murniramli

Urusan Kutu Rambut adalah Urusan Sekolah di Jepang

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on Februari 12, 2009 at 11:07 am

Apakah putra/putri anda atau anda saat kecil mengalami gangguan kutu rambut ? Kalau di Indonesia mungkin hal yang biasa, penyakit anak-anak.

Tapi kalau anda tinggal di Jepang, maka anak-anak anda untuk sementara waktu tidak boleh datang ke sekolah, sampai kutunya hilang semua 😀

Teman saya yang baik memberikan saya selebaran dari SD tempat anaknya bersekolah tentang penanggulangan kutu rambut yang banyak dialami anak-anak pada musim-musim tertentu. Selebaran dari sekolah tersebut dikeluarkan pada bulan Januari tahun ini.

Saya terjemahkan selebarannya secara gampang sbb :

Permintaan kepada Orang Tua tentang Kutu Kepala (Atamajirami)

Kami sampaikan terima kasih yang sebesarnya atas kerjasama para orang tua selama ini.

Telah dilaporkan bahwa di sekolah kita tentang adanya anak yang mempunyai kutu di kepala. Akhir-akhir ini penyakit ini tidak mengenal musim, dan tampaknya akan semakin bertambah jumlah anak yang akan terkena.

Di tingkat sekolah untuk mencegah melusanya penyakit ini, maka kami pun memberikan perhatian penuh akan hal ini. Selanjutnya kami menganjurkan agar para orang tua memeriksa kondisi rambut anak masing-masing dan memperhatikan lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit ini.

Tentang Kutu Kepala:

1. Gejala adanya kutu kepala
Saat kutu mengisap darah di kepala akan timbul rasa gatal. Yang dapat menimbulkan luka dan dapat menyebar.

2. Cara penularan :
Selain cara penularan langsung dari orang ke orang, penularan dapat terjadi melalui bak mandi, tempat tidur, peralatan tidur, seprei,topi.

3. Tempat-tempat telur kutu
Telur kutu berukuran 1 mm biasanya bersarang di belakang telinga, di rambut yang menutupi leher. Telur kutu berwarna putih dan agak padat, dan menempel kuat di rambut sehingga agak sulit untuk dicopot. Telur setelah menetas akan mengempes dan dengan mengeramas rambut berulang-ulang akan terlepas

Tindakan Pencegahan :

1. Mari membiasakan mencuci rambut dan menyisirnya. Jaga kebersihannya. (Catatan : Anak-anak yang berambut panjang biasanya agak sulit untuk dikeramas rambut bagian lehernya, pastikan untuk mengeramas hingga bagian tersebut).
2. Ajarkan kepada anak saat berenang jangan saling tukar menukar menggunakan handuk atau topi.
3. Sekali-kali periksa bagian belakang telinga dan bagian leher.
4. Kalau menemukan telur atau kutu di kepala anak segera laporkan kepada wali kelas.

Tindakan pengobatan :
1. Kalau menemukan kutu segera lakukan kosultasi dengan pharmacy terdekat.
2. Kira-kira selama 2 minggu keramas rambut anak setiap hari.
3. Gunakan sisir yang giginya rapat.
4. Seprei, cover tempat tidur, handuk, pakaian dalam anak setiap hari diganti dan dicuci, dengan menggunakan air hangat atau menyeterikanya. Jika menemukan serangga segera matikan (telur, anak serangga, serangga dewasa, pada suhu 60~70 derajat dapat dibasmi, demikian pula dengan mennyeterikanya).
5. Futon (selimut tidur Jepang) dan peralatan tidur lainnya sering-seringlah menjemurnya di bawah terik matahari.

Agar hati anak-anak tidak menjadi terluka (maksudnya karena kutuan), maka mari kita perhatikan, lakukan tindakan pencegahan dini dan pengobatan. Mohon kerjasamanya.

Ini copy selebarannya :

p10009031

Demikian isi selebaran yang dikirimkan oleh kepala sekolah.
Persoalan yang sangat sepele barangkali di negara kita, tetapi karena kutuan dapat mengganggu keceriaan anak-anak dalam bergaul dan belajar di sekolah dan tidak semua orang tua peduli dengan hal ini maka sekolah di Jepang merasa perlu mengeluarkan maklumat kepada para orang tua.

Tidak hanya itu, pada saat musim dingin dan menjelang musim semi biasanya banyak prosentase penderita influensa meningkat tajam di play group, TK dan SD. Sehingga biasanya sekolah meliburkan siswa apabila angka penderitanya dianggap mengancam anak-anak yang lain. Pada musim-musim tersebut semua orang dianjurkan untuk memakai masker sekalipun tidak terserang influensa, dan dianjurkan untuk selalu cuci tangan dan melakukan ‘ugai’ (berkumur-kumur hingga tenggorokan, tapi tidak ditelan airnya).

Anjuran seperti di atas bukan tindakan yang bebas dilakukan oleh sekolah tetapi sudah diatur sepenuhnya oleh Dinas Pendidikan Daerah yang membawahi TK dan SD.

Iklan
  1. mbak murni, di jepang ada sisir serit gak sih? yg buat nyisir kutu itu lho.

  2. hahahha….mba Novi, saya langsung ketawa baca komentarnya. Itu sisir wajib di Indonesia.

    belon pernah nemu Mba,
    tp perlu dijadikan salah satu barang yg wajib dibawa oleh ortu yg punya anak perempuan kecil 😀

  3. Wih, ibu, kalo gak ada serit di Jepang, peluang bisnis itu heheh..
    Saya juga dulu perah nonton acara TV growing Pains, jadul sih. Tau kan? Sitkom keluarga amrik. Salah satu eps kalo gak salah, anak bungsunya berkutu bikin panik satu sekolah, akhirnya harus diliburkan dahulu.
    Pernah juga ada berita, pembuatan film Harry Potter kedua (kalau gak salah) sampai terhenti gara-gara pemain anak-anaknya pada kutuan akibat terlalu seting bekerja di tempat lembab.
    Thx bu, ide yang bagus. Gak kepikiran juga membicarakan masalah kutu. Saya akan mengusulkannya masuk ke program UKS di sekolah.

  4. @Bu AL : siiip, setuju dimasukin ke program UKS

  5. Sebegitu besarnya perhatian terhadap pendidikan sampai-sampai hal-2 yang bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar pun jadi perhatian.
    Hal-hal kecil berpengaruh pada hal-hal yang besar. sebaliknya, hal-hal besar selalu bermula dari hal-hal yang kecil.
    Semangat yach ?!

  6. Lam kenal dulu nich mbak…
    Aku rang desa yang sama profesinya seperti mbak juga…, belum pernah terpikir ya di sini kalau kutu dapat mengganggu pembelajaran anak di sekolah. Padahal betul juga tuh saya sering lihat siswa ngegaruk kepala, tapi ngak pernah diperiksa apa ada kutunya atau ndak.Belum lagi penyakit lain seperti penyakit kulit (alergi/gatal-gatal di kulit), memang seharusnya, supaya ndak ganggu belajar ya diobatin doeloe.
    ha…ha…haaa.
    Trim’s

    murni : salam kenal juga

  7. “Itu sisir wajib di Indonesia.
    belon pernah nemu Mba,
    tp perlu dijadikan salah satu barang yg wajib dibawa oleh ortu yg punya anak perempuan kecil”

    Selamat mbak Murni kalau belum pernah menemukan sisir serit di Jepang. Berarti mbak Murni belum pernah berurusan dg kutu rambut selama di sini hehehe….
    Sekedar info, ada kok sisir serit di sini. Tapi harganya muahaall…itu yg pernah saya tahu sih. Belum pernah nyari di 100yen shop. Bentuknya juga beda dg serit di Indonesia. Di sini pendek bgt gigi-giginya. o,ya biasanya di shampo khusus pembasmi kutu rambut sudah satu set dg seritnya juga (tapi kurang rapat). Nnnah shamponya juga harganya hampir 10 kali lipat shampo biasa. Grrhh serasa kecekik deh leher beli shampo harga segitu.Jangan sampe deh kutuan lagi di sini. Wah…jadi ketahuan pernah berurusan dg kutu rambut selama di sini hahaha….

  8. obat untuk kutu rambut yang paling ampuh sebenernya apa sich!

  9. Ada cerita zaman dahulu. Seorang nabi minta pd alloh agar diberi cobaan yang berat.
    Alloh menjawab :Diuji dg kutu rambut saja sudah sambat kok minta balak yg lebih berat

  10. Salam kenal, artikel menarik yang sangat membatu untuk anak sy yang lagi kena kutu rambut sehabis berenang.
    Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: