murniramli

Wisuda dan Penerimaan Siswa Baru di Jepang

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang, Taman Kanak-Kanak on April 6, 2009 at 6:20 am

Bulan Maret adalah bulan wisuda di Jepang, dan bulan April adalah bulan penerimaan mahasiswa baru. Dua kegiatan yang hampir bersamaan ini benar-benar menyita waktu siswa, orang tua dan guru.

Tidak sama dengan di Indonesia, wisuda di Jepang agak sedikit ketat jika dilihat dari busana yang dipergunakan. Di level mahasiswa tidak terlalu repot barangkali, karena mahasiswa dapat memakai stelan jas. Mahasiswinya dapat memilih antara menggunakan hakama atau kimono, dan bagi mahasiswa asing biasanya mereka memilih menggunakan busana negaranya atau stelan jas hitam. Tetapi rumit adanya di tingkatan TK, SD, SMP, dan SMA.

Walaupun masih dalam usia pra sekolah, siswa-siswa di TK juga mengikuti prosedural wisuda (sotsugyou shiki atau sotsuen) yang menganjurkan atau cenderung mengharuskan anak dan orang tua untuk menggunakan pakaian resmi berwarna hitam,putih, pink, biru muda, yang biasanya dilengkapi dengan kalung mutiara putih.

Gambarnya seperti ini :

Sb. foto :

Plaza Rakuten, Catherine Cottage, Nissen (Catatan : Foto di atas dikutip bukan untuk promosi 😀  )

Busana tersebut pada umumnya dapat dibeli, tetapi karena dipakai hanya sekali atau dua kali saja, maka disiapkan pula fasilitas penyewaan baju-baju wisuda. Biasanya busana ibu akan dipadankan dengan busana anaknya.

Sebagian ibu yang anaknya lulus SMP atau SMA, menggunakan kimono, tetapi ini semakin jarang terlihat dengan makin maraknya penggunaan stelan jas. Tentu saja tidak semua orang tua mengikuti pola busana yang tergolong mahal ini, tetapi karena sudah menjadi trend maka sulit juga untuk menolaknya.

Tidak saja masalah busana, di sekolah para siswa dan guru menjadi sangat sibuk menjelang kegiatan wisuda. Setiap hari mereka harus berlatih paduan suara atau performance yang akan ditampilkan dalam kegiatan tsb. Sewaktu saya berkunjung dalam rangka program konsultasi sekolah di kota Takahama, saya sempat menyaksikan sebagian besar kelas diliburkan (kebanyakan sekolah  mengurangi jam belajar di kelas pada bulan Maret) dan sebagian besar kegiatan dikonsentrasikan untuk wisuda.

Memasuki bulan April, saat sakura mulai bermekaran kegiatan penerimaan siswa baru dimulai. Mekarnya bunga sakura menjadi penyemarak kegiatan ini, dan bagi sebagian orang Jepang, fenomena ini seakan menjadi pemacu semangat baru dalam memulai aktifitas tahunan.

Berhari-hari ini kampus Nagoya University dipadati mahasiswa baru dan orang tua yang datang dari berbagai pelosok Jepang, menemani putra-putrinya dengan penuh kebanggaan dan suka cita memasuki kampus yang naik daun karena alumninya yang meraih nobel tahun lalu.

Iklan
  1. oh klo dijepang tahun ajaran barunya bulan april yah klo di indonesia kan bulan agustus. Tapi kok ribet banget yah, mungkinkah itu ciri khasnya ? sama kayak klo di barat prom, tapi klo wisuda jepang itu hanya menampilkan performance dari dalam sekolah yah?

  2. @Heri Koesnadi : Ya, Pak. Hanya performance siswa2 sj

  3. kirain anak TKnya juga pake toga kaya’ di Indonesia 🙂 sistem sekolah di Jepang itu semester, triwulan atau caturwulan mbak?
    alumni yang dapet nobel itu Osamu Shimamora ya?

  4. sistem triwulan

    ya, salah satunya Pak Osamu.
    Masih ada dua lagi yg juga masih alumni Nagoya Univ.

  5. Sungguh luar biasa semua pengalaman yang dibagi. Saya sangat tertarik dengan program TT. Bagi tips untuk lulus dengan baik dan cara hidup yang bermakna di Jepang dong! Terutama dengan masyarakatnya, … Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: