murniramli

Archive for Oktober, 2008|Monthly archive page

Penjurusan SMA di Jepang

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, SMA di Jepang on Oktober 31, 2008 at 2:27 pm

Penjurusan SMA di Jepang hampir sama dengan sistem yang diterapkan di beberapa negara, tetapi menarik untuk melihat course/jurusan yang ditawarkan oleh sekolah swasta. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Hal-hal kecil

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan on Oktober 31, 2008 at 1:27 pm

Hal-hal kecil yang membuat saya penasaran : Baca entri selengkapnya »

Penelitian itu menyenangkan

In Penelitian Pendidikan, Renungan, Serba-Serbi Jepang on Oktober 29, 2008 at 10:38 am

Ha ?
Banyak yang tidak sependapat barangkali. Tak apalah. Baca entri selengkapnya »

Menghargai penganan tradisional

In Belajar Kepada Alam, Serba-Serbi Jepang on Oktober 27, 2008 at 4:02 am

Setiap bangsa memiliki kekhasan dalam makanannya. Bahkan dalam skala yang lebih kecil, setiap suku memiliki makanan tradisional. Daerah kelahiran saya, Bone terkenal dengan “barobbo, baje utti, bolu peca, lawa’, pallumarang, barongko,tumpi-tumpi”. Makanan ini ada yang menjadi makanan khas pada saat kendurian ataupun ada yang menjadi makanan kecil di acara minum teh di sore hari. Baca entri selengkapnya »

Tatemae dan Honne, bukan tabiat orang Jepang saja

In Serba-Serbi Jepang on Oktober 25, 2008 at 12:25 pm

Dalam menjalankan fungsinya sebagai makhluk sosial, manusia harus pandai-pandai memainkan anggota tubuhnya, termasuk memainkan karakternya 😀 Baca entri selengkapnya »

Penjurusan di SMA

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Oktober 25, 2008 at 11:43 am

Penjurusan atau Course yang ditawarkan di level pendidikan menengah diterapkan di Indonesia sejak jaman Belanda. Sekolah HBS yang merupakan Sekolah Menengah untuk anak-anak Eropa, dan AMS yang merupakan sekolah menengah atas untuk anak-anak pribumi pertama kalinya dibagi atas 2 course yaitu Budaya (Kelompok A) dan Sains (kelompok B). Pada masa-masa selanjutnya sistem penjurusan di Indonesia diterapkan sejak SMP, yang kemudian dihapuskan pada tahun 1962. Sistem penjurusan kemudian hanya dikenal di SMA dengan 3 macam jurusan yaitu A (sains), B (bahasa/budaya) dan C (sosial). Pengistilahan ini mengalami perubahan dan spesifikasi pada masa-masa berikutnya seperti A1, A2, A3, dan A4. Dan akhirnya kembali seperti sekarang, penamaan jurusan tidak lagi menggunakan lambang huruf atau angka, tetapi dengan kategori IPA, IPS, dan Bahasa. Baca entri selengkapnya »

Diskusi Pendidikan Karir di Jepang

In Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Serba-Serbi Jepang on Oktober 23, 2008 at 11:44 am

Sama seperti di Indonesia, di Jepang juga ada biro konseling yang mengarahkan siswa untuk memilih karir atau universitas yang cocok setelah mereka tamat. Sebagian pakar mengatakan bahwa konseling adalah bagian dari pendidikan karir, dan sebagian lagi mengatakan bahwa konseling adalah bagian dari manajemen sekolah. Baca entri selengkapnya »

Alokasi anggaran pendidikan Jepang

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Oktober 20, 2008 at 10:48 am

Tahun 2007, Kementerian Pendidikan, Olahraga, Budaya dan Teknologi Jepang (MEXT) menetapkan dana pendidikan sebesar 5,270.5 billion yen. Berikut adalah alokasi anggaran yang diterbitkan oleh MEXT dalam situsnya. Baca entri selengkapnya »

Asalkan banyak uang ‘baka’ juga tidak mengapa

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Oktober 19, 2008 at 10:07 am

Pagi tadi murid saya, seorang Ibu berumur 50 tahun, tetapi masih gesit, awet muda dan sangat luas wawasannya menceritakan sebuah fenomena baru di kalangan artis Jepang, yang dikenal dengan istilah バカ芸能人(baka geinoujin). Kata “baka” berarti “tolol”, “nggak pinter”. Baca entri selengkapnya »

Penggusuran kebun anak TK di Osaka

In Serba-Serbi Jepang on Oktober 17, 2008 at 12:18 pm

Kemarin dan tadi pagi, sebuah channel TV menyiarkan tentang berita penggusuran kebun ubi jalar yang ditanami anak-anak sebuah TK di Osaka. Digambarkan bagaimana petugas pemerintah mencabut ubi jalar tersebut dan orang tua murid menghalangi mereka dengan segala upaya. Sebagian menangis dan anak-anak TK pun menangis ketakutan. Baca entri selengkapnya »