murniramli

Pecandu Ramadhan

In Islamologi, Renungan on Agustus 21, 2009 at 1:29 pm

Setahun yang lalu, saya telah diberi kekuatan untuk menuliskan renungan-renungan untuk mengingatkan saya pribadi dan para pembaca tentang sesuatu yang terkadang luput. Baru saja saya membaca kembali tulisan-tulisan tersebut, dan terbayang kembali hari-hari sulit dan menyenangkan saat menuliskannya.

Kumpulan tulisan tersebut sengaja saya masukkan dalam kategori renungan dan islamologi, agar gampang mencarinya. Ya, sesekali saya perlu membaca dan belajar dari tulisan yang saya buat sendiri.

Bulan Ramadhan di Jepang tahun ini bertepatan dengan musim panas yang panjang siangnya  dan pendek malamnya. Subuh pukul 3.45 pagi, artinya kami harus makan sahur jam 3. Saya kemungkinan akan makan sahur jam 1 dini hari, sebab biasanya saya baru sampai di rumah jam 00.30. Atau kalau sedang menulis, biasanya saya tunggu waktu subuh, kemudian baru tidur. Dan bedug maghrib baru bertalu pukul 18.33. Panjang memang !

Menjelang ramadhan dulu, mamak saya sering belanja banyak karena harga-harga kadang-kadang melonjak di bulan itu. Tapi anehnya, sekalipun telah belanja banyak, mamak masih tetap ke pasar tiap hari. Kadang-kadang saya tidak mengerti ini, tapi beberapa kali menemani beliau ke pasar dulu menyadarkan saya, bahwa bagi sebagian ibu, pasar adalah tempat yang paling mengasyikkan dan penuh dinamika. Seperti ada magnet yang menarik mamak untuk mendatangi si mbok anu, sekedar untuk menyapa. Pasar di bulan ramadhan semakin ramai di sore hari. Nikmatnya menahan lapar sambil melihat-lihat makanan berbuka 😀

Persiapan memasuki ramadhan yang utama sebenarnya bukan makanan, tetapi jiwa. Bagi saya, ramadhan adalah masa latihan untuk menjadi “orang baik”, masa berperang melawan nafsu leha-leha, masa bertempur melawan nafsu makan, melawan belahan hati hitam yang semakin giat mempengaruhi.

Saya termasuk orang yang punya ketergantungan/kecanduan berat dengan ramadhan.

Ketergantungan pertama, aroma ramadhan selalu saja meniupkan semangat untuk membaca Al-Quran. Kadang-kadang saya heran, mengapa niat mengkhatamkan Quran baru ada pada bulan ramadhan. Tampaknya bagi saya yang lemah iman, seandainya tidak ada ramadhan barangkali susah untuk mengkhatamkan Quran. Membaca Al-Quran kadang-kadang menjadi melelahkan saat saya mencoba hanya untuk mengejar khatam dan bacaan selesai satu juz seharinya. Tetapi dia menjadi sangat mengasyikkan tatkala saya membacanya sambil mengartikan dan memahami maknanya. Pantas saja orang-orang yang mengerti bahasa Arab sangat menikmati bacaan Al-Quran.

Ketergantungan kedua,  ramadhan memaksa saya untuk lebih banyak mencium sajadah. Entah karena pahala yang dilipatgandakan atau karena iblis yang dibelenggu, yang pasti dengan senang saya biasanya melengkapi sunnah muakkad dan ghair muakkad.

Ketergantungan ketiga, ramadhan melunakkan hati saya untuk lebih banyak memberi. Memberi itu menjadi obat mujarab ketenangan hidup. Pantas saja banyak orang menghitung zakatnya di bulan suci ini.

Ketergantungan keempat, ramadhan menjernihkan pikiran saya sehingga lancar menulis.Barangkali ada kaitannya antara perut kosong dengan konsentrasi pikir, atau hati bersih dengan konsentrasi pikir. Ya, pastilah ada. Semestinya banyak karya-karya agung yang lahir selama orang berpuasa.

Ketergantungan lainnya masih banyak. Karena sudah sangat addicted, saya ibaratnya orang yang tidak bisa melewati tahun tanpa ada ramadhan.

Selamat berpuasa, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga kita tetap menjadi pecandu ramadhan !

Semoga Allah menguatkan kita untuk beramal di bulan baik ini. Amin

Iklan
  1. Dan saya salah sau pencandu tulisanmu Ramadhan tahun lalu, Bu Murni… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: