murniramli

Apakah anda termasuk GADEN INSUI ?

In Serba-Serbi Jepang on Maret 15, 2009 at 12:04 pm

Saya mendapatkan kosa kata baru beberapa hari yang lalu dari seorang professor yang gemar menggunakan peribahasa untuk menggambarkan karakter orang. Kosa kata tersebut adalah gaden insui.

Kata gaden insui yang dalam bahasa Jepang ditulis seperti ini 我田引水 adalah perkataan untuk menggambarkan orang yang hanya melakukan sesuatu untuk hak miliknya, keluarganya, kampungnya saja. Kata “gaden” artinya “sawah kita”, sedangkan kata “insui” adalah “mengalirkan air”. Jadi secara gampangnya artinya adalah “mengalirkan air hanya ke sawah kita“.

Professor menceritakan seseorang yang dikenalnya bahwa orang tersebut hanya menyalurkan semua bantuan dan menggiring tamu-tamu Jepang agar bekunjung ke daerahnya saja, padahal dia bertugas untuk menangani pendidikan se-provinsi. Professor mulai tidak suka dengan tindakan tersebut dan menyatakan keinginannya untuk melihat daerah-daerah lain, tapi dia tak bisa menyatakannya dengan terus terang.

Ya, orang-orang yang gaden insui bagi warga kampungnya, dia akan dielu-elukan, tetapi akan dicibir oleh orang-orang yang ada di luar kampungnya. Permasalahannya tidak akan mengerucut jika apa yang diberikannya kepada kampungnya itu bukan menjadi hak bersama penduduk kampung yang lain. Apabila misalnya seorang yang sudah berhasil di kota membawa pulang uangnya ke desa, lalu membangun sekolah dengan uang tersebut, maka tidak akan ada yang merasa sakit hati. Tetapi apabila seseorang membawa harta/dana milik rakyat banyak, khusus ke desanya maka sama saja dia sedang menanam kebencian baru di antara rakyat yang dipimpinnya.

Penggambaran lain adalah sama seperti petani-petani yang memiliki petak-petak sawah yang dialiri air irigasi. Jika dia tak dewasa, maka air tersebut akan dialirkannya ke sawahnya saja, dan membuat sawah-sawah sekitar kekurangan air.

Tindakan ini tidak akan membawa kesuburan padi di petakan sawah yang dimilikinya, sebab sawah yang kekeringan akan menyebabkan munculnya penyakit padi yang baru yang bisa menyerang padi di petak yang dimilikinya.

Sama saja,  bantuan yang hanya diberikan kepada kampung halaman saja akan membuat kecemburuan sosial dan merupakan bibit-bibit konflik antar daerah.

Maka lebih baik tidak menjadi gaden insui, lalu mempertajam kompetisi antar daerah, tetapi mari menjadi orang yang dewasa berfikir untuk kemajuan bersama.

Iklan
  1. Murni san e,

    konichiwa

    Honto ni anata wa sugoku hito naru to omouimasu. Nihon de Benkyo sinagara, iro iro na nihon no seifu dandan umai to omou. Boku wa totemo ureshi anata no repoto o yonde imasu kara. Ima wa doko ni iruka. Nagaoya daigaku ni iru ka. Ima mada benkyo owatandesuka.Kuni kara anatano tame ni ganbante kudasai. Indonesia no tame ni umai hito anata mitai o matte imasu.
    Genki de kudasai.Gaden insui wa nihon dake ga aru to omouimasu.
    Ja, matta

  2. Wah…Memang sich kenyataannya di Inodnesia itu masih saja Gaden Insui, alias mementingkan kepentingan partainya saja..

    Ya bukan ….

  3. Murni…, kali ini aku mampir cuma mau bilang kalo aku punya award buatmu. Tolong diambil ya…??
    Semoga aja suka. Thanks banget…

  4. nggak mbak…saya bener nggak termasuk…hehehe. penggambaran yang menarik tentang egoisme

  5. Murni :
    @Pak Eko :makasih atas supportnya
    @Bocahbanjar : Ya, sebab ini hal yg manusiawi sekali 😀
    @Reni : award apakah itu ?
    @Mba Hani : apa kabar, Mba ?

  6. Mmm… aku kalo habis gajian suka beli ransum bwt memperkaya logistik sendiri (:D), masuk kategori gaden insui ga tu?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: