murniramli

Penggusuran kebun anak TK di Osaka

In Serba-Serbi Jepang on Oktober 17, 2008 at 12:18 pm

Kemarin dan tadi pagi, sebuah channel TV menyiarkan tentang berita penggusuran kebun ubi jalar yang ditanami anak-anak sebuah TK di Osaka. Digambarkan bagaimana petugas pemerintah mencabut ubi jalar tersebut dan orang tua murid menghalangi mereka dengan segala upaya. Sebagian menangis dan anak-anak TK pun menangis ketakutan.

Di lain tayangan ditampilkan Gubernur muda Osaka, Toru Hashimoto yang memiliki anak 7 orang, meminta masyarakat untuk memahami kebijakan pemerintah untuk membangun jalan di daerah tersebut.

Secara sepintas jika melihat kejadian itu, siapa pun akan mencaci kekejian pemerintah. Apalagi memandangi ubi jalar yang sudah menggembung, siap di panen, orang tua yang menangis meminta dengan sangat agar ditunda hingga 2 minggu supaya anak-anak dapat menikmati panen. Tapi menunda penggusuran selama 2 minggu berakibat hilangnya uang pemerintah sebesar 600 juta.

Pemerintah Osaka telah mengingatkan TK bersangkutan 5 tahun yang lalu, bahwa akan dibangun jalan melintasi kebun tersebut. Dan informasi ini telah disampaikan berkali-kali, jadi penggusuran tidak bisa dikatakan sebagai tindakan mendadak. Sebagian pihak menyalahkan pihak TK yang memaksakan diri untuk membuka kebun di lahan yang dimaksud.

Tapi sebagian lagi menyayangkan tindakan penggusuran yang disaksikan langsung anak-anak, dan bersimpati kepada ketekunan anak-anak menanam ubi jalar yang terlihat berhasil dengan cukup baik.

Memang sangat dilematis. Sebab uang yang dipakai untuk membangun jalan adalah uang pajak warga Osaka. Dan anak-anak TK yang menanam ubi jalar itu adalah calon pemimpin Osaka di masa depan. Uang 600 juta telah digunakan untuk melukai hati anak-anak kecil itu.

Sayang sekali kekejian, pertengkaran harus disaksikan oleh anak-anak kecil. Kenangan buruk ini akan menjadi trauma mendalam. Mereka telah diajari membenci pemerintah sejak dini !

Iklan
  1. Itu masih jauh mendingan daripada yang sering terjadi di Indonesia, di berbagai daerah.

  2. Salam.. Setidaknya jepang masih jauh lebih baik daripada Negeri yg pemimpin2nya orang2 yg sangat tidak peduli dg rakyatnya.. Asal gusur seenak udelnya,dan yg parah lagi negeri ini masih terjajah.., rakyatnya Ga boleh pinter,ga boleh tenang,ga boleh kaya,Ga boleh hidup, tapi ga boleh mati juga., dan yg ada rakyatnya pada gila.. Suka ngamuk,bnyak yg jd Garong, suka pada ributin hal G penting ,dan yg jelas sulit bgt nyari orang pinter,kalo ada juga pinter nipu,korup,sama ngibul.. Uh..tragis skali bukan.?

  3. mari dipilah secermat dan dipilih se netral mungkin,

    @ Pemerintah telah memberitahu 5 tahun lalu & mengingatkan berkali-2 [cukup manusiawi kiranya]
    @ Gubernur muda Osaka, Toru Hashimoto, Wali pemerintah & 7 orang anak dipadankan/senasibkan oleh Media, bila kejadian ini menimpa anaknya sendiri…bagaimana rasanya sebagai orang tua mereka?
    Sebagai pejabat Gubernur, bagiku dia cukup santun dan berbudaya
    bukan arogansi kekuasaan, meluncur permintaan u/MEMAHAMI kebijakan
    @ memandang sebelah mata saja, telah melukai hatinya apalagi ini menghancurkan buah karya anak kecil = meremukkan jiwa dia,sungguh tak berhati benar, apalagi orang tua dimana tempat mengadu dan berlindung, tumpuan harapan mereka tak berdaya berbuat apa-apa,
    secara psikologis, membuat mereka beralih fikir akan kedigdayaan & kepercayaan orang tua kandung selama ini mereka banggakan, ke “orang tua” lain dianggap lebih “sakti”. Sayang sekali kekejian, pertengkaran harus disaksikan oleh anak-anak kecil. Kenangan buruk ini akan menjadi trauma mendalam. Mereka telah diajari membenci pemerintah sejak dini !
    @ Otorita sekolah TK, disengaja atau tidak telah memanfaatkan tempo yang ada, mengaduk emosi jiwa karya anak-anak serta rasa orang tua mereka… dengan menyentuh moment rasa sisi kemanusiaan petugas lapangan [kaya robot] > utamanya yang memerintahkan.

    kesimpulan ku, ber”sembunyi” dan mem”bentur”kan kepentingan dengan memainkan emosi suci dunia anak…. tidak pada tempatnya dan kirang santun begitu…. eksesnya panjang sekali [memori anak kecil sangatlah KUAT, & akan terbawa-terbayang hingga dewasa –> anak pendendam.
    Jadi, tak seharusnya Otorita Tk, yang mengetahui dan mempelajari pedagogi psikologi anak untuk membimbing yang baik, memanfaatkan fungsi fait accompli antara kekuasaan tak tergapai dng perlawanan paling lemah…tak berdaya, tapi ekses gaungnya hebat…
    Walau Otorita Tk melakukan pilihan berbuat nan cerdas, tapi tak seharusnya dilakukan sebab…
    pepatah jawi mengatakan,”menang ora kondang, yen ngalah ngisin-2i=
    jika menang tak kesohor, kalau kalah malu-maluin”

    [gambaran kalimat tepat diurai oleh mbak Murni,”Sayang sekali kekejian, pertengkaran harus disaksikan oleh anak-anak kecil. Kenangan buruk ini akan menjadi trauma mendalam. Mereka telah diajari membenci pemerintah sejak dini !”]

    bagaimana jepang mampu membuat …
    pembelajaran Pendidikan (tentang) makna
    pembelajaran Pendidikan [melakukan] makna
    pembelajaran Pendidikan [menjadi] bermakna
    sehingga sebagai pejabat, setara antara pendidikan sospol formal, etika menyertainya, pola berfikirnya senada dengan yang diperoleh
    selama menempuh sekolah Fak Sosial Politik Jurusan Pejabat?

    kalau kasus di negeri Indonesia ini, lain ladang lain belalang
    lain lubuk lain ikannya. jadi komentar diatas tentu juga tidak berlaku di sini.

    bagaimana indonesia mampu membuat (adopsi mentah-2 misalnya)…
    pembelajaran Pendidikan (tentang) makna, porsi yang utama
    pembelajaran Pendidikan [melakukan] makna, cukup u/ nilai UTS/UAS
    pembelajaran Pendidikan [menjadi] bermakna, kabarnya kabur bahkan entah…dimana… ter kuburnya?

    sympathieku buat dua koment terdahulu Pak Nazarudin dan Pak Muzayin

    kali ini rasa & warna lokal kita….lebih pas & cocog begitu…
    bagaimana kita bisa maju, kalau demikian…..

    salam
    kucinge perpus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: