murniramli

Buku agenda, buku catatan, buku belanjaan

In Serba-Serbi Jepang on November 6, 2009 at 2:39 pm

Satu hal yang menarik bagi saya selama tinggal di Jepang adalah kegemaran orang Jepang untuk mencatat semua hal. Waktu pertama kali datang ke Jepang, saya membawa buku agenda dengan maksud untuk mencatat jadwal kuliah saya, tapi pada akhirnya buku tersebut tidak terpakai, karena jadwal kuliah saya sedikit dan saya bisa hafal luar kepala😀

Tetapi sejak saya mulai bekerja part time, sekitar 3 tahun yang lalu, saya mulai kebingungan mengingat skedul kerja yang memang tidak mungkin diingat (karena saya sudah tua). Karenanya saya mulai melirik buku-buku skedul/agenda yang lucu-lucu tapi dengan harga yang terjangkau.

Kebiasaan mencatat jadwal tidak hanya dilakukan oleh orang yang bekerja, tetapi anak-anak SD juga ketika mereka sudah bisa mengenal jam, menulis dan membaca, maka mulailah dibelikan buku agenda untuk mencatat jadwal hariannya, misalnya hari ini memberi makan hamster, besok pergi ke dokter gigi dll🙂

Buku agenda untuk anak-anak dan murid-murid SMP, SMA atau mahasiswa undergraduate warna dan disainnya unik-unik. Untuk yang punya jadwal kencan, bisanya kotak untuk hari Sabtu dan Minggu berwarna pink atau ada lambang hati-nya🙂

Saya pribadi tidak suka yang macam-macam. Lebih gemar pada hal yang simple, warna gelap dan yang penting ringan dan gampang ditulisi. Jadi sasaran saya biasanya agenda yang ada baris-baris per hari dan agak panjang. Semula saya beli yang kotak-kotak, tetapi belakangan saya mengerjakan macam-macam, sehingga kotak-kotak sudah tak memadai. Jadi, saya beralih ke bentuk memanjang. Yang terbaru saya beli buku agenda produksi Nagoya University, bentuknya kecil tapi saya suka karena space untuk menuliskan jadwal lumayan besar dan dilengkapi dengan jam. Kekurangannya hanya, saya mesti latihan menulis kecil-kecil karena agendanya kecil🙂

Tapi agenda saya kali ini unik sekali. Di bagian belakangnya memang hampir sama dengan agenda lain, ada peta Jepang dan rute kereta bawah tanah, lalu ada dasar pengukuran, model tahun di Jepang, kode wilayah daerah, nomor telepon penting, jadwal kuliah, kolom catatan, dan lain-lain. Satu hal yang menarik di bagian belakang ada pernyataan perdamaian Nagoya University. Saya belum baca isinya, tapi bla…bla…bla….peace-lah, ngga ada perang !🙂

Selain buku agenda, saya juga punya buku catatan kecil/notes yang bentuknya kayak buku sketsa kecil, bergaris dan berkotak-kotak seperti buku untuk latihan menulis indah di SD dulu. Sengaja saya pilih buku itu karena sampulnya keras, tidak mudah tertekuk, ringan dan mudah ditulisi. Buku itu saya perlukan kalau ada hal-hal menarik yang saya lihat di jalan, atau saya dengar saat berdiskusi, kata-kata aneh dan hasil wawancara.

Satu lagi, biasanya ibu-ibu di Jepang punya buku katei kakei (catatan belanja/pengeluaran keluarga). Bentuknya seperti buku kas. Ini juga disainnya unik-unik. Saya tidak pernah membeli buku kas ini sebab saya tidak teliti mencatat pengeluaran, dan rasa-rasanya saya menjadi pelit kalau selalu mencatat uang😦

Jadi begitulah, di dalam tas saya selalu ada dua buku kecil yang saya bawa kemanapun. Teman-teman sudah banyak yang memakai HP atau iphone untuk mencatat skedul, tapi saya tergolong sulit memasuki era pencet-memencet. Saya lebih suka coret mencoret🙂

  1. Jadi ingin lihat jepretan buku agendanya, bu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: