murniramli

Cantik

In Islamologi, Renungan on September 7, 2009 at 4:47 am

Hari ini saya pergi mengajar di Sakurayama, dan seperti biasa melewati RS. Universitas Kota Nagoya yang lorongnya saya sangat sukai sebab ada semprotan air halus dari langit-langitnya, menimbulkan hawa sejuk. Pagi hari lorong rumah sakit biasanya dipenuhi oleh kakek nenek yang mungkin harus kontrol ke rumah sakit. Deretan taksi memanjang di tepi lorong, sebab banyak dari orang tua tersebut tak ditemani sesiapapun. Kala berjalan menuju stasiun, saya tersenyum melihat seorang nenek yang bergumam sendiri sambil memandangi wajahnya di balik sebuah cermin kecil berwarna merah. Sesekali dia membasahi bibirnya dan kembali mematut-matut diri sambil memperbaiki bentukan rambutnya. Umurnya saya taksir 70 tahunan.

Cantik! Siapa sih yang tidak mau dibilang cantik๐Ÿ˜€

Kalau naik kereta di Jepang, sesekali perhatikan priority seat, biasanya ada gadis-gadis belia dan wanita-wanita muda yang tak sempan berdandan dari rumah, mulai mematut diri sejak naik di stasiun pertama hingga sampai tujuan nanti. Saya bahkan pernah menyaksikan gadis yang berdandan sambil berdiri di tengah berdesak-desaknya penumpang๐Ÿ˜€

Kalau pergi mengajar ke stasiun Nagoya, ada sebuah lorong bawah tanah sepanjang Miyako dori yang dindingnyaย  sekaligus berfungsi sebagai cermin. Kadang-kadang gadis-gadis yang PD sengaja berdiri di sana, dan memastikan dandanannya sudah beres. Kalau saya, karena tidak se-PD mereka, biasanya hanya berjalan terus sambil melirik ke samping, untuk sekedar melihat penampilan saya seperti apa๐Ÿ˜€

Cantik itu pemberian Allah. Kalau boleh meminta, barangkali sewaktu lahir semua wanita minta dianugerahi wajah cantik. Sebagaimana anak yang selalunya menyenangkan pandangan orang tuanya, maka wajah yang cantik selalunya menyenangkan mata yang memandangnya, utamanya kaum pria, yang memang fitrahnya tertarik kepada lawan jenisnya.

Di bulan biasa, banyak sekali wanita cantik berseliweran. Apalagi di bulan puasa, rasa-rasanya lebih banyak wanita cantik yang bersileweran (atau ini hanya perasaan saya saja ya :Dย  ). Bagi lelaki muslim, maka makin kencanglah anjuran untuk menundukkan pandangan. Untunglah Allah menyuruh kita berpuasa.

Puasa menahan semua nafsu. Dia menahan keinginan kita untuk makan dan minum, dia menahan keinginan kita untuk berkata culas, dia mencegah kita untuk berbuat tak senonoh. Dan proses defense itu berlangsung secara reflek, yang didasari oleh keimanan kepadaNya. Berbahagialah orang-orang yang lolos.

Mengapa tak dilarang saja wanita itu untuk berdandan cantik ?Agar terbebas mata dari pandangan yang membawa pada kerendahan ?

Wanita adalah salah satu yang membuat laki-laki jatuh cinta, selain anak-anak, dan kekayaan. Maka ketentuan ini tak bisa ditolak. QS Al-Imron : 14.

ุฒููŠู‘ูู†ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุญูุจู‘ู ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽูˆูŽุงุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุก ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู†ูŽุงุทููŠุฑู ุงู„ู’ู…ูู‚ูŽู†ุทูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูˆู‘ูŽู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุซู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูŽุชูŽุงุนู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูู†ุฏูŽู‡ู ุญูุณู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุขุจู

zuyyina linnaasi (dijadikan indah untuk manusia) hubbu syahawaat (kecintaan kepada apa-apa yang diingininya) mina nisaai (yaitu, wanita), wal baniina (dan anak-anak), wal qanaathiri almuqanthoroti (dan harta benda yang banyak) min zhabi (berupa emas), wal fiddhoti (dan perak) wal khaili almusawwamati (kuda pilihan) wal an’aam (dan binatang ternak), wal harts (dan kebun2). Dzaalika (Hal itu) mataaul hayaati addunya (kesenangan hidup di dunia) wallaahu ‘indahuu (dan di sisi Allah) husnul maab (tempat kembali yang terbaik)

Yang dapat dilakukan adalah menahan diri agar tak berlebihan dari apa-apa yang menyenangkan mata.

Dan bagi kaum saya (para wanita) hendaklah menjaga kehormatan dengan tidak mempertontonkan keelokan yang dimilikinya kecuali kepada siapa yang berhak memandangnya.

Cantik memang relatif dari segi penilaian pandangan mata. Wanita-wanita di Afrika yang berkulit hitam barangkali tak cantik bagi orang-orang kulit putih, tapi bagi kaumnya dia cantik. Tapi, kecantikan dalam (inner beauty) sepertinya semuanya sepakat dalam satu definisi. Sekalipun susah menyatukannya, bisa dikatakan sebagai “baik hatinya”.

Rasulullah SAW menyampaikan tentang kecantikan batiniah tersebut.

โ€œDunia ini adalah perhiasan/kesenangan, dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.โ€

(HR. Muslim,Nasaโ€™i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Saya dan barangkali wanita yang tidak dianugerahi wajah cantik, hanya punya satu pilihan agar terkategorikan sebagai sebaik-baik perhiasan dunia, yaitu berusaha menjadi wanita yang shalihah.

Renungan hari keenambelas….


  1. lebih baik cantik didalam dr pada di luar ya kan sensei๐Ÿ˜€

  2. Kecantikan dan ketampanan, seperti harta lainnya, adalah anugerah, sekaligus ujian dan fitnah bagi manusia. Baca tulisan di sini

  3. alhamdulillaah… yang penting masih diberi kesehatan dan kesadaran bahwa ada yang lebih penting daripada kecantikan luar saja. Salam kenal…

  4. “Di bulan biasa, banyak sekali wanita cantik berseliweran. Apalagi di bulan puasa, rasa-rasanya lebih banyak wanita cantik yang bersileweran (atau ini hanya perasaan saya saja ya :D”

    ko bisa? hehe,,
    mungkin karena puasa, pikiran jadi lebih banyak tersita untuk merhatiin lingkungan sekitar dibandingkan mikirin menu makan siang nanti apa ya, hehehe

    oia, baik cantik dalam maupun cantik luar perlu usaha.
    klo cantik dalam bisa dengan banyak baca, banyak bergaul,dll.
    cantik luar dengan perawatan *meski saya termasuk aga’males,,*
    smoga saya bisa jadi 1 paket combo, ya baik akhlaknya ya baik rupanya, amiin ;p

  5. kliweran di mana aja mbak? Kalau kliweran ke masjid atau mushallah karena berangkat shalat jama’ah atau tadarrus, yo ora po…po. Tapi kalau kleleran di tempat yang tidak sepantasnya dengan tujuan yang tidak spantasnya, yo eman….eman…mbak.

  6. @Ari : setujuuuu
    @hakimaza: maturnuwun
    @Mamaray : Salam kenal, Mbak
    @Sri : Amin
    @Rafa : Keliweran saya hanya kampus dan tempat kerja. Slm ramadhan,t4 kliwerannya nambah ke masjid yg kebetulan mengadakan buka puasa bersama antar bangsa setiap hr Ahad, sayang tdk ada musholla di sini.Dan tentu saja, nyambangi keluarga2 yg mengundang buka puasa yg merupakan kebahagiaan sendiri bagi kami di bulan ini, plus nyari teman u tarawih berjamaah yg agak langka juga di Jepang.Mudah2an langkah kaki saya dihitung sebagai amalan berlipat di bulan suci ini.Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: