murniramli

Seminar Islam Indonesia dan kehidupan Islam di Jepang

In Islamologi, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on Februari 25, 2009 at 2:07 am

Selama dua hari, 22-23 Februari 2009 saya menghadiri Seminar tentang Dinamika Islam di Indonesia yang berisi presentasi beberapa peneliti Jepang yang mengkhususkan diri dengan penelitian tentang Islam di Indonesia.

Saya tidak termasuk dalam kelompok penelitian ini sebenarnya tetapi karena seorang teman saya mempresentasikan tentang perkembangan TPA/TQA di Indonesia, dan juga melihat materi lain yang disampaikan pemakalah sangat menarik, maka saya putuskan untuk hadir meskipun hanya separuh hari saja, karena diselingi dengan waktu bekerja.

Tema yang disampaikan dalam dua hari seminar tersebut adalah : Permasalahan gender dalam kelompok tradisional Islam di Indonesia, juga peranan wanita dalam sudut pandang hukum(studi kasus NU), pengajaran Quran di TPA/TQA, simbol-simbol dan dekorasi Islam, Gerakan Dakwah di kampus (studi kasus Salman, ITB), paham/konsep Islami pernerbitan Islam, Sekte/kelompok-kelompok pro dan anti dalam Islam, Perbandingan jumlah orang yang naik haji antar wilayah pada abad 19 dan awal abad 20, dan sejarah penelitian tarekat.

Sebagai salah satu upaya merekam pergerakan dan perkembangan Islam di Indonesia, seminar ini adalah sebuah langkah yang sangat baik. Menurut penyelenggara ini adalah terobosan awal untuk memfokuskan studi Islam di Indonesia.

Giatnya penelitian tentang Indonesia ataupun Islam di Jepang dapat dilihat dari banyaknya Asosiasi Peneliti di bidang ini, misalnya saja ada forum yang paling besar adalah Hikaku Kyouiku Gakkai (Comparative Education Meeting) yang di dalamnya terdapat bidang Tounan Ajia Kenkyuu (Penelitian Asia Tenggara), Tounan Ajia Gakkai (South East Asia Meeting),

Saya sering sambil bergurau mengusulkan kepada dua orang professor yang menekuni tentang Indonesia di Nagoya University, sudah saatnya menyelenggarakan Indonesia Kyouiku Kenkyuu Centa (Indonesia Education Research Center)  dan nanti saya akan mendaftar menjadi stafnya 😀

Saya merasa beruntung pernah mengenyam pendidikan di pesantren, dan menggemari buku-buku sejarah Islam, politik Islam, ekonomi Islam sejak kuliah dulu. Bekal itu membuat saya bisa masuk dalam perbincangan tentang Islam di Indonesia, sekalipun saya tidak secara khusus meneliti itu.

Dalam tataran yang berbeda barangkali, saya mempelajari Islam sebagai sebuah prinsip yang akan saya pakai dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan para peneliti tersebut mempelajarinya sebagai sebuah bidang keilmuan dan budaya. Tetapi darimanapun kita melihatnya, maka Islam tetap saja akan menarik.

Suatu hal yang bisa saya petik di dalam forum seminar tersebut adalah gairah untuk menyampaikan penelitian, menyelenggarakan forum-forum perdebatan ilmiah, dan menuliskannya dalam paper-paper ilmiah pula. Perdebatan dan diskusi sangat perlu untuk pengembangan keilmuan, tetapi bukan perdebatan yang hanya berdasarkan emosi.

Islam dibicarakan kadang-kadang hanya dengan sudut pandang benar dan tidaknya, padahal jika kita mempelajari dan menekuni hukum-hukum dan perkembangannya dari masa ke masa, di setiap sudut kota di Indonesia, dengan sudut padang suku-suku di Indonesia, maka kita akan menemukan keunikan interpretasi terhadap Islam.

Saya mempelajari Islam dengan kadar yang belum sebanding dengan alim ulama. Tetapi saya sudah merasakan keindahan menerapkannya, padahal yang saya terapkan mungkin belum separuh. Saya pikir dengan kesehariannya sebagai muslim, orang Indonesia atau orang muslim di Jepang sudah menjadi magnet penarik orang Jepang untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam.

Karenanya saya agak sedih ketika mendengar ada teman yang mengorbankan prinsip yang dipegangnya, misalnya melegalkan minum-minuman keras, ketika berkumpul dengan orang Jepang. Dengan dalih sebagai bentuk penghormatan kepada orang Jepang, mereka dengan mudahnya minum sake/bir. Kasus seperti ini ditanyakan kepada saya dalam forum informal seminar di atas, dan saya hanya menarik nafas dalam-dalam karena para peneliti itu sebenarnya sangat mengetahui hukum-hukum dasar tersebut.

Beberapa professor yang hadir dalam seminar di atas lebih memilih minum teh daripada bir yang disiapkan panitia dalam acara makan malam bersama. Seseorang menyeletuk apakah layak bir dihadirkan dalam forum yang membicarakan tentang Islam? Saya hanya tersenyum, dan dalam hati mengatakan ini adalah forum orang Jepang dan hanya dua orang yang muslim, saya dan Prof Nakata yang sudah menjadi muslim, jadi saya tidak mungkin menuntut semua makanan yang disajikan adalah makanan halal.

Kesulitan utama muslim di Jepang menurut saya hanya ada dua, yaitu makanan dan menunaikan ibadah sholat wajib.

Saya kadang-kadang merasa tidak nyaman apabila diajak makan oleh beberapa professor di fakultas,sebab mereka selalu mengatakan : muruni san no tame ni, kyou wa o sakana ryouri (untuk Murni hari ini kita memilih makanan serba ikan). Biasanya saya langsung membungkuk dalam-dalam dan mengatakan agar sensei jangan terlalu membatasi seperti itu, silahkan jika ingin memesan makanan yang lain. Saya akan makan yang bisa saya makan.Belakangan saya diberitahu oleh seorang mahasiswa Jepang bahwa para sensei sangat kagum dan menghargai prinsip tersebut.

Jadi, tidak perlu mengorbankan prinsip asasi yang kita percayai jika ingin sekedar dihargai atau agar dipercaya orang Jepang.

Iklan
  1. Benar kata Bu Murni, kendala utama bagi seorang muslim di Jepang ini mungkin 2 hal di atas. Makanan dan menunaikan ibadah sholat wajib. Saya sendiri merasakan banyak kendala dalam hal menunaikan ibadah sholat wajib. Baik itu masalah tempat sholat ataupun waktu, sehingga tidak jarang saya menjamak atau mengqada’. Semoga kita bisa tawashou bil shobr wal haq.

  2. Wah orang Jepang itu ternyata sebenarnya juga sangat menghargai prinsip keagamaan kita yaw..

    Sungguh luar biasa patutnya iman kita malah semakin bertambah..

    Saay di sini juga dalam proses belajar sensei Muruni-san…

  3. Kamu masih tetap Murni yang aku kenal dulu. Pandai dan teguh pada prinsip. Good luck, my dear friend….

  4. Aduh,aku jadi terharu baca artikelnya,keteguhan prinsip murni san,aku+teman2 dari indonesia skrg jg lg kenshuu di japan foundation kita urawa,kita jg lg usaha utk menjaga prinsip itu,bantu doa ya,biar hati kita teguh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: