murniramli

Mahalnya Biaya Pendidikan dan Subsidi Pendidikan di Jepang

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang, SMA di Jepang, SMP Jepang, Taman Kanak-Kanak on Oktober 15, 2009 at 8:03 am

Anak-anak SD di Jepang selama ini sangat menikmati subsidi pendidikan dari pemerintah. Sejak tahun 2008 pemerintah  menetapkan bahwa keluarga yang memiliki anak yang akan masuk SD mendapatkan subsidi sebesar 36,000 yen per tahun. Subsidi itu tidak hanya untuk warga negara Jepang, tetapi termasuk orang asing yang tinggal di Jepang. Anak-anak yang dilahirkan pada tanggal 2 April 2002 sampai dengan anak yang dilahirkan tanggal 2 April 2005 berhak mendapatkan subsidi tersebut. Tetapi berita tadi pagi menyebutkan bahwa subsidi tersebut akan dihapus.

Biaya pendidikan boleh dikatakan tidak gratis di Jepang. Untuk SD dan SMP, SPP memang gratis, tetapi orang tua masih perlu mengeluarkan biaya baju sekolah dan perlengkapan sekolah, uang PTA (semacam kegiatan Orang Tua Guru), dan biaya makan siang yang separuhnya disubsidi pemerintah kota.

Sebenarnya berapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk mengirim anaknya ke sekolah ? Kementrian Pendidikan Jepang melakukan survey pada tahun 2006 dan hasilnya adalah sbb:

biaya

Sumber : MEXT, 子供の学習費調査平成18年

Biaya pendidikan (学習費)yang dimaksud oleh MEXT adalah biaya sekolah (学校教育費),makan siang (総食費),kegiatan di luar sekolah (学校外活動). Sedangkan yang termasuk dalam biaya sekolah adalah SPP (授業料), trip sekolah (修学旅行・遠足・見学費)、uang retribusi ( 学校納付金等)、uang buku dan praktek (図書・学用品・実習材料費等)、biaya ekstra kurikuler (教科外活動費)、biaya transportasi (通学関係費),dll.

Sedangkan biaya kegiatan di luar sekolah adalah biaya belajar di rumah (家庭内学習費), guru privat (家庭教師)、les privat (学習塾費)、ikut serta kegiatan di masyarakat seperti berkunjung ke kebun petani, ikut serta kegiatan budaya, olahraga, dll (体験・地域活動、芸術文化活動、スポーツレクリエーション活動、教養).

Subsidi pemerintah diterapkan pada biaya SPP, biaya operasional sekolah dan biaya makan siang yang hanya berlaku untuk SD saja.Adapun SMP dan SMA tergantung kebijakan masing-masing daerah.

Terlihat dalam tabel di atas bahwa biaya untuk pendidikan SD paling besar dibandingkan semua jenjang pendidikan. Lalu, pendidikan swasta di level TK dua kali lebih besar daripada TK negeri, SD swasta 4 kali lebih besar, SMP swasta 2.5 kali dan SMA swasta 2 kali lebih besar daripada sekolah negeri.

Bisa dibayangkan jika orang tua di Jepang tidak punya penghasilan tetap atau hanya bekerja part time saja dan dengan gaji minimal 130,000 yen per bulan yang sudah wajib kena pajak penghasilan akan pontang-panting membiayai pendidikan putra-putrinya. Belum lagi biaya asuransi kesehatan, pensiun dan segala macam biaya hidup yang lumayan tinggi apabila tinggal di perkotaan.

Pernah dilaporkan bahwa keluarga Jepang dianggap miskin jika berpenghasilan di bawah 250,000 yen per bulan. Saya termasuk orang miskin, dan para penerima beasiswa Monbusho baik program undergraduate maupun graduate adalah kelompok miskin.

Pada masa pemerintahan PM Aso, setiap kepala mendapatkan tunjangan sebesar 12,000 yen (bagi yang single) dan bertambah besar bagi keluarga yang memiliki anak. Sumbangan tersebut juga dikelompokkan dalam kategori seikastsu sien atau kosodate sien (bantuan hidup dan pendidikan anak). Sumbangan ini tidak hanya diterima oleh kelompok miskin, tetapi diterima secara merata oleh semua warga, termasuk dosen saya 😀

Pemerintahan PM Hatoyama tampaknya akan menghapus subsidi tersebut sebab ekonomi dan keuangan pemerintah sedang memburuk. Tidak hanya subsidi dalam bidang pendidikan yang akan dihapus, tetapi beberapa proyek mubazir seperti pembangunan waduk yang menelan biaya besar juga dihentikan.

 Kemungkinan akan semakin bertambah keluarga-keluarga Jepang yang tidak mengirim anaknya ke sekolah jika kebijakan subsidi pendidikan dihentikan. Barangkali perlu dipikirkan sistem subsidi yang lebih selektif dan tidak menghamburkan uang kepada semua warga.

Iklan
  1. mbak tolong referensinya bantuan pemerintah pada dunia pendidkan , dan implementasinya di lapangan , apa sesuai harapan ?

  2. @Pak Eko : Maksudnya di Jepang, Pak ?
    Atau di Indonesia ?
    Kalau di Indonesia saya sulit akses literaturnya, Pak.
    Sedangkan yang di Jepang, kebanyakan pake bahasa Jepang.

  3. Kata teman saya, kebijakan subsidi ini diberikan untuk menghidupkan ekonomi Jepang. Logikanya, dengan memberikan subsidi tersebut kepada mahasiswa asing (seperti saya) akan membuat perekonomian di sekitar tempat saya tinggal menjadi hidup.

    Menurut Ibu?

  4. Menurut teman saya, pemberian subsidi ini untuk menghidupkan perekonomian Jepang. Misalnya dengan memberikannya pada mahasiswa asing seperti saya, secara mekanisme pasar, akan membuat saya membelanjakannya di tempat saya tinggal.

    Bagaimana logika ini menurut ibu?

  5. @Pak Gilig : bisa diterima, Pak.
    Saya tdk tahu latar belakang ekonominya, tp dari segi pendidikan,
    jml mahasiswa asing menjadi salah satu indikator meng’internasional’nya sebuah lembaga pendidikan.
    Beasiswa diberikan kepada mahasiswa asing saya pikir punya banyak alasan selain alasan di atas:
    1. Politik balas budi masa penjajahan
    2. Perguruan Tinggi di beberapa negara jumlahnya banyak, tp kekurangan mahasiswa (co. Malaysia, Singapur, Australia dan New Zealand, Jepang mungkin termasuk)
    3. Pengembangan keilmuan dan penelitian —> target nobel 😀

  6. Ibu , saya sedang mencari bahan utk skripsi saya ,sya fakultas sastra jepang . .ingin mmbuat skripsi yg membahas ” mhalnya biaya pendidikan di jepang mengakibatkan masyarakat jepang takut untuk memiliki anak ”
    Sya mau tanya apa ibu ada referensi buku dan link yg bs saya baca agar di jadikan bahan yg ssuai pembahasan skripsi sya bu ? Mhon bantuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: