murniramli

Menyalahkan setan

In Islamologi, Renungan on Agustus 27, 2009 at 8:07 am

Judulnya seram sedikit. Saya dan anda barangkali pernah mengumpat kepada setan yang berhasil dengan sukses menggoda kita sehingga perbuatan buruk terkerjakan oleh tangan, pikiran, dan hati kita.

Ya, untuk perkara-perkara yang buruk, manusia kadang-kadang tidak mau disalahkan. Setiap orang dilengkapi dengan sifat mempertahankan diri, maka jikalau dia disalahkan, nalurinya akan bekerja untuk membela diri.

Kata setan, jangan salahkan aku. Sebab aku menyerumu untuk berbuat buruk dan engkau mengikutinya. Cercalah dirimu sendiri.

Mari kita lihat pembelaan setan dalam QS Ibrahim : 22

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأَمْرُ إِنَّ اللّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلاَ تَلُومُونِي وَلُومُواْ أَنفُسَكُم مَّا أَنَاْ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

wa qaala (dan berkata) asysyaithanu (setan) lamma qudiya (tatkala diselesaikan) al-amru (perkara hisab) inna llaaha (sesungguhnya Allah) wa adakum (telah menjanjikan kepadamu) wa’dalhaqqi (janji yang benar) wawa’adtukum (dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian) faakhlaftukum (tetapi aku menyalahinya) wa maa kaana lii (dan tidak ada bagiku) alaikum (atas kalian) min sulthaan (kekuasaan) illaa (kecuali) an da’awtukum (menyeru kalian) fastajabtum lii (lalu kalian mengikutiku). falaa (maka janganlah) taluumuunii (maka janganlah kamu mencerca aku) waluumuu anfusakum (dan cercalah dirimu sendiri) maa ana (tidaklah aku) bimushrikhikum (dapat menjadi penolongmu) wa maa antum (dan tidaklah kalian) bimushrikhiyy (dapat menjadi penolongku). anni kafartu (sesungguhnya aku tidak dapat membenarkan) bimaa asyraktumuuni (terhadap perbuatanmu mempersekutukan aku dengan Allah) min qablu (sejak dulu) inna dzdzaalimiina (sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim) ‘azaabun ‘aliim (azab yang pedih)

Bahwa Allah telah menciptakan setan sebagai penggoda manusia semata-mata dengan tujuan untuk menguji keimanan hamba. Ini adalah salah satu teknik menyeleksi orang yang berhak mendapatkan surga.

Bahwa setan menyadari tugasnya sebagai penggoda, dan dia juga menyadari tempat akhirnya adalah neraka.

Bahwa manusia sudah diberitahu sejak awal, ketika dia mengaku beriman, bahwa dia akan digoda oleh setan, maka hendaklah dia memperkuat imannya.

Menyedihkan sekali pada hari penghisaban, ketika masing-masing orang menerima kitabnya, lalu golongan yang menerima kitabnya dengan tangan kiri, kemudian memprotes pengadilan Allah, sebab dia melakukan kejahatan kala dia hidup karena digoda oleh setan.

Maka malunya si pemrotes saat Allah membangkitkan setan dan memberinya kesempatan untuk membela diri.

Karenanya, tidak ada untungnya menyalahkan setan saat tangan kita melakukan kejahatan. Yang perlu dilakukan adalah segera bersujud memohon ampunanNya dan memperbanyak amalan agar timbangan amal baik lebih menggunung daripada timbangan amal buruk.

Renungan hari keenam….

  1. Tulisannya bagus, nambah ilmu saya yang masih dangkal ini

  2. saya fan nya loh klo ga baca rasa na gimana , hehe bacaan nya akhir2 byk jadi semangat.

  3. @Azzahra : terima kasih sdh berkunjung, dan alhamdulillah jk bermanfaat.
    @Raka : seperti tahun lalu, selama ramadhan sy akan menulis renungan saja. jadi semoga bisa diambil hikmahnya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: