murniramli

Awan

In Islamologi, Renungan on September 9, 2009 at 8:42 am

Hari ini sejak pagi angin bertiup agak kencang di Nagoya. Ini pasti efek taifun no.12 yang lewat di sepanjang kepulauan Jepang. Saya yang biasanya tak hentinya menyalakan AC di ruang belajar, hari ini membuka lebar jendela dan menikmati angin yang semilir.

Saya suka sekali memperhatikan langit, entah di malam hari, pagi, sore atau siang hari. Wajah langit selalu berubah, kadang-kadang cantik dan kadang-kadang pula menyeramkan. Kesukaan memandang langit barangkali karena pengajaran bapak atau paman-paman di kampung. Keluarga saya dari garis ibu kebanyakan adalah nelayan, dan kami sekeluarga adalah penikmat segala jenis ikan atau bahkan tetumbuhan, hewan apapun yang keluar dari laut, bagi kami nikmat semua (asalkan tak beracun).

Sebagian besar keluarga ibu adalah nelayan-nelayan tangguh yang menghabiskan malam harinya di perairan Laut Bone untuk menjaring ikan-ikan lezat pemberian Allah.

Lalu apa hubungannya langit dan para nelayan itu ?

Setiap kali hendak keluar rumah, orang-orang dulu yang tidak mempunyai radio, surat kabar apalagi TV untuk menengok prakiraan cuaca, selalu menengok langit, bertanya tentang cuaca hari ini. Ketika langit membiru maka alamat hari ini akan cerah. Ketika langit agak hitam, maka pertanda hujan. Demikian pula kakek nenek saya. Mereka mengandalkan kumpulan dan bentuk awan di langit.

Hari ini tanggal 9 September, bertepatan dengan 19 ramadhan atau hampir separuh bulan. Kalau malam hari kita tengok langit maka akan terlihat bulan yang agak gepeng, tidak lagi purnama. Pada saat malam hari bulan memancar dengan sempurnanya, itulah saat gravitasinya terbesar, sehingga menarik semua makhluk yang ada di dasar sana untuk naik. Makanya para nelayan memilih melaut pada bulan purnama karena panenan melimpah.

Dan coba perhatikan langit hari ini. Dari jendela ruang 325 yang saya buka lebar-lebar terlihat bentuk awan yang bersisik-sisik (saya sudah lupa nama-nama bentuk awan), seakan rombongan ikan yang memanjang.Pada akhir bulan nanti, awan pasti akan berubah bentuk lagi.

Alam menceritakan banyak hal kepada manusia. Sebagaimana Allah telah menyampaikan hal itu di dalam banyak ayat Al-Quran.

نَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS Al-Baqarah : 164)

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاء مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاء وَيَصْرِفُهُ عَن مَّن يَشَاء يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ

Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan (QS An-Nuur:43).

Ayat-ayat tentang alam selalu saja disusun dengan kalimat yang begitu indah. Membuat hati yang keras ketika membacanya menjadi tertunduk, dan hati yang sudah tunduk menjadi bertambah iman.

Banyak hal yang diajarkan alam. Tetapi di sekolah-sekolah anak-anak tidak lagi diajari mengenal alamnya secara langsung, mereka bahkan menghafalkan bentuk awan dari gambar dalam buku pelajaran. Sama seperti yang saya pelajari dulu.

Tapi syukurku karena bapak dan paman-pamanku masih mau membagi ilmu kearifannya tentang alam kepada kami.

Renungan hari kesembilanbelas…..

  1. ade saya juga seorang pelaut😀

  2. adik saya juga seorang pelaut🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: