murniramli

Kehidupan dunia

In Islamologi, Renungan on September 3, 2009 at 10:37 am

Seperti apakah kehidupan dunia ?

Di dalam Al-Quran banyak sekali dimunculkan uraian dan perumpamaan kehidupan dunia. Hari ini saya membaca salah satu di antaranya yang termuat dalam QS Al-Kahfi : 45.

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاء فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا

wadhrib lahum matsalaa (Dan berilah perumpamaan kepada mereka/manusia), al hayaati addunya (kehidupan dunia) kamaain (adalah seperti air hujan) anzalnaahu (yang Kami turunkan) minassamaai (dari langit), fakhtalatho bihii (maka menjadi subur karenanya) nabaatul ardhi (tumbuh-tumbuhan di muka bumi), fa ashbaha hasyiiman (kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering) tadzruuhu arriyaahu (yang di terbangkan oleh angin). Wakaanallaahu (Dan adalah Allah) alaa kulli syain qadiir (Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Allah menggambarkan kehidupan dunia semula sebagai sebuah kebahagiaan. Dia seperti air yang diturunkan dari langit. Selalunya hujan digambarkan sebagai rahmat dan keberkahan yang dilimpahkan Allah kepada manusia, yang dari aliran air itulah bersemi biji-bijian menghasilkan hamparan luas tetumbuhan hijau yang menyegarkan mata. Darinya manusia menikmati akar, batang, daun, buah hingga biji-bijinya sebagai pengobat rasa lapar dan haus. Maka demikian pula kehidupan dunia, mulanya adalah sebuah kesenangan. Tetapi kesenangan itu tidak berlangsung abadi. Tetumbuhan sebagaimana halnya makhluk yang hidup lainnya harus melewati siklus kering lalu mati, mengikuti kodratnya yang sudah digariskan Allah. Demikian pula kehidupan dunia. Ada masa senangnya maka ada pula masa susahnya, hingga akhirnya nanti.

Mengetahui hal itu kita sebenarnya hanya perlu dua hal untuk menikmati kehidupan dunia ini, yaitu bekal untuk menerima masa senangnya dan bekal/persiapan ketika dihantam masa penderitaannya. Bekal itu kata Allah bukan harta dan keturunan, tetapi amalan shalih yang dilandasi ketakwaan.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

al-maalu (harta) wal banuuna  (dan anak-anak) ziinatul hayaatiddunya (adalah perhiasaan kehidupan dunia) wal baaqiyaatu ashhoolihaatu (tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih) khairun (adalah lebih baik) ‘inda rabbika (di sisi Rabbmu) tsawaaba (pahalanya) wa khairun amalaa (serta lebih baik untuk menjadi harapan) QS Al-Kahfi :46.

Kalau kehidupan dunia hanya dilewati tanpa merenunginya, maka hidup ini seperti berputarnya arah jarum jam yang begitu-begitu saja. Tetapi apabila kehidupan dunia direnungi setiap waktunya, maka sangatlah wajar jika kepala kita tersungkur bersujud mensyukuri nikmatNya yang sangat meruah, dan kebijakan menghiasi langkah kita.

Dunia adalah tempat menabung untuk menghadapi masa yang lebih berat nanti di padang masyar. Kalau demikian itu kita menganggap dunia,  maka jiwa ini akan senantiasa bersemangat mengerjakan amalan kebaikan.

Renungan hari ketigabelas….

  1. betul-betul renungan… makasih bu, masih di Jepang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: