murniramli

Hari Gigi di Jepang, 4 Juni

In Pendidikan Jepang, Serba-Serbi Jepang on Juni 6, 2009 at 4:08 am

Kalau anda berjalan-jalan di Nagoya pada tanggal 4 Juni kemarin, maka jangan heran kalau tiba-tiba di informasi elektronik yang dipasang di tepi jalan-jalan besar, ada sebuah rentetan kalimat selain yang biasanya muncul. Papan reklame itu biasanya peringatan kepada para pengemudi untuk tidak mengebut dan tidak mengemudikan kendaraan saat mabuk. Tapi hari Kamis kemarin, ada tambahan pesan : Jagalah kesehatan gigi anda 😀

Ya, tanggal 4 Juni ditetapkan sebagai 「ムシ歯の日」(baca : musi ba no hi), hari gigi berlubang. Mengapa sampai pemerintah Jepang menetapkan hari tersebut dan apa saja yang dikerjakan pada hari itu di sekolah-sekolah ?

Saya kutipkan apa yang dituliskan oleh Ibu Ratih (ibu 2 orang anak) yang bersekolah di sebuah SD di Nagoya. Anak-anak mendapatkan selebaran seperti ini dari sekolah :

やってみよう!8020運動
歯と歯肉が健康になる生活習慣チェックリスト8020(ハチマルニマル)80歳なっても20本の歯を残そう!
1.寝る時間(早寝早起き)
2.朝ごはんは野菜と果物を食べます
3.食べた後の歯磨き1日2回より多い(食前は0回)
4.歯磨くのにかける時間5分より長い
5.間食(甘いもの一口でも1回、食後はがぞえない)
6.歯ブラシをどれだけ長く使わないで(もっと取り替える)
7.食べ残し調べよくする。
8.毎年歯医者さんに歯をチェックする

よくかんで食べよう!
よくかんで食べることは、いろいろな効果があります。
1.だえきがたくさん出る。
(だ液には、こんなすごい働きが:a. 消化を助ける、b. 口の中を洗い流して虫歯を防ぐ、c. 味覚を発達させる、d. がんを予報する)。
2.食べすぎを防ぐ。
3.あごの骨や筋肉をきたえる。
4.脳の働きをよくする。

Mari kita coba, gerakan 8020 !

Cara memelihara gigi dan gusi, sampai usia 80th gigi masih tersisa 20 gigi (8020)
1. Jam tidur (cepat tidur cepat bangun)
2. Sarapan pagi sebisanya tersedia sayuran atau buah-buahan
3. Selalu menyikat gigi setelah makan, minimal 1-2 kali  (sebelum makan tidak perlu sikat gigi)
4. Sikat gigilah dengan sempurna sampai ke setiap celah (membutuhkan waktu 5 menit bahkan lebih)
5. Jangan membiasakan diri dengan makanan selingan (terutama yang manis), tidak boleh lebih dari 1-2 kali dalam sehari.
6. Gunakan sikat gigi yang bagus, yang benang sikatnya masih lurus, gantilah segera bila sudah terlihat tidak layak.
7. Carilah sisa makanan disela-sela gigi dengan teliti
8. Setiap tahun periksakan gigi anda secara rutin ke dokter gigi.

Ayo mengunyah makanan dengan sempurna !
Apabila anda mengunyah makanan dengan baik maka hasil yang akan didapatkan adalah
1. Air liur akan banyak keluar.
(Air liur mempunyai banyak manfaat diantaranya :

a. membantu pencernaan,
b. mencuci (membersihkan) bagian dalam mulut sehingga memelihara dari kerusakan gigi (gigi berlubang),
c. bagus untuk kesehatan gigi,
d. mencegah kanker
2. Mencegah makan berlebihan
3. Melatih dan menjaga kekuatan tulang dan otot-otot di rahang
4. Memperbaiki kerja (fungsi) Otak.
Apabila kita berkunjung ke SD-SD di Jepang maka pemandangan yang akan segera kita lihat di depan ruang kelas adalah wastafel panjang dengan beberapa kran air, dan digantungi sabun beserta deretan sikat gigi yang rapih tergantung di dinding. Karena acara makan siang berlangsung di sekolah, maka setelah makan siang anak-anak akan dibiasakan untuk gosok gigi bersama-sama.
Dari cerita banyak teman, perawatan gigi di Jepang di klinik-klinik tergolong sangat bagus. Dokter-dokter Jepang memilih untuk tidak segera mencabut gigi dan melakukan perawatan yang baik. Akar gigi yang tersisa dan masih kuat akan dipertahankan, dan setelah mengalami perawatan beberapa lama, akan ditempelkan gigi palsu. Menurut teman-teman gigi ini akan bertahan lama.
Sebuah laporan dari kementerian pendidikan Jepang tentang situasi pergigian anak-anak sekolah di Jepang diperoleh informasi bahwa jumlah penderita gigi berlubang berkurang dari tahun ke tahun, yang dapat dilihat pada grafik berikut ini :
Sumber :
Data di atas dikeluarkan oleh Monbusho tentang perubahan persentase jumlah anak-anak yang menderita gigi berlubang dari tahun 1975 sampai tahun 2005. Garis yang berwarna biru adalah siswa SMA, yang berwarna merah adalah siswa TK, yang berwarna ungu muda adalah siswa SD, dan yang berwarna ungu tua adalah siswa SMP.
Program kesehatan gigi tampaknya cukup berhasil dilaksanakan di Jepang, berikut program kesehatan lainnya. Gerakan-gerakan semacam ini tidak akan berjalan efektif  jika hanya digiatkan dan diserukan oleh kelompok kecil dalam masyarakat. Pembaharuan akan terjadi dan berjalan secara cepat jika pemerintah ikut campur memainkan perannya.
Sudah harus dimulai juga di negara kita langkah-langkah kebijakan semacam ini untuk mencetak generasi muda yang sehat.
Iklan
  1. Natsukashii bunseki da :-). Apa kabar Mbak Murni? Genki, tentu saja ya. Amin.

  2. @Mas Sany : Huwaah….komentarnya juga natsukashiii…
    alhamdulillah kabar baik, Mas. Lama ndak ngeblog lagi, sibuk sekali kah jadi arsitek UGM hehhehe ? Salam u keluarga.

  3. 😀 lucu juga yah Jepang itu…
    Oh iya mbagk, mau tanya dikit. Saya sempet mengenal istilah “mane wa manabu” ini tuh istilah dari jepang kan?kok bisa muncul istilah itu? apa bedanya sama plagiatisme?
    Penasaran yang lama terpendam 😀

  4. @Mba Azizah : mane wa manabu artinya “meniru itu belajar” atau kalau mau diterjemahkan lebih gampangnya lagi, dg dari meniru kita bisa belajar sesuatu.Plagiatisme dilarang di Jepang. Kadang2 di TV sering digambarkan bagaimana orang Jepang gregetan dg peniruan produk yg dilakukan Cina. Meniru boleh saja dilakukan tp bukan u dikomersilkan. Meniru sesuatu yg baik, tatacara pembuatan sebuah produk dg teliti, yang selanjutnya membuat kreasi baru.
    Kalau dalam bidang pendidikan, kebijakan di Jepang banyak sekali yg meniru Amerika. Tp biasanya tdk secara mentah2 digunakan, banyak yg mengalami modifikasi.

  5. Wowww…Boleh tuwh diajarkan pada anak2 di Indo…

    Hhmm…sayang gigi saya sudah berlubang satu nich Bu..hiks…hiks,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: