murniramli

Pendidikan masyarakat di TV Jepang

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Agustus 25, 2008 at 11:01 am

Saya lupa jadwal tayangnya, tapi di sebuah channel TV di Jepang ada sebuah acara tentang pendidikan untuk orang dewasa, judulnya kalau tidak salah, 大人の学習 (otona no gakusyuu), yang artinya pendidikan untuk orang dewasa. Inti acaranya adalah kunjungan ke pabrik-pabrik untuk belajar pembuatan komoditi tertentu. Yang pernah saya saksikan beberapa waktu yang lalu adalah kunjungan ke pabrik Citizen, dan pabrik teh botol “Itoen” yang terkenal itu.

Saya tidak ingin menceritakan isi kunjungannya tetapi ingin berbagi pendapat bagaimana seharusnya siaran TV harus direformasi agar tidak sekedar berisi sinetron atau acara hiburan yang minim nilai pendidikannya. Merombak acara TV yang terlalu padat hiburan memang bukan pekerjaan yang mudah dan sekaligus mungkin akan ditinggalkan oleh para pengiklan. Tapi orang-orang TV harus menjadi promotor perbaikan nasib bangsa. Sudah 63 tahun merdeka, mestinya ada kesadaran mencerdaskan bangsa dengan menyajikan tampilan yang bernilai mendidik.

Angka partisipasi pendidikan tinggi di Jepang mencapai lebih dari 90% berkat dorongan yang kuat dari pemerintah dengan memberikan kemudahan dan fasilitas pendidikan yang layak bagi warganya. Ini pula yang menyebabkan segala aspek pembangunannya maju. Petani-petani di Jepang kebanyakan adalah lulusan minimal SMA Pertanian, yang sebagian besar mempersiapkan generasi keturunannya agar dapat mengelola dan melanjutkan kegiatan bertani yang semakin modern, dengan cara mengirim anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di jenjang PT.

Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka acara di TV swasta sekalipun, selalu berisikan program-program yang sarat nilai pendidikan, di samping tidak melupakan unsur hiburan. NHK sebagai TVRI-nya Jepang adalah garda terdepan dalam penyajian acara-acara pendidikan. Dari pagi hingga pagi lagi semua acaranya adalah materi yang mendidik, termasuk drama dan filmnya.

Sebagai contoh, orang Jepang sangat gemar bertamasya ke luar negeri. Kegiatan bertamasya tersebut bukan untuk belanja atau sekedar melepaskan stress menumpuk karena bekerja, tetapi banyak di antara mereka berpetualang untuk mengenal suku, budaya, makanan, kebiasaan penduduk dunia. Untuk mengantisipasi ini, di beberapa channel TV swasta terdapat program kunjungan selama 1-2 pekan artis terkenal ke belahan bumi yang barangkali belum dikenal oleh masyarakat Jepang, atau tinggal di rumah sungai penduduk di aliran Sungai Mekhong, atau di tenda-tenda orang Mongolia yang membentang sepanjang padang rumput di Asia Timur.

Sebuah acara yang dikelola oleh 5 orang penyanyi muda grup terkenal di Jepang juga menghadirkan hal-hal yang berbau ilmiah dalam setiap episodenya. Misalnya, beberapa waktu yang lalu mereka mempertunjukkan buah-buah aneh dari belahan dunia, atau masakan unik dari seantero Jepang. Acara yang lain berupa kuis yang diikuti oleh artis-artis terkenal menguji tentang kemampuan membaca kanji, pemahaman tentang sejarah ataupun tentang kemampuan Bahasa Inggris, sekalipun sangat menggelikan karena rata-rata orang Jepang tidak memahami dengan baik bahasa ini.

Selain acara entertaintment, tentu saja ada kegiatan yang benar-benar serius belajar, misalnya kunjungan artis ke perusahaan-perusahaan seperti acara 大人の学習、大人の見学.

Pagi ini ada sebuah film dokumenter pendek dengan pengambilan gambar yang sangat menawan tentang kehidupan seorang petani dan anaknya. Digambarkan bagaimana mereka mengelola sawah yang begitu luas hanya berdua, dan tidak hanya itu, yang mengharukan adalah percakapan sang bapak kepada anaknya tentang masa depan sawah. Dia mengharapkan anaknya bertahan mengurusi padi-padi yang demikian subur dan tidak putus asa sekalipun gagal. Ya, banyak pemuda Jepang yang lebih menyenangi pekerjaan di Tokyo dan kota-kota besar lainnya daripada berdekam di desa untuk menjadi petani. Tapi si ayah dan anak punya cara untuk membuat pekerjaan itu menyenangkan, mereka mengundang anak-anak SD untuk datang ke sawahnya, mengenal makhluk-makhluk di sawah, cara bercocok tanam dan menikmati kelezatan beras panenan berupa onigiri (penganan nasi berbentuk segitiga-seperti lemper atau arem-arem di Indonesia).

Film-film dokumenter yang disponsori oleh SONY Corp. pernah menampilkan keindahan alam Irian Jaya. Keelokan burung cenderawasih, kebiasaaan makan ulat orang-orang Asmat, dan keahliannya mengolah sagu. Suatu kali juga ditampilkan pemandangan gunung Jayawijaya yang sungguh elok. Saya sampai terharu menyaksikan keindahan negeri sendiri dari gubahan bangsa lain. Film-film ini tidak saja penyajian gambarnya yang sangat menawan tapi musik pengiringnya pun tertata dengan apik dan sangat menyentuh.

Sebuah film dokumenter tentang keperkasaan dan kearifan seorang penangkap ikan yang tinggal di daerah Satoyama, bernama Pak Sanggoro pun pernah membuat saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikannya dan karena saking memikatnya penggambaran warga Satoyama dalam menjaga kebersihan sungai-sungainya, saya menyimpan rekaman itu dalam iPod.

Beberapa waktu lalu, saya juga belajar tentang ubur-ubur yang bisa mencapai 20 meter tingginya/panjangnya dan beratnya bisa mencapai 200 kilo. Sekaligus terpesona dengan eksperimen yang ditunjukkan oleh seorang peneliti senior di sebuah universitas untuk membuktikan terdiri dari materi apakah tubuh ubur-ubur. Professor memasukkan sebuah ubur-ubur dengan berat kira-kira 2 kilo ke dalam microwave, dan sesudahnya tubuh ubur-ubur mengkerut sebesar 85%. Ya, ubur-ubur pada hakikatnya adalah makhluk yang terbuat dari air. Ketika dicobakan kembali dengan eksperimen yang lain, yaitu membekukannya dengan suhu -60, ubur-ubur ternyata membeku tetapi tidak mati. Dia hanya mengalami dormansi untuk bertahan hidup di suhu dingin, sebagai bentuk survive di kedalaman laut.

Kegiatan mengundang professor terkenal dalam bidang sains tertentu bukan hal yang langka di Jepang. Banyak acara TV yang menghadirkan mereka sebagai penyiar ilmu. Dan tidak ada sama sekali tergambar rasa keengganan atau terganggu dengan kunjungan kru TV ke laboratorium-laboratorium mereka. Sayang sekali di Indonesia, peneliti-peneliti di Universitas atau lembaga peneliti milik negara masih menjadi menara gading dengan penelitiannya. Atau mungkin juga karena mereka belum diajak oleh para pengelola perTV-an.

Well, saya menjadi berilmu dengan tontonan seperti itu dan berharap produser, insan TV di Indonesia pun mempunyai keikhlasan menyajikan hal yang baik kepada bangsa yang seharusnya sudah sangat maju tetapi belum juga.

Iklan
  1. wahh………
    andai saja TV di Indonesia bisa seperti itu…..

  2. Sangat memikat reportase anda, tayangan mengenai reality show di tanah air juga banyak khususnya tentang hewan-hewan dan juga fenomena alam.

    Mengenai kemanusiaan, memang Indonesia sangat kurang. Sinetron terlalu banyak mendominasi. Semoga ada produser yang bisa membuat tayangan bermutu seperti di Jepang.

    Thanks

  3. Benar, di Indonesia memang untuk beberapa TV masih di dominasi oleh sinetron. Tapi sekarang sudah mulai banyak sekali tayangan-tayangan yang bermanfaat kok bu Murni. Metro TV dan TV One contohnya… Di TV One, hampir tiap malam ada pembahasan mengenai sejarah Indonesia dan metro TV walau masih didominasi berita saja, film-film dokumenter dan acara-acaranya bagus sekali. TV Elshinta acaranya juga bagus-bagus dan Space Toon TV khusus anak-anak sudah lumayan. Ada Happy holy kids, cooking Class, Pintar Menggambar,.Trans TV dan Trans 7 musti diberi apresiasi dengan tayangan-tayangan anak-anak yang okeh punya seperti si bolang, surat sahabat, Jalan Sesama, Cita-citaku, dan laptop si Unyil. Untuk dokumenter ada jejak petualang, catatan si gundul, Asal-Usul.

    Coba kita simak jadwal TV One hari ini:
    TV Schedule: Thursday 28 August 2008
    00:00- 01:00 Live News
    Kabar Malam
    01:00- 02:00 –
    Debat
    02:00- 02:30 –
    Mata Kamera
    02:30- 03:30 –
    Apa Kabar Indonesia Malam
    03:30- 04:00 –
    Menyingkap Tabir
    04:00- 04:30 –
    Titian Kalbu
    04:30- 06:00 Live News
    Kabar Pagi
    06:00- 06:30 Live Sport
    Kabar Arena
    06:30- 08:30 Live News
    Apa Kabar Indonesia
    08:30- 09:00 –
    Bunga Rampai
    09:00- 09:30 Live News
    Kabar 9
    09:30- 10:00 Live News
    Kabar Pasar
    10:00- 10:30 –
    Pariwara
    10:30- 11:00 –
    Dunia Belanja
    11:00- 12:00 Documentary One
    Serengeti : Hunter Of The Night Lions & Hyenas Balance Of Power
    12:00- 13:00 Live News
    Kabar Siang
    13:00- 13:30 Wild Indonesia
    Backpacker
    13:30- 14:00 Live Produksi
    Expose
    14:00- 15:00 Live Produksi
    1 Satunya
    15:00- 15:30 Live News
    Kabar Sore
    15:30- 16:00 Live News
    Kabar Pasar
    16:00- 17:00 –
    Debat
    17:00- 18:00 Documentary One
    Jaguar, Eater Of Souls
    18:00- 19:00 Live News
    Kabar Petang
    19:00- 19:30 –
    Kabar Tokoh
    19:30- 20:30 –
    Debat Parpol
    20:30- 21:00 –
    Telusur
    21:00- 22:00 Live News
    Apa Kabar Indonesia Malam
    22:00- 23:00 Sport One
    Real Football Factories
    23:00- 00:00 –
    Hitamnya Hitam

    Jadwal Metro TV hari ini:

    Kamis, 28 Agustus 2008
    Jam Acara8/28/2008
    04:58 Opening New Day:
    05:00 Headline News:
    05:05 Metro Pagi:
    06:00 Headline News:
    06:05 Sport Corner:
    06:30 Editorial Media Indonesia:
    07:00 Headline News:
    07:05 Indonesia This Morning
    07:30 Metro Xin Wen:
    08:00 Headline News:
    08:05 The Breakfast Club:
    08:55 CAMERA CAFE : KARAOKE BARENG
    09:00 Headline News:
    09:05 ELECTION UPDATE PAGI
    09:30 News Flash:
    09:35 Market Review:
    10:00 Headline News:
    10:05 RACHAEL RAY SHOW : CSI – MIAMI’S EMILY PROCTER
    11:00 Headline News:
    11:05 Oasis: JALAN – JALAN JAKARTA
    11:30 PERISKOP SIANG
    12:00 Headline News:
    12:05 Metro Siang:
    12:30 News Flash:
    12:35 SECRET OPERATIONS
    13:00 Headline News:
    13:05 Metro Realitas:
    13:30 EARTH FROM ABOVE : THE EARTH – PART 2
    14:00 Headline News:
    14:05 EARTH FROM ABOVE : THE EARTH – PART 2
    14:30 ELECTION UPDATE SORE
    15:00 Headline News:
    15:05 Bisnis Hari Ini:
    15:30 Public Corner:
    16:00 Headline News:
    16:05 GREEN MATTERS
    16:27 CAMERA CAFE : BUNGA
    16:30 World News:
    17:00 Headline News:
    17:05 FOOLED BY NATURE : FANCIFUL FAMILIES
    17:30 PERISKOP SORE
    18:00 Headline News:
    18:05 Metro Hari Ini:
    19:00 Headline News:
    19:05 Suara Anda:
    19:30 News Flash:
    19:32 THE CANDIDATE : RATNA SARUMPAET
    20:00 Headline News:
    20:05 THE CANDIDATE : RATNA SARUMPAET
    20:30 FOOLED BY NATURE : CRAZY CLIMBERS
    20:55 CAMERA CAFE : BELA DIRI
    21:00 Headline News:
    21:05 Top Nine News:
    21:30 Welcome to BCA
    22:00 Headline News:
    22:05 KABARET : ENERGI NUKLIR
    23:00 Headline News:
    23:05 Metro Sports:
    23:30 Metro Malam:
    00:00 Headline News:
    00:05 SMART DRIVE
    00:30 World News:
    01:00 Headline News:
    01:05 Suara Anda:
    01:30 Bisnis Hari Ini:
    02:00 Headline News:
    02:05 Metro Sports:
    02:30 Metro Malam:
    03:00 Headline News:
    03:05 FOOLED BY NATURE :
    03:30 Oasis: JALAN – JALAN JAKARTA
    04:00 Headline News:
    04:05 Dunia Kita:
    04:30 PERISKOP SORE

    Beberapa TV seperti SCTV, RCTI, Indosiar dan TPI memang masih tetep norak dengan sinetron-sinetronnya itu.

  4. waduh, senangnya….
    terima kasih banyak Mba Alifia sudah mencantumkan program acara TV hari ini di Indonesia.
    Kelihatannya memang ada kemajuan.
    Tinggal mengompori warga agar mengurangi tontonan sinetron dan beralih ke tontonan yg mendidik.

  5. Mbak Murni wrote:
    “Sayang sekali di Indonesia, peneliti-peneliti di Universitas atau lembaga peneliti milik negara masih menjadi menara gading dengan penelitiannya”.

    Mbak Murni, saya kurang faham maksud “menara gading” itu apa. Definisinya apa ya, mbak ? Kalau yang dimaksud dengan menara gading adalah “riset yang tidak membumi” ya tentu saja ada sebagian yang seperti itu. Misalnya yang masuk kategori riset dasar (kiso kenkyu), tidak mudah difahami awam: gunanya untuk apa. Yang sering dibilang “riset membumi” itu yang masuk kategori aplikatif (ouyou/kaihatsu kenkyu). Tapi kedua-duanya tetap perlu dilakukan di Indonesia. Hanya saja mungkin perlu diatur proporsinya. Riset dasar itu tetap bermanfaat dan mutlak diperlukan, tapi waktu yang diperlukan untuk membuktikan manfaatnya lebih panjang daripada riset kategori aplikatif. Lembaga biologi molekuler Eijkman adalah salah satu institusi yagn banyak melakukan riset kategori ini.

    murni : Wah, Pak Anto…apa kabar?
    Saya sepakat dengan penjelasan Pak Anto.

    Tapi kalimat yang saya tulis, bukan bermakna seperti penjelasan Pak Anto.
    Mohon dipahami dengan mengikutkan makna kalimat-kalimat di atasnya dan tema tulisan.
    Pada bagian tsb, saya ingin menekankan bhw peneliti di Jepang seperti yg saya saksikan di program TV (dan tentunya Pak Anto lebih sering menonton daripada saya dulu 😀 ), banyak terlibat (tepatnya “diundang”) dalam program-program TV yang berbau sains. Sedangkan di Indonesia saya belum pernah melihat ini. Entah karena tidak diundang sebab tidak ada program TV seperti itu di Indonesia, atau bisa dimaknakan yang lain bahwa peneliti belum mengajak masyarakat awam untuk mengenal, memahami karya besarnya.
    Jadi saya pakai kata “menara gading dengan penelitiannya”.
    Saya sedang mencari kalimat yang tepat, seandainya kalimat di atas “mengganggu” atau bermakna lain.

    matur nuwun komentar dan pencerahane, Pak.
    salam u Mba Ine dan cs-nya

  6. TeleVision [pandangan jauh]= si kotak media ajaib gerak 3 dimensi berkemampuan “terobos” hambatan politis hapus rintangan tabu dan pengaruh daya tariknya dari biasa s/d. kecanduan dari nilai keluarga-2 di dalam rumah. sungguh teramat disayangkan kala potensi, kurang pas pemanfaatannya… ;
    semoga para penata program acara plus pemilik stasiun TV, berkenan mengubah komposisi, dari hiburan s/d menyesatkan ke hal-hal produktif & positif, karna peran Depkominfo/komisi penyiaran
    tak segarang dulu dlm hal mengatur rambu acara,

    tinggal kapan kiranya dan bagaimana caranya membuat masyarakat akan mencapai titik jenuh [bosan] disuguhi tontonan demikian, itu saatnya program TV otomatis beralih ke acara tayang lebih bermutu…. kalau tak ingin ditinggal pemirsa setia

    kiranya mbak murni bisa memberi resepnya…. bukan?

  7. Mbak Murni,
    Terima kasih atas penjelasannya. Kalau maknanya demikian, memang benar. Acara TV di Indonesia didominasi oleh tontonan tak bermutu. Drama, sinetron kualitasnya parah. Saya sebelumnya sering menonton sinetron. Tapi akhirnya kualitasnya mengecewakan. Ceritanya dijiplak dari sana sini (kadang dari cerita komik/drama di Jepang). Kesan saya akting dan ceritanya rendah kualitasnya. Terkesan mengejar jam tayang, dan dibuat terburu-buru. Kadang dipanjang-panjangkan dengan perkembangan cerita yang tak masuk akal. Tentunya nggak jauh dengan masalah rating yang berkaitan dengan rupiah yang diraup.

    Peneliti bukannya tidak ada keinginan mengenalkan penelitiannya. Kalau ke media TV sulit mbak. Tergantung pihak TV-nya ada yang mengajak atau tidak, ada program ke arah sains atau tidak. Tapi rasanya tidak mudah membuat program spt ini. Ratingnya jelas kalah dengan sinetron, maupun indonesia idol, dan berbagai idol2 yang lain. Apakah ada produser yang mau membuat acara yang “kering” seperti ini ?

    Cara yang memungkinkan bagi peneliti adalah mengirim tulisannya ke media massa (misalnya netsains.com). Tetapi ini pun kadang tidak memuaskan. Tulisan saya dulu diedit oleh wartawan tanpa kompromi dan konfirmasi terlebih dahulu, sehingga artinya berubah total. Padahal akhirnya sebagai author, saya harus bertanggung jawab dengan isinya. Hal ini yang membuat saya sementara ini agak malas mengirim tulisan ke media massa. Cara lain yang bisa ditempuh adalah lewat keaktifan di milis-milis ilmiah, blog dsb. Tentunya dampaknya tidak sebesar kalau menulis di koran atau keluar di TV.

    Menara gading penelitian terjadi bukan karena kesalahan pada peneliti saja. Tanggung jawabnya ada pada pihak media massa, masyarakat, atau dengan kata lain tanggung jawab kita semua.

    Ditunggu kehadiran mbak Murni di tanah air untuk bersama-sama turut menyelesaikan masalah ini, mbak. Generasi muda di Indonesia menunggu kehadiran mbak Murni dan para peneliti handal lainnya untuk meraih kemajuan.

  8. […] Artikel ini dan tulisan lain tentang dunia pendidikan di Jepang dapt di akses di: Pendidikan masyarakat di TV Jepang […]

  9. Film-film dokumenter yang disponsori oleh SONY Corp. pernah menampilkan keindahan alam Irian Jaya, judulnya apa ya?

    murni : waduh, Mas lupa. Sdh lama sekaliii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: