murniramli

Bohong dan Tidak mau kalah

In Islamologi, Renungan on September 13, 2009 at 7:35 am

Badan saya lebih besar daripada kakak saya sedari kecil dulu. Dan walaupun dia lebih tua, saya tak pernah mau kalah dari kakak. Kata mamak saya sering mengajak kakak bertinju di atas tempat tidur dulu, sampai ranjang besi kami roboh ๐Ÿ˜€ย  Kenakalan masa kanak !

Kita sering menjumpai anak-anak yang sulit menerima kekalahan, atau sulit mengatakan tidak tahu. Di antara murid-murid saya di sekolah bhinneka, ada yang seperti itu. Dia lebih memilih berbohong untuk memenangkan diri ketimbang ketahuan tidak bisa menjawab.

Menyadarkan anak-anak untuk selalu berkata jujur dan tidak sombong bukan pekerjaan yang gampang. Biasanya sifat sombong dipelajarinya dari lingkungannya, dan sifat tak mau kalah muncul karena dia tak pernah merasa dilarang atau ditegur untuk masalah itu.

Contohnya begini : anak-anak ditanya : ada yang pernah pergi ke masjid ?Anak-anak yang benar-benar jujur dan memang tidak pernah diajak orangtuanya ke masjid akan menggeleng, tapi anak-anak yang berusaha untuk memamerkan keunggulannya (dan memang sebenarnya dia belum pernah) berteriak : saya sudah. Kebohongannya terungkap ketika kita mulai menanyainya lebih lanjut : masjidnya di mana ? bentuknya bagaimana? di sana kamu ngapain ? dll

Saya tidak tahu pikiran anak-anak atau lebih tepatnya saya lupa pikiran masa kanak saya dulu, mengapa sampai saya berbohong untuk membela diri dan tidak mau mengalah? Barangkali karena kalah sangat membuat malu, atau karena berbohong tidak menyakitkan badan ?

Barangkali saya perlu menanyai murid2 saya mengapa mereka bohong ? ๐Ÿ˜€

Bohong menjadi ketakutan bagi orang dewasa, tetapi bagi anak-anak, jika orangtuanya tak pernah mengancamnya, maka dia tidak akan merasa takut dengan perbuatan itu. Dengan berbohong, anak-anak berusaha tampak perkasa, menang, dan tak lemah. Tetapi tak mau menerima kekalahan menyebabkan rasa bangga yang sesaat saja. Selanjutnya kita akan mengakui keunggulan lawan yang memang teruji.

Bohong di dalam Islam hanya diperkenankan kepada suami yang memuji istrinya, prajurit yang menyembunyikan fakta pasukannya dalam keadaan perang, dan untuk mendamaikan orangย  yang bertengkar.

“Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara, yakni: perang, mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya”.

Mengatakan sesuatu yang sebenarnya kita tak ada pengetahuan atasnya membuat kita harus menciptakan kebohongan baru.

ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู‚ู’ูู ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุนูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุคูŽุงุฏูŽ ูƒูู„ู‘ู ุฃููˆู„ู€ุฆููƒูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูŽุณู’ุคููˆู„ุงู‹
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS. 17:36)

ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู† ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. 50:18)

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam telah bersabda, “Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah ia menyiapkan bangkunya di neraka”. (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah bersabda, โ€œJauhkan lah oleh kalian perbuatan dusta, maka sesungguhnya dusta itu menunjukkan/mengantarkan ke jalan kemaksiatan dan sesungguhnya kemaksiatan itu menyeret ke dalam neraka.” (Muttafaq’alaih)

Kata Nabi SAW : โ€Seseorang terbiasa berbohong hingga ia dicatat sebagai pendusta (kadzdzaab)โ€.

Demikianlah, mari memerangi dan menjauhi kebohongan….

Renungan hari keduapuluh dua….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: