murniramli

Archive for September, 2009|Monthly archive page

Mengajarkan kecintaan pada makanan tradisional di Jepang

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on September 27, 2009 at 5:23 am

Seperti biasa, kalau sedang tidak mood dengan masakan sendiri, saya biasanya (atau lebih sering) membeli makanan jadi di supermarket dekat rumah. Akhir-akhir ini sudah banyak makanan musim gugur yang dijual, dan hiasan-hiasan daun momiji (maple) diletakkan untuk mempercantik etalase penjualan. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Golden Week, Silver Week

In Serba-Serbi Jepang on September 25, 2009 at 10:33 am

Ada-ada saja cara pemerintah Jepang mengatur agar warganya bisa menikmati masa liburan bersama keluarga. Istilah golden week sudah lama dikenal, yaitu libur seminggu pada bulan April dan Mei, yang dalam bahasa Jepangnya disebut Oogata renkyuu (大型連休). Baca entri selengkapnya »

Hilangnya Qiyamul Lail = Perginya Ramadhan

In Islamologi, Renungan on September 20, 2009 at 12:38 pm

Hari Ahad, 19 Sept untuk buka puasa bersama terakhir di bulan ramdhan, saya ke masjid. Seperti biasa, makanan mengenyangkan tersaji untuk para tamu yang datang ke rumah Allah. Baca entri selengkapnya »

Celakanya mulut adalah bicara

In Islamologi, Renungan on September 18, 2009 at 8:07 am

Mulutmu adalah harimaumu, demikian pepatah Arab.

Menceritakan ibadah yang dikerjakan akan menghilangkan pahala dari ibadah itu, sebab jatuhnya akan mendekati riya. Kalimat itu terngiang-ngiang kembali. Saya sepertinya perlu menuliskannya besar-besar di dinding kamar saya, di meja belajar, di buku harian, atau di layar komputer. Sebab saya selalu lupa. Baca entri selengkapnya »

I’tikaf dan Bantuan Allah

In Islamologi, Renungan on September 17, 2009 at 8:12 am

Selama melaksanakan ramadhan di Jepang, hampir bisa dihitung dengan jari saya bisa beri’tikaf. Sedih sekali jika membayangkan bahwa urusan dunia telah mengalahkan urusan akhirat saya.

Tadi malam baru sekali saya berkesempatan untuk beri’tikaf di masjid kami. Saya dan 2 teman Indonesia, juga muslimah dari Mesir ditambah dengan balita yang ramai bercanda dan bermain menikmati kekhusyuan ibadah. Baca entri selengkapnya »

Buka Puasa Bersama

In Islamologi, Renungan on September 16, 2009 at 6:22 am

Selama bulan ramadhan, hari-hari saya dipenuhi undangan berbuka puasa bersama. Hampir semuanya saya penuhi, kecuali sebagian yang tidak bisa karena saya masih mengajar sampai jam 8 malam, dan tempatnya agak jauh, sehingga baru sampai di rumah jam 9 malam. Baca entri selengkapnya »

Menjaga Lisan

In Islamologi, Renungan on September 15, 2009 at 3:02 pm

“Busyet, cepat sekali makannya !” begitu kata teman saya mengomentari. Tidak ada yang salah dalam komentarnya, jika yang dikomentari tak merasa tersinggung. Baca entri selengkapnya »

Lapangnya masjid kami

In Islamologi, Renungan on September 15, 2009 at 2:48 pm

Di kota Nagoya hanya ada satu masjid yang mampu menampung sekitar 300 orang jamaah. Masjid itu yang selalu saya kunjungi jika ramadhan tiba, atau kalau tiba-tiba saja saya rindu masjid. Jaraknya sekitar 30 menit dari kampus kami dengan kereta bawah tanah. Baca entri selengkapnya »

Dosa

In Islamologi, Renungan on September 15, 2009 at 2:23 pm

Kapan kira-kira terakhir kita teringat akan dosa yang kita perbuat ? Barangkali selama bulan ramadhan ingatan akan dosa lebih sering datang.

Saya pun demikian. Kalau dihitung maka dosa saya tak akan terjangkau digit di kalkulator. Saya pun tak tahu kalkulasi berapa doa yang dihapuskan Allah karena amalan kebaikan yang saya kerjakan, dan berapa dosa yang masih menyisa. Bahkan siapa pun tak tahu hal ini. Baca entri selengkapnya »

Bohong dan Tidak mau kalah

In Islamologi, Renungan on September 13, 2009 at 7:35 am

Badan saya lebih besar daripada kakak saya sedari kecil dulu. Dan walaupun dia lebih tua, saya tak pernah mau kalah dari kakak. Kata mamak saya sering mengajak kakak bertinju di atas tempat tidur dulu, sampai ranjang besi kami roboh 😀  Kenakalan masa kanak ! Baca entri selengkapnya »