murniramli

Sabun yang aman ditelan

In Serba-Serbi Jepang on April 28, 2009 at 11:13 pm

Kebanyakan sabun yang kita pakai sehari-hari, di label kemasannya selalu ada peringatan untuk hati-hati jika terkena mata atau tertelan. Terutama untuk anak-anak.

Sabtu lalu sebuah dokumenter tentang perusahaan sabun ditampilkan di salah satu channel TV Jepang. Sebenarnya bukan produknya yang ingin diperkenalkan dalam program TV tersebut tetapi direkturnya yang masih muda tetapi sangat bersahaja.

Barangkali yang tinggal di Jepang sering mendapati sabun dengan merek “syabon dama sekken” dalam kanji ditulis しゃぼん玉石鹸. Perusahaan ini didirikan 1910 di kota Kitakyuusyuu, prefektur Fukuoka. Pendirinya bernama 森田光典(Morita Mitsunori). Yang ditayangkan dalam program TV Sabtu lalu adalah direktur generasi ketiga, 森田 隼人(Morita Hayato) yang lahir pada tahun 1976.

Pak direktur Morita selalu datang jam 7.00, lebih pagi daripada bawahannya, dan yang dia lakukan pertama kali setibanya di kantor adalah mengepel lantai kantor, tanpa menggunakan gagang pengepel, tapi langsung membungkuk dan mengepel dengan tangan. Tentu saja menggunakan sabun pembersih lantai buatan pabriknya. Saat stafnya mulai berdatangan, dia mengucapkan selamat pagi dan mempersilahkan mereka melewatinya sambil berdiri memberi jalan. Sebagian stafnya adalah pekerja yang bekerja bersama ayahnya, jadi dari segi usia tergolong sudah lanjut.

Sabun dan beberapa produk shampoo yang diproduksi perusahaan ini berkonsep aman lingkungan dan aman untuk kesehatan. Untuk memastikan bahwa sabun tersebut aman ditelan, Pak Direktur setiap hari akan mendatangi tangki/drum untuk mengadon sabun dan memasukkan telunjuknya untuk mencicipi rasa adonan tersebut. Rasanya tentu saja getir, tetapi aman jika tertelan.Pembuatan adonan dipercayakan kepada seorang staf yang sudah bekerja puluhan tahun.

Perusahaan mempekerjakan peneliti-peneliti muda lulusan berbagai universitas di Jepang untuk melakukan terobosan baru dalam produksi sabun. Sabun-sabun produksi Syabon dama sekken tergolong mahal dibandingkan sabun produksi yang lain. Tapi ini bisa dipahami dengan menyaksikan proses dan materi pembuatan sabunnya. Bahan utama yang banyak dipergunakan adalah susu. Barangkali ini yang menyebabkan sabun syabon dama aman untuk ditelan.

Digambarkan pula bahwa perusahaan pun mendapatkan order untuk membuat busa pemadam api yang aman bagi lingkungan. Biasanya yang dipergunakan untuk memadamkan kebakaran adalah air, tetapi busa lebih efektif dan ekonomis untuk pemadaman api di saat sumber air sulit untuk didapatkan.Pada saat uji coba penggunaan busa tersebut, direktur mendatangi pusat pemadaman dan seperti biasa mencicipi busa yang menumpuk, untuk memastikan keamanannya bagi kesehatan.

Apa yang dilakukan oleh direktur Morita dan misi perusahaannya untuk membuat produk yang aman bagi lingkungan adalah sebuah respon baik terhadap keinginan manusia saat ini untuk lebih ramah terhadap lingkungan. Inovasinya untuk lebih akrab dengan alam adalah juga ditempuh oleh beberapa industri mobil yang berlomba untuk memproduksi mobil hybrid. Gerakan ramah lingkungan (Eco-life) semakin berkibar di Jepang. Gerakan ini tidak saja dipelopori oleh NGO-NGO tetapi telah disepakati oleh pemerintah, dilaksanakan oleh bisnis dan industri, dan tentu saja diamini oleh masyarakat Jepang kebanyakan.

Sebuah kasus menarik yang pernah saya jumpai adalah saat berkunjung ke vila seorang sensei di daerah Nagano, kami mencuci piring dengan menggunakan sabun yang tidak berbusa. Menurut sensei ini adalah salah satu langkah untuk menjaga kelestarian alam dan kebersihan air daerah sekitar villa, yang merupakan wilayah yang masih sangat alami di pegunungan sekitar Ontake.

Iklan
  1. Salut buat Pak Morita… :D. Mental seperti itu emang patut dicontoh!
    di Indonesia jarang ada yang seperti itu.

    Tapi, lo mbak, aku kepikiran aja, ngapain ya Pak Morita kok mau-maunya ngepel lantai, bukannya udah ada staff yang berkewajiban untuk melakukan hal itu? Heheh,

  2. @dewi : di beberapa perusahaan atau perkantoran memang dipakai jasa cleaning service, tp untuk ruang kantor yang tidak terlalu besar seperti ruang Pak Morita, kayaknya terlalu buang duit untuk menyewa cleaning service. Jadi ya dikerjain sendiri oleh Pak Morita 😀

  3. sikap seorang atasan yang patut dicontoh memang. untuk jepang, gerakan ramah lingkungan memang menjadi contoh untuk negara2 lain.

    mbak, gimana rasanya nyuci nggak ada busanya…aneh ya…hehehe. saya juga pernah mencoba demi lingkungan 😉

  4. @Mba Hani : Krn ga ada busanya, maka ndak yakin bersih jadi bolak balik ditambah sabunnya hehehhe….

  5. Mbak, gimana cara buat sabunnya. Boleh dibagi caranya? Terima Kasih

  6. […] Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang pendidikan dan dunia korporasi di Jepang, dapat juga diakses melalui link: Sabun yang aman ditelan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: