murniramli

Televisi yang Memihak kepada Guru

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Penelitian Pendidikan, Tulisan media on Januari 3, 2009 at 2:06 am

Murni Ramli

Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan

Artikel di INOVASI Online 9(19), November 2007

1. Pendahuluan

Setiap bulan Oktober TV NHK, Jepang, menggelar The Japan Prize International Educational Program Contest, sebuah kontes dunia untuk memilih program pendidikan yang memiliki nilai pengajaran dan pendidikan yang bermutu, sekaligus memiliki dampak positif terhadap perkembangan pendidikan di suatu negara. Tahun 2006 bertepatan dengan penyelenggaraan yang ke-33, diikuti oleh kurang lebih 29 negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Mandiri Production dengan program “Our Friends : Nengah the Puppeteer Ki”‘, METRO TV dengan program BADMINI (Badminton Mini), dan TVRI dengan program “Studying Balinese Alphabet Program: A Alphabet” [1]. Namun sayang belum satu prize pun berhasil kita dapatkan.

Tulisan ini mengkaji peran media televisi dalam dunia pendidikan Jepang dan peman-faatan siaran TV oleh guru-guru di Jepang dalam peningkatan kualitas pengajaran.  Tujuan pengkajian adalah sebagai bahan pertimbangan pengembangan siaran TV pendidikan di Indonesia dan pengembangan pertelevisian daerah yang berpihak kepada dunia pendidikan, sebagai salah satu ranah reformasi pendidikan di Indonesia.

2. Guru dalam agenda reformasi pendidikan di Indonesia

Salah satu agenda reformasi pendidikan di Indonesia adalah peningkatan mutu guru yang diakui sebagai faktor krusial dalam pengembangan pendidikan. Dilema yang dihadapi berkisar pada masalah bagaimana menyelaraskan kuantitas dan kualitas guru.  Pada era Soeharto, pemerintah berhasil  mendongkrak angka wajib belajar di tingkat dasar, mendekati 100% dengan penggalakan program wajib belajar.  Upaya untuk merekrut sebanyak-banyaknya guru lulusan SPG atau yang sederajat di beberapa daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut.  Dalam proses perekrutan massal tersebut kualitas guru kurang mendapat perhatian sebab pemerintah lebih menitikberatkan kuantitas [2].

Pakar pendidikan berasumsi bahwa upaya peningkatan profesionalisme guru harus sejalan dengan perbaikan pendapatan guru. Langkah ini membutuhkan dana besar, sementara budget pendidikan yang dianggar-kan sebesar 20% dari APBN pada kenya-taannya sulit untuk dipenuhi. Diperkirakan budget tersebut baru akan terealisasi pada tahun 2010. Oleh karenanya, untuk mempercepat proses ini, pemerintah harus menggandeng masyarakat, termasuk sektor swasta untuk mendukung reformasi pendidikan di Indonesia.

Apa yang dibutuhkan guru sebagai langkah peningkatan mutu pengajaran ? Kelemahan pengajaran terjadi karena ketidakmantapan proses mempersiapkan kandidat guru melalui lembaga-lembaga pendidikan guru yang semula dikembangkan di IKIP.

Perubahan status IKIP menjadi universitas umum merupakan proses generalisasi pendidikan professional yang semula dikembangkan dengan spesialisasi tertentu.  Hal ini diduga sebagai salah satu faktor penurunan kualitas lembaga pendidikan guru [3].

Selain langkah perbaikan kualitas lembaga pendidikan guru, proses belajar mandiri, in-service training, team teaching, dan observasi pengajaran sesama guru perlu dikembangkan sebagai salah satu alternatif perbaikan mutu guru. Proses ini tidak hanya menjadi wewenang pemerintah, dalam hal ini DIKNAS, tetapi harus mulai dipikirkan pengembangan pelatihan dan perbaikan mutu guru yang digerakkan oleh pemerintah daerah.

Institusi yang sangat taktis sebagai motor reformasi adalah stasiun televisi. Dengan kelebihannya sebagai media yang dapat di akses oleh seluruh rakyat, TV merupakan media yang tepat untuk melemparkan ide-ide pendidikan kepada masyarakat, sekaligus menjadi penampung aspirasi masyarakat.

3. TV yang memihak guru ala NHK Jepang

Salah satu contoh pengembangan TV pendidikan yang sukses adalah TV pendi-dikan NHK, Jepang. Dalam mewujudkan misinya, NHK (Nippon Housou Kyoukai) atau Japan Broadcasting Corporation mengem-bangkan dua jenis pelayanan yaitu NHK General TV dan NHK Educational TV. Layanan yang kedua inilah yang menjadi pengusung program-program pendidikan, mulai dari kegiatan eksplorasi flora dan fauna, pembelajaran dari kelas ke kelas, diskusi kebijakan dan problematika pendidikan, pembelajaran seni dan budaya (minum teh, samurai, kimono, musik tradisional, musik klasik), biografi tokoh, hingga pembelajaran internet bagi manula, kelompok masyarakat yang meningkat tajam jumlahnya di Jepang.

Program-program pendidikan NHK terbagi dalam tiga kategori yaitu [4] :

  1. Program untuk SD
  2. Program untuk SMP dan SMA
  3. Program untuk guru dan wali murid/orang tua

Acara-acara pendidikan tersebut dapat disaksikan atau didengarkan melalui beberapa channel TV dan Radio NHK yaitu :

  1. Kyouiku terebi (Educational TV)
  2. Radio 2
  3. BS-hi
  4. BS2
  5. FM

Salah satu siaran yang sangat menarik adalah “waku-waku jugyou, watashi no oshiekata” yang artinya “pembelajaran yang menyenangkan, metode mengajar saya”.  Disiarkan setiap hari Minggu, dengan 2 kali penayangan yaitu sore (18.00-18.45) dan larut malam (00.40-01.25) yang memungkin-kan para guru yang bekerja dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore, bahkan kadang hingga jam 9 malam, menyaksikan siaran tersebut. Pekan awal Oktober 2006, program ini menayangkan metode pembelajaran mate-matika bilangan berderet di kelas 5,  di SD afiliasi Tsukuba University. Pembelajaran berlangsung dengan konsep tanoshii jugyou (belajar yang menyenangkan), guru mengajar dengan pola tidak menggurui, tetapi mengarahkan siswa untuk mengerti (wakaru) dan selanjutnya menjadi bisa (dekiru) memecahkan masalah.  Kegiatan praktek sangat mendominasi pelajaran matematika hari itu, menggunakan bahan kertas dan gunting, murid diajak untuk memahami teori bilangan berderet. Anak-anak di Jepang tidak diajarkan untuk menghafalkan teori, tetapi mereka diajari untuk memahami proses lahirnya sebuah teori, atau menemukan pemecahan/ teori baru, sehingga otomatis ingatan terhadap sebuah teori akan lebih melekat.

Program menarik lainnya adalah youkouso senpai (selamat datang kakak kelas). Acara ini merupakan contoh pembelajaran bidang studi integrated course (sougoutekika) yang mulai dicanangkan sejak 2002. Course ini merupakah sebuah langkah jitu kementerian pendidikan Jepang untuk menggalakkan pembelajaran dalam bentuk praktek, pembelajaran berdasarkan pengalaman, mengenalkan budaya dan potensi daerah kepada siswa, melalui jam khusus yang kebanyakan dimanfaatkan guru dengan pembelajaran di luar kelas.  Pelaksanaanya bervariasi, di antaranya pengembangan karir, keterampilan, dan kepiawaian berkomunikasi, pengenalan dunia kerja, dan pembelajaran budaya dan alam.

Program youkoso senpai edisi 22 Oktober 2006 menampilkan kedatangan seorang perancang mobil dunia, Ken Okuyama ke SD Universitas Yamagata. Ken adalah direktur perancangan di perusahaan mobil Pininfarina, Italia, dengan pengalaman segudang; merancang mobil Porsche, dan bekerja untuk General Motor.  Ken mengajak para siswa untuk menjelma menjadi perancang mobil sungguhan dengan proyek pembuatan mobil untuk ayah, ibu, kakak, adik, dan penggemar olahraga.

Anak-anak mengerjakan proyek itu secara berkelompok selama tiga hari.  Hari pertama, rancangan dibuat berdasarkan masukan anggota kelompok, hari kedua, wawancara terhadap konsumen target, dengan tujuan mengetahui mobil dambaan mereka. Hari terakhir adalah pembuatan prototype mobil dari bahan wax, steroform dan cat air, dan kemudian mempresentasikannya.  Hasil rancangan mereka ternyata sangat kaya ide, ada mobil yang kursinya bisa diputar, sehingga memungkinkan semua penumpang berkomunikasi; supir yang digantikan oleh robot, atau mobil bertingkat dengan fasilitas untuk warming up di tingkat kedua. Ide-ide yang lahir dari kepolosan berpikir mereka inilah yang kelak barangkali menjadi mobil-mobil futuristik di masa depan.

Bagi pemirsa yang tidak dapat me-nyaksikan acara itu secara langsung NHK menyediakan situs lengkap tentang semua programnya pada situs berikut :

http://www.nhk.or.jp/school/index.html

Dengan terobosan acara menarik berupa fakta di lapangan, NHK berhasil mejadi corong suara guru, orang tua, bahkan pakar pendidikan dari kampus, ataupun pemerintah. Tidak hanya itu, NHK pun mengelola Teacher Net yang memungkinkan guru seantero Jepang untuk saling berkomunikasi dan menjadi nara sumber bagi seluruh siswa dan orang tua di seluruh negeri. NHK pun merilis program baru yaitu pembelajaran sains secara on-line.

4.     Menggagas ulang TV Pendidikan di Indonesia

Konsep TV sebagai media pendidikan sebenarnya sudah digagas di Indonesia sejak tahun 1991, ditandai dengan mengudaranya siaran pendidikan TPI.  Sayangnya program pendidikan kala itu tak dikemas dengan cukup baik, sehingga pengelola TPI akhirnya memilih mengikuti jejak TV swasta yang lain, menyiarkan lebih banyak acaran hiburan yang dianggap lebih mengeruk uang, dan menanggalkan “baju pendidikan- nya”.

DIKNAS bekerja sama dengan TVRI pada bulan Juli 2006 meluncurkan program televisi pendidikan, yang menayangkan pembe-lajaran tiga mata ajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika).  Siaran ini ditujukan kepada 28.376 siswa SMP yang berada di 353 kabupaten/kota yang dianggap minim fasilitas pendidikan [5].

Sekalipun mendapat tentangan karena besarnya anggaran yang dipakai (Rp 213,69 miliar) [5], [6], program ini menurut penulis adalah sebuah upaya yang cukup baik untuk mengatasi kelangkaan materi pembelajaran di daerah.  Biaya yang besar untuk sebuah peningkatan mutu pendidikan sebaiknya tidak dipandang sebagai pemborosan, tetapi sebagai investasi masa depan, tentu saja dengan asumsi bahwa pihak penyelenggara adalah orang-orang yang bermoral dan memiliki tekad dan niat yang sama memajukan pendidikan Indonesia.

Perbaikan perlu dilakukan dengan mengkonsep ulang materi siaran yang diberikan yaitu agar tidak terfokus kepada tiga mata pelajaran UN, tetapi diperluas dengan materi pelajaran yang lain, teknik pengajaran yang memukau, dan yang lebih utama, siaran TV Pendidikan harus dijadikan sebagai media tukar informasi, konsultasi pengajaran, sarana in-service training bagi para guru.

TV Pendidikan juga harus dijadikan sebagai sarana berkomunikasi masyarakat, tanpa mengenal lapisan dan status, mengenai pendidikan dan problematikanya.  Oleh karena itu model komunikasi dua arah harus dikembangkan dengan aktifnya pihak penyelenggara TV berkunjung ke sekolah-sekolah dan membuka kran-kran penyaluran aspirasi masyarakat misalnya melalui kotak saran yang disebarkan di setiap sekolah, lingkungan RT/RW.

Seiring dengan kemunculan TV-TV daerah, pakar pendidikan, PGRI, orang tua/ masyarakat hendaknya menyuarakan aspi-rasinya dan mendorong pihak penyelenggara pertelevisian agar menyajikan ramuan acara yang mendukung pembangunan pendidikan.  Membangun pendidikan daerah melalui sinergi bekerja antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus dihidupkan jika ingin melihat hasil pendidikan yang dapat diterima semua pihak.

Daftar Pustaka

[1]  NHK Japan Prize 2006.   Retrieved from http://www.nhk.or.jp/jp-prize/index_e.html on December, 18, 2006.

[2]  Nielsen, H.D. (2002).  Reforms to teacher Education in Indonesia : Does more mean   better ? in Edward.R.Beauchamp (ed).  Comparative Education Reader. Taylor & Francis Books Inc., New York.

[3]  Ramli, Murni.  (2007).  Improving Teacher Quality, the Agenda of education Reform in Indonesia.  Paper presented at ‘Hikaku kyouiku gakkai’ (The 43th Japan Comparative Education Annual Meeting), July,1st 2007 at Tsukuba University, Tsukuba, Japan.

[4]  NHK Japan. NHK Digital Curriculum.  Diakses dari

http://www.nhk.or.jp/school/english/index.html pada tanggal 18 Desember 2006.

[5]  Yazid, Abdullah.  (2006).  Kebijakan Pasca UN, Menakar Efektivitas Program TV Pendidikan.  Kompas, Senin 12 Juli 2006.  Diakses dari  http://www.kompas.com/kompas-cetak/0607/17/humaniora/2811161.htm pada tanggal 18 Desember 2006.

[6] Anonim.  (2006).  TV Pendidikan Tetap Jalan.  Batam Pos, Senin, 10 Juli 2006.  Diakses dari http://batampos.co.id/index.php?Itemid=51&id=1241&option=com_content&task=view pada tanggal 18 Desember 2006.

Iklan
  1. Bu gimana cara yang praktis belajar bahasa Jepang????
    dan satu lagi bagaimana cara memilih beasiswa yang baik untuk bisa kuliah di luar negeri??? dan kalau bisa mohon lampirkan link-link yang menawarkan beasiswa sekolah ke luar negeri.

  2. wah, Nohan saya tidak punya tips khusus ttg cara praktis belajar bahasa Jepang. Sebab sy mempelajarinya dg cara yg tdk praktis (sampai sekrg masih belajar).
    Tp intinya begini, bahasa itu menjadi mudah dipelajari apabila disukai. Contohnya, krn suka komik seseorang baca komik setiap hari. Kedua karena bahasa itu diperlukan. Saya trmsuk gol.ini. Karena sy memerlukan sekali bahasa Jepang maka saya antara terpaksa dan suka mempelajari bahasa ini, dan krn berada di Jepang mk otomatis setiap hr saya mendengar dan berbicara dalam bahasa ini. Jadi bisa lebih cepat paham.

    Link beasiswa sila klik di sini http://kalenderbeasiswa.com/

  3. […] « Sebelumnya Televisi yang Memihak kepada Guru Januari 3, 2009 AfterCara Jepang Kenalkan Sains kepada Orang Muda Januari 3, 2009 » […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: