murniramli

Menjaga Lisan

In Islamologi, Renungan on September 15, 2009 at 3:02 pm

“Busyet, cepat sekali makannya !” begitu kata teman saya mengomentari. Tidak ada yang salah dalam komentarnya, jika yang dikomentari tak merasa tersinggung.

Kadang-kadang apa yang kita anggap sebagai sekedar ucapan, menjadi sangat menyakitkan bagi orang lain. Pujian kadang-kadang disangka ejekan oleh si pendengar. Boleh jadi karena suara yang memuji tidak terkesan memuji. Anjuran untuk menegakkan sholat bisa dianggap sebagai perintah menggurui. Demikian pula ajakan untuk ke masjid, bisa dianggap sebagai perendahan lawan bicara. Padahal tidak ada niat si pembicara.

Banyak orang yang diciptakan Allah dengan perasaan yang sangat halus. Sehingga apa yang keras diucapkan kepadanya dimasukkannya sebagai teguran atau amarah.

Tetapi banyak pula hamba yang diciptakan bertelinga tetapi tidak mendengar, sehingga nasehat apapun diresponnya dengan hanya melengos dan membuang muka.

Orang-orang dengan karakter berbeda seperti di atas menjadi tantangan bagi penyeru, untuk memiliki keahlian bicara.

Seperti kata pepatah, lidah tak bertulang, maka dia bebas bicara apa saja. Tetapi lidah akan bergerak dengan komando otak, dan otak yang disirami dengan keimanan akan mengatur agar lidah tak bicara sembarangan.

Tetapi itu tak mudah.

Karena ketidaksinkronan antara otak dan lisan, maka patutlah kita meminta kepadaNya agar diberi kelancaran dan kepekaan berbicara kepada sesama.

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.” (QS. Al Qalam: 10-11)

“Allahumma inni a’uudzubika min syarri sam’ii wa min syarri bashori wa min syarri lisaanii wa min syarri maniyyii.” (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kejahatan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, hatiku dan kejahatan maniku.)

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah dia berkata yang benar atau diam.

Renungan hari keduapuluh lima….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: