murniramli

Lapangnya masjid kami

In Islamologi, Renungan on September 15, 2009 at 2:48 pm

Di kota Nagoya hanya ada satu masjid yang mampu menampung sekitar 300 orang jamaah. Masjid itu yang selalu saya kunjungi jika ramadhan tiba, atau kalau tiba-tiba saja saya rindu masjid. Jaraknya sekitar 30 menit dari kampus kami dengan kereta bawah tanah.

Masjid Honjin terbagi menjadi 3 lantai : lantai dasar dipakai untuk kantor, lantai 2 untuk jamaah wanita, dan lantai 3 untuk jamaah laki-laki. Waktu sholat Jumat tiba, tempat sholat wanita pun dialihfungsikan untuk jamaah laki-laki.

Ruangan untuk jamaah wanita tidaklah luas. Jika dibuat barisan, maka hanya akan terbentuk 6 shaf yang masing-masingnya bisa berjajar 10-15 wanita dewasa.

Jika acara buka puasa bersama antarnegara tiba, maka makin sesaklah masjid kami. Teman saya selalu menggambarkan ruangan yang kami pergunakan bak gerbong kereta jabotabek, tapi saya selalu saja menganggap ketika kami berbondong-bondong datang, masjid seakan tertawa gembira, dan dia membuat dindingnya melentur sehingga dapat memuat kami.

Ya, kelapangan masjid adalah kelapangan hati para pengunjungnya. Jika kita tidak mendahulukan keperluan diri sendiri, dan bersedia berbagi dengan saudara-saudara seiman, maka sesempit apapun masjid, dia tetap menjadi sangat lapang.

Kerelaan untuk berbagi dan berlapang jiwa ini yang mungkin mulai hilang dari kaum muslimin, sehingga kita selalu merasa sumpek hati, dan yang muncul adalah mudahnya kita diadu domba.

Ketika berdiri sholat, maka janganlah merenggangkan tekukan lengan, janganlah melebarkan pijakan kaki. Dan ketika duduk tasyahhud akhir, usahakanlah untuk duduk sesempurna mungkin, tetapi jika tak dapat, maka Allah Maha Mengetahui. Jika kaki kita terduduki oleh saudara sebelah kita, maka tahanlah, niscaya Allah akan menahan penderitaan kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

yaa ayyuha lladziina aamanuu (Hai orang-orang yang beriman), idzaa qiila lakum (apabila dikatakan kepadamu): tafassahuu (“Berlapang-lapanglah) fil majaaliis (dalam majlis”), fafsahuu (maka lapangkanlah) yafsahillaahu (niscaya Allah akan memberi kelapangan) lakum (untukmu). wa idzaa qiila (Dan apabila dikatakan): insyuzuu (“Berdirilah kamu),fansyuzuu  (maka berdirilah), wa yarfa’i llaaha (niscaya Allah akan meninggikan) alladziina aamanuu (orang-orang yang beriman) minkum (diantaramu) walladziina (dan orang-orang yang) uutuul ‘ilma (diberi ilmu pengetahuan) darajaatin  (beberapa derajat). wallaahu (Dan Allah) bimaa ta’maluuna khabiir (Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) (QS. Mujaadilah :11)

Demikianlah, masjid kami terasa sangat lapang pada hari-hari kami memenuhinya…..

Ya, Allah cintakanlah kami kepada rumahMu….

Renungan hari keduapuluh empat…….

  1. Subhanalloh,betapa nikmatnya bulan ramadhan bersama saudara-saudara se aqidah dari berbagai negara,ditunggu kabar suasana lebarannya

  2. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. 2:197)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: