalah pengetahuan, kebijaksanaan, perkataan, dan keahlian yang tinggi.

Definisi di atas tidak ada yang salah dan tidak ada yang paling benar.  Dan juga tidak ada larangan untuk membuat definisi baru 😀

Para guru yang mau dan punya kesadaran untuk mengamati perkembangan belajar siswa-siswanya pasti dapat mengenali bahwa anak yang dapat bertahan dengan nilai baik hingga akhir masa belajar adalah anak-anak yang mempunyai motivasi belajar tinggi.  Anak-anak yang mau belajar, sekalipun tidak memperoleh nilai yang terbaik, tetapi selalu dapat mempunyai jalan pemecahan dalam setiap problema yang dihadapinya.

Ya, saya ingin mengajak untuk mengonsep ulang tujuan pendidikan dan pengajaran yang kita berikan di sekolah kepada pemaknaan yang disederhananakan, yaitu bukan seperti definisi di atas yang memaknakan kecerdasan sebagai sesuatu yang berkorelasi dengan intelegensia, tetapi kecerdasan yang bermakna kemauan dan kesadaran belajar.

Mendidik semua siswa yang sebelumnya berlatar belakang berbeda, agar mempunyai IQ tinggi di atas rata-rata adalah sebuah hal yang mustahil.  Demikian pula memaksa guru untuk mencetak semua anak dengan intelegensia tinggi adalah hal yang sulit, sebab tidak semua anak dianugerahi daya tangkap yang cepat.  Tetapi mendidik anak agar mempunyai motivasi, dan mengajarinya konsep dan kerangka pemecahan masalah melalui kata ‘mencari, membaca, memikir ulang, belajar adalah lebih realistis.

Dalam era global dan persaingan ketat saat ini, yang akan melejit maju hanyalah orang yang mau belajar.  Imam Ghazali pernah mengatakan bahwa orang yang pintar adalah orang yang mengetahui bahwa ia tidak tahu akan sesuatu dan karenanya dia mau belajar.

Secara makro, masyarakat kita harus dididik untuk menjadi masyarakat yang mau belajar, menyenangi ilmu dan memeliharanya dengan baik melalui penghargaan kepada sarana dan pra sarananya. Dengan konsep ini, siapa saja, tidak perlu menempuh jalur sekolah bisa menjadi orang cerdas dalam arti orang yang menggemari belajar.

Secara sederhana dapat dikatakan, pendidikan harus ditujukan untuk menanamkan kecintaan kepada belajar. Bagaimana caranya ? Silahkan baca dalam part 2 😀

Iklan
  1. ohayou,
    benar bu, sudah saatnya kita tidak hanya melihat “cerdas” dengan hanya berpatokan pada intelegensia semata, tapi juga pada kemauan dan terutama minat untuk mempelajari sesuatu.

  2. Untuk perbandingan, silahkan Bbaca buku Belajar Cerdas karangan Jalaludin Rahmat. Ada buku satu lagi bertajuk Menjadi Cerdas Tanpa Batas. Juga, saya penulis buku “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
    Maaf dan terima kasih
    Suparlan

    murni : wah, saya beruntung dikunjungi oleh Pak Suparlan. Terima kasih atas info bukunya, Pak.
    Sayang sekali, mungkin saya baru bisa baca buku-2 tsb kalau pulang ke Indonesia nanti, insya Allah.
    Btw, saya pernah mengirim email kepada Bapak setahun yg lalu, sehubungan dg masalah penelitian saya.
    Tp mungkin terlewat krn pasti banyak email masuk untuk Bapak.
    Oya, saya sudah baca buku Bapak ttg Guru sebagai Profesi, dan beberapa tulisan Bapak ttg pendidikan terutama komite sekolah. Kesemuanya banyak membantu penulisan disertasi saya.
    Terima kasih sudah menshare ilmunya, Pak.
    wassalam
    terima kasih dan maaf,
    Murni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: