murniramli

Praktikum sederhana tentang apel

In Serba-Serbi Jepang on Desember 14, 2008 at 5:05 am

Sebelum berangkat mengajar hari ini saya seperti biasa menyempatkan diri menonton acara kesukaan saya 所さんの目がテン(syo san no megaten). Acara ini disiarkan oleh Chukyou terebi pada jam 7.00 pagi selama 30 menit.

Tema hari ini adalah 劇的リンゴ変色防止法 (gekiteki ringo hennsyoku boushihou) yang artinya kira-kira cara mencegah perubahan warna apel.

Daerah yang paling terkenal sebagai penghasil apel di Jepang adalah Aomori prefecture. Kalau kita berbelanja apel di supermarket dengan mudah kita akan mengenali apel-apel tersebut berasal dari mana karena di kemasan plastiknya dicantumkan asal daerah produksi.  Apel termasuk buah-buahan yang bisa ditemui sepanjang tahun di Jepang sekalipun bukan musimnya. Kebanyakan apel ditanam pada musim semi dan biasanya dipanen pada bulan Desember dan Januari.Bagaimana menjaga agar apel tersedia sepanjang tahun ? Ternyata apel disimpan dalam reitouko (ruang pendingin) yang dilengkapi dengan gas CO2 0.2%. Hal ini disebabkan apel sama dengan makhluk hidup membutuhkan O2 dan CO2 dalam mempertahankan hidup (kesegarannya). Karena kulit apel tipis, maka dengan mudah dapat terjadi pertukaran O2 dan CO2.

Berbeda dengan jeruk. Jeruk yang diperlakukan di ruang penyimpanan yang sama, tidak dapat bertahan lama, karena kulitnya yang tebal sehingga tidak bisa terjadi pertukaran O2 dan CO2.

Untuk mengecek kandungan gas dalam kedua buah-buahan ini dilakukan percobaan sederhana, yaitu kupas apel dan jeruk lalu masukkan ke dalam gelas berisi air secara terpisah, kemudian tutup rapat dan salurkan gas O2. Akan terlihat gelembung-gelembung kecil keluar dari jeruk dan apel, dan apel mengeluarkan lebih banyak gelembung, artinya kandungan gas Co2 apel lebih banyak daripada jeruk.

Jenis apel yang banyak ditanam di Jepang adalah apel Fuji yang induknya didatangkan dari Amerika seratusan tahun yang lalu. Kalau ditanyakan kepada orang Jepang, apel yang bagaimana yang enak, maka semua akan menjawab apel yang ada bagian mitsu (airnya) : ミツ入りりんご(mitsuiri ringo). Mitsu adalah bagian seperti air yang akan tampak jika apel kita belah dua. Benarkah bagian ini yang manis ?

Dilakukanlah uji coba seperti ini : sekitar 30 apel dipotong membujur, lalu bagian tengah (mitsu) dipisahkan dari bagian buah yang lain. Kemudian dibuat jus dari mitsu dan jus dari daging buah tanpa mitsu. Hasilnya jus yang berasal dari daging buah apel terasa manis, sedangkan jus yang berasal dari mitsu, tidak manis. Artinya bagian mitsu bukan bagian yang manis tetapi dia menyebabkan apel manis.

Selanjutnya mengapa warna apel berubah menjadi coklat beberapa saat setelah dikupas? Perubahan warna ini terjadi karena proses oksidasi zat fenol di dalam apel dengan O2 yang ada di udara. Untuk mencegah kecoklatan disarankan merendam apel dalam larutan garam.  Bagaimana dengan larutan yang lainnya ?

Mari kita lakukan praktek sederhana. Pertama potong apel membujur dengan ketebalan 2 cm, lalu rendam secara terpisah dalam aneka larutan. Misalnya teh, cuka, alkohol/sake, air biasa, air jeruk, air gula. Ternyata apel tetap berwarna semula jika direndam dalam air jeruk selama 6 jam. Selanjutnya hal yang sama kita uji cobakan untuk menguji mana yang lebih baik, larutan garam atau larutan air jeruk. Hasilnya dalam waktu 6 jam, apel tidak berubah warna dan bentuk dalam larutan air jeruk. Kenapa bisa begitu ?

Karena vitamin C (absorbic acid) yang dikandung jeruk akan menghambat enzim di dalam apel untuk bereaksi dengan oksigen atau dengan kata lain kerja enzim dirusak oleh vitamin C. Cara yang sama untuk merusak kerja enzim adalah merendam apel dalam air panas.

Selanjutnya bagaimana cara awet menyimpan apel di dalam kulkas ? Mari kita lakukan uji coba lagi. Masukkan apel dan sayuran hijau dalam satu wadah plastik yang sama, dan dalam wadah plastik yang lain masukkan sayuran hijau saja. Setelah beberapa hari, warna sayuran hijau yang disimpan bersama dengan apel akan segera agak menguning, sedangkan yang disimpan secara terpisah, tetap segar.

Percobaan lain bisa dilakukan misalnya menyiapkan 2 cawan petri yang berisi sejumlah biji kacang hijau/kedelai. Satu cawan petri diletakkan bersama dengan apel di sebuah ruang tertutup dan satu lagi diletakkan tidak dengan apel dalam ruang tertutup dan gelap. Maka akan terlihat batang tauge akan memanjang/mengalami etiolasi  pada kacang yang disimpan terpisah dengan apel, sedangkan yang disimpan bersama dengan apel, tidak mengalami etiolasi. Mengapa bisa begitu ?

Ayo, cari sendiri jawabannya ya  😀

Iklan
  1. percobaan menarik. program tvnya ada yang upload diyoutube nggak ya? atau bisa akses diinternet nggak mbak?

    btw, tapi disini apel lagi mahal mbak, yang ada lagi musim durian…hehehe

    murni : belum pernah liat di youtube, Mbak.
    Dan seinget saya acaranya tidak bisa diakses di internet. Sayang sekali.

    Ya, sudah…praktek durian saja. Misalnya bagaimana menyimpan durian yg sudah dikupas agar awet ga habis-habis hehehe

  2. salam..

    saat ini saya menjual CD cara berkebun apel yang benar, hanya dengan harga 60 ribu/CD (sdh msk ongkos krm). CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya (berwarna + bergambar) harga 60 ribu.

    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

  3. yang ditanam bersama apel gimana ya hasilnya? tolong dijawab dong 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: