murniramli

Olimpiade dan anak-anak Jepang

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Agustus 13, 2008 at 11:52 am

Ada kebiasaan baru saya sejak olimpiade dilaksanakan yaitu mengecek perolehan medali dan segera menyetel TV setiba di rumah dengan channel khusus yang menyiarkan olimpiade. Walaupun isinya membosankan sebab siaran pemain Jepang yang meraih medali diulang bolak-balik, sampai saya hafal isi wawancaranya, tapi kebiasaan ini tidak bisa diredam.

Memang saya bukan orang Jepang, tapi tinggal di negara ini membuat saya ikut bangga dengan prestasi atlet-atletnya. Ada dua negara yang biasa saya pantau perolehan medalinya, Jepang dan Indonesia. Sayang Indonesia tidak bergerak dari posisi 2 perunggu.

Olimpiade adalah hiburan tersendiri bagi saya yang harus berkutat menulis disertasi, pun juga bagi anak-anak yang tidak sempat pergi ke mana-mana selama musim panas. Ada sebuah kegiatan menarik di Jepang setiap kali ada perhelatan dunia di bidang olah raga, yaitu menonton secara bersama di tempat kelahiran si atlet.

Seperti kemarin, pejudo kelas 63 kg, Tanimoto Ayumi yang berasal dari kota Shin Anjou, Aichi. Pada saat dia bertempur menghabisi lawan-lawannya melalui jurus mengunci (apa namanya dalam judo ya?), ratusan anak-anak dan orang tua di kota Shin Anjo menonton bersama siap dengan terompet dan teriakan : Tanimoto, ganbare ! Sebagian anak adalah anggota kelompok judo tempat Tanimoto biasa berlatih. Saat Tanimoto berhasil membanting lawannya dari Perancis dalam babak final, semua anak berlompatan gembira. Jangan dibayangkan mereka menonton di dalam gedung yang sejuk, semuanya menonton dengan duduk di lantai semen panas di sebuah taman.

Judo adalah olah raga Jepang yang sudah cukup tua dan mendunia. Melihat banyaknya pemain judo Jepang yang berguguran merebut medali emas, membuat miris akan adanya penurunan penguasaan akan olah raga yang lahir dari negara ini. Maka saat wawancara Tanimoto yang berusia 27 tahun mengatakan : ” Dengan kemenangan ini saya ingin menanamkan kembali kecintaan terhadap judo sebagai olah raga Jepang kepada anak-anak” Ya, Tanimoto di usianya yang muda sudah memikirkan bagaimana melanggengkan sebuah kebanggaan di negaranya.

Olimpiade bukan hanya milik orang dewasa. Jika kita rajin mengikuti siaran olimpiade NHK, maka setiap akhir acara si penyiar akan menunjukkan gambar-gambar menarik buatan anak-anak seantero Jepang yang dikirimkan melalui fax. Gambar-gambar tersebut menampilkan wajah-wajah atlet idolanya dan kata-kata semangat atau ucapan selamat atas perolehan medali.

Saya jadi teringat puluhan surat yang saya terima dari sejumlah anak SD Nishi di Inuyama yang saya kunjungi tahun lalu. Anak-anak diminta menuliskan kesan terhadap materi yang saya sampaikan tentang Indonesia. Komentar yang saya terima beragam dan khas sekali anak-anak. Saya masih mengoleksinya hingga kini. Seorang anak kecil di Mie yang pernah saya kenal melalui homestay mengirimkan kartu ucapan terima kasih yang sangat lucu.

Anak-anak di Jepang dibiasakan menulis dan mengarang dalam bentuk sederhana yang sering disebut ‘kansou’ (感想)atau kesan. Tidak hanya anak-anak, tapi hingga PT pun di kelas yang saya hadiri, dosen sering bertanya bagaimana pendapat/kesan anda tentang kuliah ini. Kesempatan ini barangkali yang menyebabkan anak-anak di Jepang sangat produktif menulis dan mereka mempunyai prestasi dari segi pemahaman bacaan dan literatur yang sangat baik dalam seleksi PISA. Sekalipun Bahasa Inggris mereka tidak cukup baik, tetapi mereka sangat menguasai bahasa ibunya.

Dengan banyaknya atlet Jepang yang meraih medali, dan siaran yang menunjukkan bagaimana senangnya menjadi juara, juga dorongan kepada anak-anak untuk menulis komentar, maka saya yakin makin banyak anak-anak yang bercita-cita menjadi atlet besar di Jepang.

Pembinaan olah raga tidak cukup hanya dengan latihan dan uang yang banyak sebagai bonus, tetapi kecintaan kepadanya harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dari berbagai wahana/media.

Iklan
  1. Halo teman-teman yang baik ….
    Kalo saja ada sponsor yang mau memberikan kepada saya tuk pergi ke jepang, wah itu sangat mengasyikkan. Tapi itu hanyalah suatu keinginan. Saya ingin sekali ke Jepang selain melihat Kemajuan teknologi di sana , juga saya ingin melihat dan mempelajari bagaimana para pendidik mendidik anak-anak Jepeng sehingga sedemikian kreatif dan mempunyai visi yang jauh ke depan. Dan saya akan menerapkan di Indonesia terutama di sekolah di mana saya berada. Saya ingin anak-anak Indonesia itu maju-maju and kreatif.
    Semoga and so pasti
    thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: