murniramli

Menikmati liburan musim panas di Jepang

In Serba-Serbi Jepang on Agustus 7, 2008 at 2:31 pm

Mungkin tidak tepat mengartikan musim panas dengan kata “nikmat”, tetapi paling tidak begitulah kata murid saya di kelas Bahasa Indonesia. Dia seorang guru SMP dan setiap kami belajar selalu saja mengeluhkan kesibukan di sekolah dan ingin ada libur seminggu saja dari mengurusi urusan sekolah 😀

Musim panas di Nagoya terutama sungguh menyiksa, dengan udara lembab panas dan suhu berkisar 37 derajat, membuat semuanya malas bergerak dan inginnya tidur dan makan saja 😀 Tapi tidak bagi orang Jepang. Pertandingan baseball antar SMA berlangsung di musim panas, kegiatan menonton kembang api (hanabi) juga berlangsung di musim panas, dan open campus di Nagoya University juga berlangsung di musim panas. Dan saya tidak bisa berlibur karena harus mengerjakan disertasi di musim panas 🙂

Mahasiswa asing sebagian pulang ke negaranya, sebagian lagi mengisi liburan dengan uang jatah berlibur dari Kementerian Pendidikan Jepang sebesar 10,000 yen setahun. Tahun ini saya tidak mendaftar, karena terlambat mengetahui form pemberitahuan yang diletakkan di mail box saya, dan sekaligus bingung harus jalan-jalan ke mana dengan uang segitu :d

Musim panas di Jepang juga identik dengan buah semangka. Satu buah semangka besar bisa berharga 2400 yen. Saya sempat membeli potongannya kemarin, lumayan besar. Menikmatinya sendiri tentu tidak nyaman, maka 2 orang teman membantu saya. Semangka Jepang sangat berbeda dengan semangka Indonesia. Rasa manisnya terasa sekali dan airnya juga banyak. Memakannya dua potong sedang saja sudah membuat kekenyangan.

Libur musim panas kira-kira berlangsung dari akhir Juli hingga awal Oktober. Panjang memang. Tapi bagi anak sekolah di Jepang, sekalipun nama resminya libur, mereka sebenarnya tidak libur benar. Sejak hari belajar dikurangi menjadi 5 hari per pekan, pemerintah mewajibkan guru untuk memberikan aktivitas tambahan buat murid selama musim panas. Anak-anak SD, SMP dan SMA dibebani PR yang cukup banyak, dan sesekali harus datang ke sekolah berdiskusi dengan guru atau mengumpulkan PR-nya. Anak-anak SMA kelas 3 setiap hari tetap masuk untuk bimbingan belajar plus melakukan bukatsudo (klub olahraga atau seni).

Karena anak-anak masuk, maka otomatis guru pun harus masuk. Dan tidak tanggung-tanggung, bukan hanya wali kelas yang wajib hadir atau guru yang memberikan tugas yang harus hadir, tapi semua guru termasuk kepala sekolah. Bisa dikatakan tidak ada hari libur yang mutlak bagi para guru dan pejabat sekolah.

Ya, sekalipun libur, anak-anak tidak boleh berhenti berfikir. Mahasiswa tingkat akhir pun tidak boleh berhenti menulis, sekalipun otak tak bekerja baik karena panas yang menyengat.

Iklan
  1. wah pantas yah kalau orang yg masuk dan lulus dari universitas tokyo itu dipuja puja. Ternyata beban jadi mahasiswa di jepang itu tinggi, yah

  2. Wow, info bagusnih tentang jepang

    http://kertaslecek.blogspot.com

  3. Baru tahu kalo ada jatah uang libur 10.000 yen/tahun. Apakah ini berlaku secara umum, termasuk mhs asing penerima beasiswa mombusho ?

    murni : maaf, telat membalasnya.
    ya, berlaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: