murniramli

Archive for Agustus, 2008|Monthly archive page

Insting pedagogy Pak Shin’ichi Suzuki

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Agustus 30, 2008 at 12:04 pm

I want to make good citizens. If a child hears fine music from the day of his birth and learns to play it himself, he develops sensitivity, discipline and endurance. He gets a beautiful heart Baca entri selengkapnya »

SMT…SLTA…SMA…SMU…SMA….capek!!!

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan, Serba-serbi Indonesia on Agustus 28, 2008 at 9:47 am

Saya sedang menulis dan menganalisa bab terberat dalam disertasi saya karena kaitannya dengan sejarah,yaitu tentang perubahan dan reformasi yang terjadi dalam pendidikan menengah di Indonesia dengan membagi periode bahasan, yaitu jaman Belanda, Jepang, era merdeka, era pembangunan, dan era OTDA. Point yang saya soroti ada 2 yaitu memahami aspek vokasionalisasi dan generalisasi dalam pendidikan menengah, dan menganalisa konteks penjenjangan pendidikan menengah. Baca entri selengkapnya »

Jalan

In Islamologi, Renungan on Agustus 26, 2008 at 2:11 am

Untuk menuju ke kampus, banyak jalan yang bisa saya tempuh, baik dengan naik sepeda, jalan kaki ataupun naik kereta bawah tanah. Tapi ada jalan-jalan tertentu yang saya sangat sukai, maka selalu saja saya melewati jalan itu tanpa berfikir panjang. Baca entri selengkapnya »

Pendidikan masyarakat di TV Jepang

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Agustus 25, 2008 at 11:01 am

Saya lupa jadwal tayangnya, tapi di sebuah channel TV di Jepang ada sebuah acara tentang pendidikan untuk orang dewasa, judulnya kalau tidak salah, 大人の学習 (otona no gakusyuu), yang artinya pendidikan untuk orang dewasa. Inti acaranya adalah kunjungan ke pabrik-pabrik untuk belajar pembuatan komoditi tertentu. Yang pernah saya saksikan beberapa waktu yang lalu adalah kunjungan ke pabrik Citizen, dan pabrik teh botol “Itoen” yang terkenal itu. Baca entri selengkapnya »

Berhentilah makan sebelum kenyang

In Belajar Kepada Alam, Renungan on Agustus 23, 2008 at 7:17 am

Kira-kira seminggu lagi orang-orang Islam harus mengerem tabiat makannya. Teman-teman asing saya sudah mulai bertanya-tanya apakah tidak akan mati jika tidak makan separuh hari ? Saya seperti biasa selalu menjawab : orang yang makan tiga kali sehari saja mati !  😀 Baca entri selengkapnya »

Agustus berarti merdeka dan tidak merdeka

In Serba-serbi Indonesia on Agustus 21, 2008 at 10:22 am

Upacara 17 Agustus 2008 di Nagoya sepertinya berlangsung hikmad. Maaf saya tidak bisa menggambarkan dengan jelas karena saya telat upacara 🙂 Baca entri selengkapnya »

Sakit telinga dan pemeriksaan telinga di Jepang

In Serba-Serbi Jepang on Agustus 16, 2008 at 6:22 am

Gara-gara terlalu rajin membersihkan telinga, saya terpaksa harus berhadapan dengan ahli telinga. Sekitar 5 hari yang lalu, sambil menonton siaran olimpiade, saya korek-korek telinga dengan cotton bud yang agak besar (yang kecil habis…hiks). Malam itu tidak terasa apa-apa. tapi keesokan harinya mulai agak aneh di telinga sebelah kiri. Baca entri selengkapnya »

Olimpiade dan anak-anak Jepang

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Agustus 13, 2008 at 11:52 am

Ada kebiasaan baru saya sejak olimpiade dilaksanakan yaitu mengecek perolehan medali dan segera menyetel TV setiba di rumah dengan channel khusus yang menyiarkan olimpiade. Walaupun isinya membosankan sebab siaran pemain Jepang yang meraih medali diulang bolak-balik, sampai saya hafal isi wawancaranya, tapi kebiasaan ini tidak bisa diredam. Baca entri selengkapnya »

Menikmati liburan musim panas di Jepang

In Serba-Serbi Jepang on Agustus 7, 2008 at 2:31 pm

Mungkin tidak tepat mengartikan musim panas dengan kata “nikmat”, tetapi paling tidak begitulah kata murid saya di kelas Bahasa Indonesia. Dia seorang guru SMP dan setiap kami belajar selalu saja mengeluhkan kesibukan di sekolah dan ingin ada libur seminggu saja dari mengurusi urusan sekolah 😀 Baca entri selengkapnya »

Hanya sebuah kartu nama

In Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on Agustus 4, 2008 at 5:31 am

Setiap kali mengikuti seminar atau berkunjung ke sekolah-sekolah di Jepang ataupun di Indonesia, saya selalu membawa kartu nama.  Kartu nama itu saya buat sendiri dari kertas yang sudah siap pakai yang dijual di koperasi kampus. Bentuknya sederhana karena saya memang tidak suka kartu nama yang terlalu banyak embel-embelnya. Baca entri selengkapnya »