murniramli

Jangan pakai HP, jangan buka notebook !

In Serba-Serbi Jepang on Desember 26, 2008 at 6:01 am

Saya sengaja membeli laptop kecil agar bisa dipakai di dalam perjalanan dan bisa dibawa pergi ke mana-mana, sebab sehari-hari saya menghabiskan hampir 3-5 jam dalam perjalanan. Untuk mengejar penulisan disertasi dan juga artikel, saya memanfaatkan waktu mengetik di dalam kereta.

Hari ini saya kena batunya, dimarahi oleh seorang nenek yang kelihatannya masih gesit 😀

Saya sudah mengetahui bahwa menelepon di dalam kereta, duduk mengangkang, makan/minum, berbicara, mendengarkan walkman yang suaranya keras banget, akan mengganggu penumpang lain sehingga hal ini termasuk yang dilarang. Dan saya tidak pernah melanggarnya.

Beberapa kali menggunakan notebook dalam kereta menuju tempat kerja, dan selalu saja dilewati oleh petugas kereta yang menngecek tiket, tetapi belum pernah ditegur. Jadi saya berfikir aman-aman saja dan memang belum ada larangan untuk memakai notebook di dalam kereta/kendaraan.

Saya memprotes si nenek, “kenapa tidak boleh ?”  Lalu, si nenek menangkis, “itu kan sama dengan HP, denki ga deru !” (ada listriknya). Kelihatannya si nenek tidak tahu bahwa notebook tidak menggunakan listrik, tapi pakai baterei. Saya terus mendebat, bahwa notebook saya tidak bersuara, dan penumpang di sebelah kanan kiri saya tidak protes (si nenek duduk di depan saya). Saya tidak tahu faktor sewotnya beliau. Karena peristiwanya bertepatan dengan masuknya 2 orang penumpang yang buta, lalu saya berdiri sambil masih memegang notebook, dan menarik tangan mereka untuk duduk di tempat saya. Tiba-tiba si nenek memarahi saya, karena menggunakan notebook di dalam kereta. Weleh, ra mudeng …!  Sampai akhirnya si nenek turun, tapi tidak berani melihat mata saya, sebab saya memandang tajam matanya saat saya bicara…wualah, nenek-nenek kok dilawan !! Entah dia turun di stasiun itu atau tidak, entah dia takut dengan saya (karena saya orang asing) atau tidak, pokoknya beliau turun dan saya memandangnya terus dengan muka masam 😀

Kejadian tadi adalah sebuah contoh betapa strictnya masyarakat Jepang menjaga kesopanan. Beberapa hari yang lalu dikabarkan seorang kakek berteriak marah kepada seorang siswi SMA yang tengah asyik menggunakan HP-nya entah untuk mengirim email atau bermain game. Kejadian ini menjadi perdebatan sengit di kalangan generasi tua dan muda.

Saya mencoba mencari informasi dari milis-milis orang Jepang, mencari sebab mengapa HP dan notebook tidak boleh dipergunakan di dalam kereta/kendaraan umum. Hasil pencarian saya cukup membuat saya kecut ! Dan harus berterima kasih kepada si nenek.

Alasan penggunaan HP atau benda elektrik di dalam kendaraan umum adalah karena gelombang magnetik yang dipancarkan oleh barang-barang tersebut dapat menyebabkan kematian bagi penderita 心臓のペースメーカー(shinzou pe-su me-ka-) atau yang dikenal dengan istilah kedokterannya, heart pace maker atau penyakit jantung. Disebutkan bahwa dalam jarak 22 cm, alat-alat tersebut dapat berbahaya bagi mereka. Oleh karena itu di priority seat, dilarang keras menyalakan HP. Nah, lo…padahal saya kadang-kadang duduk di kursi ini sambil mengetik pula !!

Agar para penderita penyakit tersebut dapat aman berkendara maka diperlukan kelapangan dada penumpang yang lain untuk tidak menggunakan peralatan elektroniknya di dalam kendaraan umum. Dengan kata lain, TIDAK BOLEH MENGGANGGU PENUMPANG LAIN !

Saya melihat situasi ini sebagai dilema besar bagi sebuah negara yang perkembangan teknologinya tidak dapat ditahan, sementara masyarakatnya sangat kuat memegang tradisi.

Orang-orang tua yang kira-kira berumur 50 tahun ke atas sangat kuat dari segi mental dan ketaatan kepada tradisi ini, tetapi generasi di bawahnya mereka mulai merasa tertekan dengan dilema kemajuan teknologi dan tradisi yang harus dipatuhi. Alih-alih mematuhinya, banyak kaum muda yang melanggarnya.

Pelanggaran tersebut saya pikir adalah bentuk menghindar dari stress keketatan manner dalam masyarakat. Sebagaimana perkembangan masyarakat di negara maju, kebebasan adalah tuhan bagi mereka.  Tetapi bagi sebagian kaum muda yang tidak kuat mental, dan belum berani membebaskan dirinya, maka yang ada adalah keputusan untuk bunuh diri.

Saya teringat beberapa hari lalu, kami mendapat peringatan dari pihak kampus karena kegiatan Sekolah Bhinneka menimbulkan keramaian salah satunya. Ya, anak-anak….di mana-mana mereka sama, kalau bertemu temannya, pastilah mereka berkejar-kejaran,berteriak dan tidak bisa kita suruh diam !

Saya menceritakan kasus anak-anak yang dilarang ramai tersebut kepada seorang teman yang meneliti tentang migran Cina di Aichi, dan komentarnya,  “Masyarakat Jepang ketat sekali ya, lama kelamaan, anak-anak tidak bisa bermain di mana-mana !”

Ya, saya setuju dengannya…lama kelamaan anak-anak tidak bisa mengeluarkan suara gembira ! Ah, terlalu berlebihan barangkali ! 🙂

Bagaimanapun juga, sekalipun belum ada larangan dari pihak perkeretaan Nagoya, dan saya cukup merasa tertekan karena tidak bisa mengetik lagi di dalam kereta, saya bisa memahami alasan pelarangan itu semua, dan tentu saja akan patuh.

Barangkali di masa depan, harus diciptakan alat-alat teknologi yang tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia….mimpi kali ye 😀

Iklan
  1. suatu saat tehnologi pasti akan menghilangkan masalah negatif itu….kalo tidak, yah pasti ditinggal.

    yang sabar ya kalo dimarahi orang tua…yah, memang begitulah mereka…hehehe….

    murni :ya, heeheh…tp sesudahnya sy nyesel marah juga kpd si nenek.

  2. sabar…
    emg gt ortu mah…
    na kite, tiap hari disemprot, 😦
    mo aman, kirim aja lagi notebook nya kemari, huehehe…

    murni : ye…ini mah ga aman, ga bisa kelar dunk papernya.

  3. Assalamualaikum, Mbak Murni
    Sebenarnya teknologi untuk itu sudah mulai banyak kok dikembangkan.

    Setahu saya gelombang elektromagnetik yang berbahaya dari peralatan dari HP / Notebook, terutama berasal pada module / perangkat koneksi wirelessnya, karena mengeluarkan gelombang elektromagnetic yang cukup kuat. Sedangkan dari modul-modul lainya, seperti halnya gelombang yang berasal dari processor, perputaran hard disk, kipas, atau earphone – efeknya keluarannya sudah bisa dikurangi dengan teknologi yang ada.
    Masalah yang sering terjadi, kadang pemakai belum memfungsikan cara pemakaiannya dengan benar, atau malah mungkin tidak mengetahui cara meng – on/off- kan perangkat tersebut pada saat yang dibutuhkan. Ada juga yang tidak peduli. Makanya peraturan yang akhirnya di sepakati untuk diterapkan secara umum, tidak membolehkan pemakaian alat utamanya (HP/Laptop).

    Salam dari Bogor…

  4. “Ya, saya setuju dengannya…lama kelamaan anak-anak tidak bisa mengeluarkan suara gembira ! Ah, terlalu berlebihan barangkali ! ”

    kurushii ne hehehe….termasuk bayi tidak boleh mengeluarkan suara tangisnya! Pfffhh…

    murni : duuhhh….sy sama dg si Arik….kurushiiii…..hihihi….

  5. Mas Avis,

    Ya benar sdh ada teknologi spt itu, dan sy sdh memfungsikan semuanya ktk memakai ini di kereta.
    Tp, hr ini sy coba perhatikan pengumuman di dalam kereta ttg penggunaan elektronik, dan memang agak berubah.
    Kalau sebelumnya minta diset manner mode saja (fasilitas ini ada di tiap HP), skrng minta di-off-kan.
    Jd saya pikir tentunya ada maksud tt permintaan u meng-off-kan peralatan tsb, sekalipun teknologi yg Mas Avis maksud sdh ada.

    Salam juga dari Jepang 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: