murniramli

Masjid selalu menentramkan

In Islamologi, Renungan, Serba-serbi Indonesia, Serba-Serbi Jepang on Juli 21, 2009 at 2:44 pm

Saat mengurus pergantian paspor beberapa waktu lalu, selain ke KBRI yang merupakan tujuan utama perjalanan, saya juga menyempatkan diri mendatangi masjid besar di Yoyogi. Sudah lama sekali saya ingin melakukan perjalanan mengunjungi masjid-masjid yang ada di Tokyo. Sayangnya waktu selalu saja membatasi. Kali ini pun ada beberapa masjid yang sedianya ingin saya kunjungi tapi hanya satu yang tersampaikan.Masjid yang ada di Yoyogi adalah milik orang Turki, disebut dengan Tokyo Jamii (Tokyo Mosque). Letaknya di dekat stasiun Yoyogi Uehara. Perjalanan menuju ke sana agak merepotkan bagi saya yang terbiasa dengan kepraktisan sistem perkeretaan di Nagoya, dan agak shock dengan ribetnya perkeretaan di Tokyo.

Saya tiba di stasiun Shinagawa sekitar pukul 11.00 dan seperti sudah direncanakan, perjalanan harus dimulai dengan sholat dhuhur di Masjid Yoyogi. Kekeliruan terjadi karena saya tidak membaca lengkap alamat masjid. Saya hanya sekilas membaca kata Yoyogi, maka dengan PD-nya saya naik Line Yamanote dan turun di stasiun Yoyogi kira-kira satu atau dua stasiun dari Shibuya. Ternyata masjid ada di stasiun Yoyogi Uehara yang berada di Shibuya-ku. Kalau dipikir-pikir semestinya bisa berhenti di stasiun Shibuya, tetapi menurut teman Jepang yang membantu saya mencarikan alamat masjid via internet, masjid akan lebih mudah dijangkau apabila turun di Shinjuku, dan ganti ke Odakyu Line.

Saya memilih mengikuti petunjuk teman daripada bereksperimen mencoba-coba jalan seperti yang biasa saya lakukan kalau bepergian sendirian. Akhirnya saya tiba di masjid Yoyogi setelah berputar-putar selama kurang lebih dua jam.

Arsitektur masjid sangat menawan. Teras lantai atasnya dihiasi dengan relung-relung yang menyerupai Masjid Cordova, hiasan dalam dinding dan atapnya indah sekali. Posisi masjid yang ada di tepi jalan besar cukup berisik dengan ramainya suara kendaraan yang hilir mudik, tetapi pohon-pohon di sekitarnya yang rimbun menyembunyikan kubah dan menutup bangunan masjid yang megah. Hanya menaranya yang terlihat menjulang, menjadi petunjuk bagi siapa saja yang kebingungan mencarinya.

Masjid Yoyogi terkesan sepi dan lebih mirip museum. Di bagian pintu masuk terdapat sebuah ruang penyambutan dan di sebelah kiri beberapa kursi dan meja, laiknya seperti sebuah restoran. Seorang petugas berkebangsaan Turki menunjukkan saya tempat berwudhu yang terletak di lantai dasar dan ruang sholat wanita yang harus melewati tangga melingkar sempit untuk sampai ke sana. Saya membayangkan wanita-wanita bertubuh besar tidak akan dapat mencapai tempat sholat. Saya hampir terjatuh saat menuruninya. Tempat sholat wanita kira-kira cukup untuk sebaris saja, memanjang mengikuti kontur dinding atas. Terdapat space khusus yang disiapkan untuk para pengunjung.

Hari itu tak ada yang sholat kecuali saya dan seorang bapak berkulit hitam. Ada dua orang wanita asing berkerudung naik ke ruang sholat wanita, tetapi hanya sekedar melihat-lihat.

Seandainya tidak terburu-buru harus pergi ke KBRI, barangkali saya ingin lebih lama tertelungkup menangis di karpet masjid sebab tiba-tiba saja saya ingat bapak.

Masjid yang  alm.bapak, mamak selalu datangi setiap subuh dan maghrib di dekat rumah kami tidak megah dan seindah Masjid di Yoyogi, tetapi setiap memasukinya maka selalu saja hati menjadi tentram. Sekalipun kecil, masjid Al-Muhajirin tak pernah kurang dari 3 shaf laki-laki dan 3 shaf wanita. Sayangnya hanya orang-orang lanjut usia yang memenuhi shaf itu.

Masjid-masjid selalu saja menentramkan, di manapun dia berada bahkan sekecil dan sesederhana apapun dia.

Iklan
  1. subhanallah……..
    kemanapun kaki melangkah, mesjid adalah persinggahan yang selalu dicari….

  2. Masjid itu…..

    Menentramkan dan menyenangkan hati Ya Bu… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: