murniramli

Celakanya mulut adalah bicara

In Islamologi, Renungan on September 18, 2009 at 8:07 am

Mulutmu adalah harimaumu, demikian pepatah Arab.

Menceritakan ibadah yang dikerjakan akan menghilangkan pahala dari ibadah itu, sebab jatuhnya akan mendekati riya. Kalimat itu terngiang-ngiang kembali. Saya sepertinya perlu menuliskannya besar-besar di dinding kamar saya, di meja belajar, di buku harian, atau di layar komputer. Sebab saya selalu lupa.

Saya termasuk orang yang gemar bicara, dan karenanya saya tidak  bosan menulis. Kalau ditengok tulisan di blog ini banyak sekali ujub (kesombongan) yang muncul. Dan saya tak dapat mengingatnya lagi selain berucap istighfar.

Agaknya benar kata mahfuuzat bahwa :
Celakanya mulut adalah bicara, celakanya telinga adalah mendengar, dan celakanya mata adalah melihat.

Karena gemar sekali bicara/menulis, maka banyak sekali celah-celah ujub yang muncul dalam tulisan dan pembicaraan saya. Membedakan antara ujub dan tidak ujub bagi saya sungguh sulit,tetapi terkadang saya bisa merasainya.

Sayangnya hati saya tidak selalu bersih sehingga terkadang yang  ujub saya kira bukan ujub. Astaghfirullah al-adziim.

Berbicara tentang kebaikan orang lain adalah hal yang dipuji, tetapi bercerita tentang kebaikan/amalan diri sendiri lebih dekat pada sifat riya ketimbang upaya untuk menshare informasi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لاَّ يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. 2:264)

Benarlah kata orang-orang pandai, bahwa yang banyak berbicara biasanya sedikit mengamalkan. Saya takut sekali pada ingatan ini.

Dalam buku Ibn Al Arabi, Cahaya Hati ada untaian hadits qudsi seperti ini :

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada hari kiamat Allah akan menghukum semua makhluk dan semua makhluk tertekuk lutut. Pada hari itu orang yang pertama sekali akan dipanggil ialah orang yang mengerti Al-Quran, kedua orang yang mati fisabilillah dan ketiga ialah orang kaya. Allah akan bertanya kepada orang yang mengerti Al-Quran: “Bukankah Aku telah mengajar kepadamu apa yang Aku turunkan kepada utusan-Ku?. Orang itu menjawab: “Benar Ya Tuhanku. Aku telah mempelajarinya di waktu malam dan mengerjakannya di waktu siang.” Allah berfirman: “Dusta! Kamu hanya mahu digelar sebagai Qari dan Qariah, malaikat juga berkata demikian.” Datang orang kedua, lalu Allah bertanya: “Kenapa kamu terbunuh?.” Jawab orang itu: “Aku telah berperang untuk menegakkan agama-Mu.” Allah berfirman: “Dusta! Kamu hanya ingin disebut pahlawan yang gagah berani dan kamu telah mendapat gelaran tersebut, malaikat juga berkata demikian.”

Allahumma, jadikan hamba orang yang mampu menjaga lisan agar luput dari riya dan ujub.

Renungan hari keduapuluh delapan….

  1. semoga kita dilundungi dari ucapan kita ya mabk…
    dan semoga selanjutnya kita bisa mengendalikan ucapan kita baik tertulis maupun lisan… amin..
    saya setuju banget mbak murni bisa mengambil sikap seperti ini.
    tulisan ini juga bisa menyadarkan para pembaca dimanapun berada… wassalam… roli . Jambi. Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: