murniramli

Menggalakkan Kembali Senam Pagi

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on Juni 23, 2009 at 1:36 am

Di kalangan warga PPI Nagoya, kami pernah membicarakan untuk menyelenggarakan senam pagi bersama, sebab kebanyakan dari kami menikmati betul kehidupan di Jepang, sehingga berat badan biasanya tak terkendali :D   Sayang sekali, hingga saat ini program tersebut belum terlaksana.

Kemarin saya mengajar bahasa Indonesia, saat memperkenalkan kata “memasyarakatkan”, saya memberikan contoh penggunaannya dalam kalimat yang dulu sering didengungkan pada masa Pak Harto, “mengolahragakan masyarakat, memasyarakatkan olahraga”.  Biasanya setiap kali memberikan contoh kalimat, saya selalu barengi dengan cerita sejarah di balik kalimat tersebut, dan mengalir pula cerita tentang senam pagi (kebetulan sekali ada dua orang murid saya berumur sekitar 50 tahunan yang termasuk orang yang menggemari sejarah pula. Saya suka sekali bercerita tentang apa yang sudah saya baca, dan mereka juga senang sekali menceritakan kepada saya sejarah dan istilah kuno Jepang. Kami bersimbiosis mutualisme :D )

Hampir sama dengan sekolah di Indonesia, sekolah-sekolah di Jepang juga tidak mengadakan lagi senam pagi, atau yang lebih dikenal dengan istilah taiso (体操). Sangat disayangkan memang, tetapi alasannya hampir sama, anak-anak harus digiring untuk belajar di kelas lebih banyak.

Kalau kita menelusuri kurikulum sekolah-sekolah pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, kita akan dapati bahwa sekolah ELS (untuk orang Eropa), HIS dan HCS melaksanakan pendidikan olahraga, tetapi Tweedee School dan Volkschool tidak menyelenggarakannya. Sekolah lanjutan dari Volkschool, yaitu Vervolgschool juga mempunyai mapel yang dinamai Pergerakan Badan. Tetapi apakah ada kebiasaan senam pagi pada masa penjajahan Belanda, saya tidak berhasil menelusurinya.

Adapun sekolah-sekolah pada masa Jepang di semua tingkatan, mulai dari kokumin gakkou (SR) hingga koutouchuugakkou (SMT), semuanya menerapkan mapel pendidikan jasmani. Dan pada masa pendudukan Jepang diperkenalkan program Radio Taisou, yang merupakan program terusan sebagaimana dijalankan di negeri Jepang. Dalam sebuah literatur berbahasa Jepang, dijelaskan bahwa Radio Taisou dilakukan di kantor2 desa, kecamatan, sekolah-sekolah.

Program Radio Taisou di Jepang disiarkan pertama kali oleh siaran Radio NHK pada tanggal 1 November 1928. Ide program ini dilontarkan pertama kali oleh kepala Japan Post Insurance pada tahun 1927 kepada kabinet Jepang. Dia mengetahui program ini pada saat keberangkatannya mengunjungi Metropolitan Life Insurance Co. di Amerika pada tahun 1925, yang menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai kegiatan rutin. Siaran Radio Taiso pernah dihentikan pada masa PD II 1945, yaitu tepatnya pada tgl 15-22 Agustus. Selain periode itu, Radio Taiso terus berkumandang hingga saat ini. Saya masih sering mengikutinya melalui siaran channel 9, NHK setiap pagi sekitar pukul 06.30.

Adapun Senam Pagi di Indonesia dirumuskan pada tahun 1977 oleh guru-guru di Sekolah Tinggi Olahraga. Gerakan senam pagi tersebut merupakan gabungan antara senam Radio Taisou dan pencak silat.

Saya masih ingat kegiatan Senam Pagi di SD setiap hari Jumat. Bahkan masih mengikuti kompetisinya saat duduk di bangku SD dan SMP. Seingat saya senam pagi sudah tidak diselenggarakan lagi di SMA. Bapak dan Ibu saya juga mengikuti kegiatan Senam Pagi yang selanjutnya berubah nama menjadi SKJ, di depan balai pertemuan PG Pagottan. Pada saat itu, atasan dan bawahan semua berkumpul menyatu.

Kalau dilihat dari kepentingan dan manfaatnya, senam pagi merupakan wahana berkumpul warga, karyawan, siswa dan guru yang murah meriah. Setelah kegiatan senam, semua mendapatkan kesegaran baru untuk memulai aktivitas di pagi hari, dan tentu saja tidak ada yang loyo. Tetapi ada kebiasaan buruk pada saat saya bersekolah dulu, yaitu kami melakukan senam pagi dengan tetap memakai seragam sekolah, sehingga otomatis saat masuk kelas, baju seragam sudah basah oleh keringat dan bau. Mungkin ada baiknya, anak-anak berangkat dari rumah dengan memakai baju olahraga pada hari-hari senam pagi dilaksanakan. Memang agak merepotkan tetapi baju dengan model seperti itu dan berbahan kaos lebih memudahkan gerakan.

Seandainya bisa, tidak hanya hari Jumat, setiap hari semestinya hari-hari kita dimulai dengan kegiatan senam pagi , sekalipun hanya 15 menit.

Entah kenapa, tiba-tiba saya ingin senam pagi :D

About these ads
  1. [...] Senam Pagi. Sebenarnya bukan kegiatan baru sebab sejak dulu telah dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia, [...]

  2. Iya nih. Setuju banget. Mesti digalakkan lagi, biar orang Indonesia jadi semangat, sehat dan gak malas bangun pagi. Denger-denger di Singapura murid sekolah ada batasan berat badan ya… kalau kelebihan berat pasti disuruh lari pagi di sekolah… Jepang yang makmur mungkin sudah agak malas olahraga, tapi semangat kerjanya belum kurang juga.

  3. AYOOOOOO, Senaaaammmmm!!!

  4. @Mba Refa : sekalipun taisou sudah tidak ramai dilakukan di sekolah2 di Jepang, kegiatan olahraga tetap lebih utama daripada belajar hhehehe….

  5. wah baru tau info yang ginian… Info yang sangat menarik, trim’s

  6. setuju marih kita jangan males bangun pagi dan olah raga pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 154 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: