murniramli

Membuang minyak bekas

In Serba-Serbi Jepang on September 23, 2008 at 2:10 am

Ibu Teni yang terkenal pintar masak di Nagoya lagi baik  hati memberikan saya makanan kesukaan, ikan asin dan kemarin saya menggorengnya hingga baunya menyengat seluruh asrama 😀

Minyak bekas hasil menggoreng harus dibuang, tetapi ada pengumuman dari Perusahaan Air Minum kota Nagoya untuk tidak membuang segala cairan berminyak ke saluran pembuangan di manapun. Dengan peraturan ini, air yang mengalir melalui kran-kran di seluruh kota dapat diminum dengan aman.

Jadi bagaimana caranya membuang minyak bekas ?

Ada banyak cara yang bisa ditempuh :

1. Gunakan tissue masak (yang agak tebal) untuk menyedot minyak lalu buang tissue tersebut di dalam plastik untuk sampah burnable (yang bisa dibakar). Jika tak ada tissue masak, gunakan kertas koran atau kertas buram lainnya.

2. Boleh juga menggunakan kotak susu bekas, masukkan minyak ke dalamnya, lalu masukkan koran yang bisa menyerap minyak, dan buang sebagai sampah burnable.

3. Beli ini :

固めるテンプル

Namanya 固めるテンプル(katameru tenpuru), artinya templar untuk membekukan. Bisa didapat di supermarket dengan ukuran pakai 5 kali atau 10 kali pakai. Bentuknya berupa bubuk yang dimasukkan ke dalam minyak panas yang sudah dipakai menggoreng. Setelah minyak beku, tinggal dibuang ke sampah burnable.

4. Sebagai pengganti membeli katameru tenpuru, bisa juga pakai cara kolokan saya 😀
masukkan minyak ke kantung plastik, lalu masukkan ke dalam freezer dan bekukan. Setelah beku dibuang, tapi kadang-kadang ada minyak yang ga bisa beku, sebab freezer saya kurang dingin 😀

Demikianlah banyak cara untuk berbuat bijak kepada lingkungan kita.

Iklan
  1. Wesss, rayuannya boleh juga Mbak Murni… katameru tenpuru itu bisa juga dibeli di 100 yen shop dalam kemasan yang kecil, jadi bagi para bujangan yang jarang masak gak harus beli dalam kemasan yang banyak.
    Oya Mbak lain kali kalo mo masak ikan asin, bisa dikurangi baunya dengan cara:
    1. Ketika goreng, coba masukkan naganegi alias daun bawang yang sudah dipotong2;
    2. Celupkan ikan asin ke dalam tepung sebelum di goreng;
    3. Kalo kompornya ada panggangan, ikan asin setelah dicuci celupkan ke dalam minyak lalu panggang disana (ini cara yg selalu saya pake). Hasilnya seperti digoreng.
    4. Ditutup saat goreng dan begitu ikan selesai diangkat, tutup kembali wajan sampai dingin.

    Kalo kata Mbak Devi K, goreng ikan asin barengan dengan ngerebus sayuran disampingnya juga bisa mengurangi bau. Ikan asin memang enak, tapi pas ngolahnya bikin deg2an disini mah…

  2. matur nuwun Ibu Teni tips2nya.
    Saya malah menggoreng ikan asin jam 12 malam, pas semua orang sudah tidur hheehe…karena baru nyampe rumah jam segitu.

    Oya, bagi orang Sulawesi, ikan adalah makanan utama. Ada ikan kannasa, namanya (Mba Devi ato Pak Utank mungkin tahu), menurut saya ini ikan yang paling asin yang ada di dunia hehehe…biasanya kalau makan ikan ini kami cuma ambil sejumput kecil dagingnya. Jika orang Sunda makan ikan asin dengan sambal mateng, maka keluarga kami biasanya makan ikan asin dengan bertemankan cabe rawit yang digerus dan ditetesi perasan jeruk atau sambal tomat mentah.

    Cara lain masak ikan asin yg dulu sering saya coba adalah dicemplungin ke dalam nasi di rice cooker. Dijamin nasinya jadi asin hehehe….
    Btw, saya punya kebiasaan nyemplungin macem2 bahan ke dalam nasi, misalnya raisin, sakura ebi, daun salam, telur (u matengin telur maksudnya).
    Kayaknya menarik juga kalo praktek berikutnya nyemplungin jagung manis, polong2 an atau keju hehehe…

  3. Ini cara saya kalau buang minyak bekas. Letakkan pampers bekas Ariq di tempat ‘moeru gomi’ dalam keadaan terbuka, tuang minyak bekas di atas pampers bekas tsb. Sekali meyelam minum air…..

  4. Wuah…ibu-ibu ini ternyata kreatif ya…terutama bunda Azka. Tapi kayaknya sulit dipraktekkan mbak Murni dong. Kecuali mbak Murni lagi pakai pampers 😀

    IneAnto

  5. wah…. ada pengetahuan baru nih…. buang minyak sayur/vegetable oil [bekas pakai] saja khoq dilarang PDAM-kota Nagoya ; lha jikalau ndik Surabaya PDAM-nya malah rikuh/pekewuh sama Pabrikan yg suka “minum” air mentah lantas “muntah” limbah ke alur sungai dijadikan sumber air baku wong sak kota Suroboyo ….

    bisa disimpulkan demikian,”wong suroboyo lebih “sterk/sakti” ketimbang tiang Nago..ya..!” atau…..
    karna ketidakmengertian apa ketidakpedulian apa
    karna tu “urusan” masing2 bagian, boleh jadi bagi-2 barokah, u/ produsen alat penjernih air & berkah penyakit u/ memakmurkan klinik/RS. & infrastruktur didalamnya?

    semoga guratan kertas diatas mem”bangun”kan tidur panjang kaum “belajar” mengaji lingkungan
    selama ini baru mengkaji & debat tekstual/wacana
    enggan mengaji faktual, kali pekewuh sama wal tukar padu/gelut profesi saudara2 lainnya…

    mbak tolonglah…
    disertakan kena apa, mengapa & musti bagaimana
    dilakuin oleh PDAM-tjap Nagoya,khoq penduduk-e
    pada mbangun turut termasuk pemilik pabrikan tu

    apa ada hubungan ajaran agama-kelestarian nilai budaya/kultur-pendidikan- mamu mengubah dan berpengaruh kuat terhadap pola pikir-sikap-watak- perilaku seseorang …? benarkah bisa…..

    rasanya khoq skadar “proses harus dijalani & diakhiri” secepatnya lantas kita bisa bebas berbuat semaunya….??? sepertinya ajaran ilmu itu ndak mbarokahi malah malati [mbikin bencana/ merusak tambah puinter]

    apa mereka menjalani amalan dharma & takut balasan “karma pala” ya..? bahwa manusia [insan dimuliakan derajatnya] harus saling menjaga dan tidak menyakiti atau m’renggut kehidupan sesama makhluk di dunia.., biar tak melorot derajat dibawah manusia kelak saat reinkarnasi….?
    Sungai, sumber kehidupan biota, ikan ; menerkam ulang tulisan yg kemaren “amalan yang mengalir” dst…

    …..

  6. klo d indonesia ada gak bubuknya yang buat bekuin minyak itu??? namanya apa???

    murni : maaf, saya tak tahu

Tinggalkan Balasan ke ardi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: