murniramli

Perlukah membekali anak-anak SMP handphone ?

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on November 17, 2008 at 12:19 pm

Beberapa hari ini ramai diberitakan tentang kasus bullying di kalangan siswa SMP melalui handphone. Kasus pelecehan itu berupa kiriman email bertuliskan kata しね(死ね)=shine, yang artinya “mati”, yang membuat beberapa anak yang tidak kuat iman, melakukan bunuh diri.

Ya, memang menjadi sangat dilematis apakah perlu membekali anak-anak SMP dengan HP atau tidak pada saat kasus penculikan dan kriminal yang menimpa anak-anak SD dan SMP di Jepang juga meningkat.

Bagi sebagian besar orang, Jepang dikatakan sebagai negara yang aman. Ya, ketika saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Narita, suasana aman itu memang terasa dengan tidak perlu mendekap tas erat-erat di dada, sebab tidak ada tangan iseng yang akan menyelusup ke tas anda sekalipun ditaruh di punggung. Selama 4 tahun lebih berada di Jepang, saya pun sudah membuktikan situasi aman itu.

Tapi rasa tidak aman akan sangat terasa, jika setiap kali menonton TV dan diberitakan penculikan, pembunuhan, atau tindakan amoral orang-orang Jepang yang mengalami stress (atau barangkali saya kebanyakan nonton TV ya, makanya papernya ngga kelar-kelar 😀  ).

Handphone di Jepang berkembang dengan sangat pesat, setiap bulan ada saja fitur, inovasi baru yang diperkenalkan oleh perusahaan HP. Akses internet yang sangat cepat pun tidak menjadi kendala komunikasi sekalipun di balik gunung.

HP bagi sebagian anak sekolah di Jepang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan orang tua, atau bagi anak-anak SMP yang sudah menjadi dewasa sebelum waktunya 😀  , HP menjadi sarana untuk mengecek situs-situs fashion yang jumlahnya menggunung. Informasi jadwal kereta, bus dan prakiraan cuaca juga dengan mudah diakses dengan HP, sehingga alat kecil ini menjadi semakin urgen dalam masyarakat yang sibuk seperti masyarakat Jepang.

Sayangnya tidak ada yang bisa menghalangi situs-situs itu masuk ke HP anak, jika akses internet atau email dipakai. Saya mengalaminya beberapa pekan yang lalu. Karena menggunakan alamat email HP untuk menerima skedul kerja harian saya, maka secara tiba-tiba saya menerima seratusan email yang isinya norak dan gila. Ketika mencoba unsubscribe, fasilitas itu tidak tersedia dalam email-email yang terkirim secara otomatis dari sebuah situs terkenal di Jepang. Secara terpaksa saya mengganti alamat email dengan kombinasi angka dan huruf yang kata teman saya seperti nomor lotere 😀

Saya pikir anak-anak seusia SMP jika mendapat email serupa, secara iseng akan mereply email-email tersebut atau mengecek situs-situs yang dikirimkan, dan akibatnya dia akan masuk dalam sebuah jaringan yang orang dewasa yang sangat tidak cocok dengan perkembangan psikisnya. Dan tindakan ingin mencoba-coba ini sangat natural di usia SMP.

Sekolah-sekolah di Jepang yang pernah saya kunjungi memberikan materi khusus kepada para siswa SMP tentang tata cara menjaga privacy dan memblok situs-situs dan email yang asusila, tetapi siapa yang tahu isi kepala anak ?

Anak-anak SD di Jepang dibekali dengan sejenis HP yang hanya berfungsi untuk menghubungi orang tua. Fitur-fiturnya tidak lengkap. Mereka juga dilengkapi dengan semacam benda bulat yang berfungsi sebagai peluit atau sirine untuk memberi tanda kepada orang di sekitarnya jika si anak dalam bahaya.

Saya pikir, anak-anak SMP sebaiknya dibekali dengan alat yang sama, atau HP yang didesign tidak dapat menerima email atau tidak terkoneksi dengan internet, dan jika memang ingin dijadikan sebagai alat komunikasi dengan orang tua maka fungsi itu saja yang diaktifkan. Atau seperti sebagian besar orang tua, tidak membekali anaknya HP, dan selalu berkomunikasi dengan guru kelas untuk mengecek keberadaan anak.

Mengharapkan orang iseng untuk tidak iseng, atau mengharapkan agar semua manusia tidak jahat, sayang kepada anak-anak adalah sebuah harapan yang sia-sia, seperti berharap memeluk gunung.

Iklan
  1. Penggunaan HP yang tanpa filtering apa-apa, memang tidak produktif dan kadang berbahaya.

    Dirumah … pas beli HP..eh para pembantu jadi suka bangun dini hari cuma sekedar merumpi ….pas dibangunin subuh , malah bersungut-sungut… BT gak sih.

    Belum lagi suka ada ABG yang telp telp ke sembarangan orang tanpa tatakrama yang benar dan suka ngeselin.

    Gawatnya….anak saya yang masih 5 tahun udah merengek minta HP gara2 Mbaknya dan saudara sepupunya punya juga…….Ampiuuuuun deh

  2. Kabar baik, Bu…
    makasih atas komentarnya. blog saya masih terlalu personal, jadi sebenarnya belum baik untuk dipublikasikan.
    oh ya… maaf, saya telah menge- link blog ibu ke blog saya tanpa izin. blog ini sangat bermanfaat…

  3. sayang di Indonesia tidak tersedia HP yang khusus dipakai oleh anak dan yang pra dewasa seperti siswa SMP. Hal yang dilematis terjadi juga di sekolah kami, pada saat HP merupakan penghubung antara orangtua dan anak, fitur HP seringkali kurang bersahabat bagi mereka yang secara umur dan mental belum dewasa. Ketika HP murah berbasis CDMA dengan fitur sederhana (yang penting bisa telpon dan SMS) dimunculkan, sebetulnya dapat dijadikan solusi atas akses2 HP yang kurang bermanfaat (jika disalahgunakan) tadi. Namun para orangtua (khususnya di sekolah kami) kami anggap terlalu memanjakan anak dengan membelikan HP keluaran terbaru (lebih canggih dari HP gurunya lo buu…). Maka ketika pihak sekolah “berinisiatif” untuk merazia dan melarang siswa untuk membawa HP (yang berkamera atau dengan kata lain HP canggih), memancing protes baik dari siswa maupun dari orantua, padahal sejak awal pihak sekolah sudah melarang membawa HP tersebut ke sekolah. Maksudnya sih mengamankan siswa tapi kok malah begitu jadinya ya…?

  4. menurut ari, masih SD-SMP belum saatnya mempunya hp, lebih baik dicek aja via telepon ke sekolah atau gurunya, ko ada fitur seperti yang diatas mungkin dipertimbangkan tapi lebih baik nda memiliki hp 😀

  5. […] atau sirine untuk memberi tanda kepada orang di sekitarnya jika si anak dalam bahaya. ( sumber : https://murniramli.wordpress.com/2008/11/17/perlukah-membekali-anak-anak-smp-handphone/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: