murniramli

Mari mulai menuliskannya !

In Pendidikan Indonesia, Penelitian Pendidikan on Januari 7, 2009 at 12:28 pm

Saya mengikuti beberapa milis dengan tujuan untuk menambah wawasan dan tentu saja memperluas jaringan pertemanan. Akhir-akhir ini membaca milis membuat kepala saya pening karena banyaknya perdebatan, tetapi keluar dari member milis juga langkah salah saya pikir. Jadi yang saya lakukan hanya membaca judul-judul email saja tanpa membaca isinya 😀

Kadang-kadang heran juga mengapa orang-orang diberi energi sebesar itu untuk berdebat, dan yang lebih heran lagi mereka selalu punya waktu luang untuk melakukannya 🙂

Komentar dan argumentasi di milis sangat beragam. Ada yang benar-benar based on latar belakang pendidikannya, ada yang berdasarkan feeling dan ada yang asal bunyi : setuju atau tidak. Tapi kalau tidak ada orang-orang seperti ini, dunia terasa sepi.

Saya teringat kepada murid-murid kecil saya di sekolah Bhinneka. Kalau kami sedang berdiskusi, ada satu dua murid yang terkesan sok tahu, tapi saya selalu memberinya kesempatan bicara dan mengarahkannya agar tidak sekedar bicara.

Melatih anak berani berpendapat bukan pekerjaan gampang. Saat dia mengatakan A, dan guru mengatakan kamu salah, maka bisa-bisa dia akan tidak berbunyi ke depannya. Tetapi yang lebih susah adalah melatih anak untuk berbicara menggunakan feeling dan ilmu. Menggunakan feeling di sini adalah latihan berbicara dengan kata-kata yang tidak menyinggung lawan bicara. Dan berbicara dengan ilmu maksudnya agar pembicaraannya mudah dipahami dan membawa makna.

Saya merasa paling susah mengajari anak berbicara dengan feeling. Termasuk ketika mengajar Bahasa Indonesia kepada mahasiswa dan orang-orang Jepang. Menurut saya orang-orang yang berbicara santun sangat indah didengar. Berbicara santun bukan berarti harus menggunakan bahasa formal dan kaku.

Kesulitan berikutnya mengajari anak-anak menuliskan pendapatnya. Dari pengalaman mengajar selama ini, anak-anak sedikit malas disuruh menulis dan lebih suka berbicara (persis para politikus 😀   ). Tetapi beberapa mahasiswa Jepang saya sangat gemar menulis dan malas bicara. Sementara murid-murid privat Jepang saya ada yang senang membaca saja 😀

Akhir-akhir ini saya semakin sulit meluangkan waktu untuk mengajar di Sekolah Bhinneka, dan kelihatannya tidak bisa mengecek kemampuan tulis mereka. Karenanya saya ingin membuat sebuah blog yang anak-anak bebas menulis di situ. (Sudah saya buat di sini)

Jika mereka dewasa semoga mereka tidak menjadi orang yang gemar berdebat, tetapi gemar berdiskusi dan mampu menarikan pena untuk  memformulasikan pendapatnya dalam bentuk tulisan.

Tulisan dapat menjadi renungan untuk kelak menjadi lebih dewasa dan bijak.

Iklan
  1. ikutan milis memang kadang menyenangkan dan kadang menyebalkan terutama kalau bentuknya sudah berupa debat yang tidak jelas. tapi itulah uniknya karena setiap orang punya karakter berbeda.

    anak2 di Bhinneka diajak ngeblog juga mbak biar seneng nulis 😉

  2. Wah … harusnya dari dulu saya kenal dan Ikutan Mbak Murni nih. Biar ada guru yang serius ngajar muridnya menulis. Sebenarnya kalau masih boleh sih masih mau ikutan lho diajarin nulis dari 0 lagi….
    Bersedia kan, Mbak?

  3. Wah, Mas Avis, na kalo orang IPB ngga diusah diajari nulis, sdh jago semua, dan umumnya patuh pada EYD (skripsi, thesis, disertasinya laporan, harus tertib format):-)

  4. Kalau belajar bahasa Jepang, saya lebih suka ngomong dan baca daripada nulis. Tahu sendiri deh gimana ribetnya nulis huruf kanji. Andaikan huruf jepang hanya katakana dan hiragana doank 😀

    O iya, saya sendiri males ikutan milis. Lebih suka baca isi blog2 orang yang banyak belajar dan pikirannya rada alternatif. Lumayan buat nambah pengetahuan. Yang lucu kadang2 ada yg nulis sains tapi nggak ngerti dasar ilmunya.
    Contohnya saja saya pernah baca tulisan yang anti teori evolusi Darwin, mengungkapkan kelemahan sampai akhirnya bilang teori evolusi Darwin sudah tidak layak pakai. Waktu saya tanya agak mendetail, ternyata satu halaman-pun dia belum pernah baca buku karangan Charles Darwin malah bilang nggak ada minat membacanya. Apa nggak aneh tuh?

    Hehehe…. orang asal ngomong memang unik. Kadang lucu, kadang aneh, kadang juga begonya keliatan tanpa mau ngalah. bukannya debat itu untuk mencari kebenaran, bukan untuk mencari kemenangan?

    • demikianlah,…
      saya pun barangkali termasuk orng yg dari sedikit membaca kemudian bisa mengembangkannya mjd tulisan panjang.
      mohon maaf jika tulisan-tulisan sy kadang-kadang aneh dan lucu 😀
      hanya krn tangan ini tdk bisa distop u menulis heheheh…

  5. salah satu memperluas wawasan dan jaringan dengan mengikuti forum dan milis

  6. milis masih belum memikat hati saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: