murniramli

Jalan

In Islamologi, Renungan on Agustus 26, 2008 at 2:11 am

Untuk menuju ke kampus, banyak jalan yang bisa saya tempuh, baik dengan naik sepeda, jalan kaki ataupun naik kereta bawah tanah. Tapi ada jalan-jalan tertentu yang saya sangat sukai, maka selalu saja saya melewati jalan itu tanpa berfikir panjang.

Jalan itu adalah jalan agak berliku, sedikit menanjak, melewati bunga oranye yang menggelantung seperti Passiflora, lalu menanjak lagi, menyusuri dinding batu sebuah temple terkenal di kota Nagoya (Toganji) lalu meluncur melewati hutan kecil di samping Fak. Pertanian dan berbelok ke arah pintu masuk utama kampus. Turun dari sepeda, karena musim panas saya akan lewat jalan pintas masuk ke lorong-lorong integrated office, naik tangga hingga lantai 3 dan masuk ke ruangan.

Selain rute tetap tersebut, ada beberapa alternatif yang sebenarnya bisa saya pilih. Bersepeda menghirup udara segar adalah kesenangan yang paling nikmat di pagi hari. Saya biasanya lambat-lambat mengayuh, memperhatikan setiap perubahan yang ada di jalan yang saya susuri. Hampir tidak ada yang berubah memang sebab masih musim panas. Semuanya masih hijau.

Tiba di kampus selalu saja sedikit ada yang menekan. Entah karena bangunannya yang menjulang yang menggambarkan kekerasan, atau karena sudut-sudut lorongnya yang kaku, atau karena orang-orangnya terlalu serius. Entahlah ! Untuk mengurangi rasa tertekan itu, biasanya saya akan jalan berputar mencari pohon atau deretan bunga. Untunglah di lantai satu fakultas psikologi ada seseorang yang begitu gemar dengan bunga sehingga menjadi cantiklah lantai teras fakultas. Kalau saya datang pagi-pagi, bunga-bunga masih basah kuyup sebab pemiliknya telah memandikannya. Segar sekali ! Ada pula 2 pohon tomat cherry yang sudah hampir jatuh karena keberatan buah, tapi tak juga dipetiknya. Saya selalu berfikir, pohon tomat itu pasti menangis karena merasa tidak bisa memberi manfaat dengan membiarkan buah-buahnya menggelantung hingga busuk. Selain bunga-bunga dan tomat itu, di sebuah kebun praktek kecil milik mahasiswa fakultas pendidikan ada sebatang Helianthus annuus yang berdiri gagah menyapa sesiapa saja yang melewatinya. Dia seperkasa matahari yang menyengat.

Memilih jalan-jalan itu ibaratnya memilih jalan kehidupan. Jalan yang melewati kampus pertanian adalah jalan yang tersejuk dibandingkan dengan jalan di seberangnya yang tersinari matahari penuh. Saya atau banyak orang yang lain lebih suka memilih jalan yang adem ayem, nyaman dan tenteram. Tapi sesekali jika ingin merasakan sedikit penderitaan, maka kadang-kadang pula saya tempuh jalan itu.

Ketika TK dulu, bapak dan mamak saya hanya mengajarkan satu jalan untuk pulang ke rumah kami dari TK. Jalan itu berupa menyeberangi alun-alun kota. Ya, sebenarnya ada jalan lain, tapi beliau tidak memperkenalkannya karena alasan yang klise, banyak mobil, berbahaya. Banyak jalan yang dikenalkan kepada saya setelah itu oleh orang-orang berjasa selain bapak dan mamak. Saya beruntung karena mereka memperkenalkan saya kepada jalan yang yang baik.

Jalan yang saya tempuh sekarang seperti mendaki gunung. Semakin melangkah, semakin menyesakkan dada. Bukan saja karena oksigen semakin menipis tetapi sesak karena sebentar lagi saya akan sampai puncak, dan setelahnya saya harus turun ke lembah yang penuh kedamaian.

Jalan…memang banyak! Tapi semuanya menuju ke perkampungan abadi yang sama, hanya terminalnya berbeda.

Iklan
  1. waduh, dalam sekali sih bu isinya?…

    btwy, saya juga sekarang bersepeda…cheaper, healthier, environment friendly juga….

    Ganbate!!! (Ayo, saya bantu doa dari jauh)…

    murni : matur nuwun doa-ne, Pak Bisma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: