murniramli

Kartu Catatan lahir dan vaksinasi

In Serba-Serbi Jepang on November 6, 2009 at 1:32 pm

Untuk berangkat haji, salah satu yang dipersyaratkan adalah harus vaksinasi meningitis. Dalam rangka itu sebulan yang lalu saya dan seorang teman muslimah Jepang yang akan berangkat bersama mendatangi sebuah rumah sakit di kota Nagoya yang tahun ini bersedia menyediakan vaksin tersebut.

Saat hendak melakukan pendaftaran untuk divaksinasi, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab tentang riwayat penyakit dan vaksinasi yang pernah dialami. Teman saya mengeluarkan sebuah buku kecil mirip notes-notes yang suka saya pakai waktu SD dulu. Buku itu adalah buku catatan lahirnya. Di dalamnya ada keterangan bentuk gigi dan susunan gigi ibunya, serta susunan gigi teman saya saat umur 5 tahun kalau tidak salah. Lalu di halaman selanjutnya terdapat keterangan tentang vaksinasi yang pernah diperolehnya.

Saya iri, karena saya tidak punya catatan seperti itu selain sehari sebelumnya menelepon mamak dan menanyakan saya sudah disuntik apa saja waktu kecil. Tentu saja, saya pernah divaksinasi sebab di badan ada beberapa bekas suntikan yang bentuknya aneh-aneh 😦  Kata mamak saya pernah disuntik DPT, BCG dan tetanus. Tapi tetanusnya mesti disuntik lagi karena saya baru 5 kali sedangkan dalam pesan dokternya harus 6 kali. Hebat, mamak masih bisa ingat 🙂

Di ruang dokter, kami masuk bersama sebab para perawat ragu apakah saya bisa bahasa Jepang atau tidak. Dokternya ramah dan mulai menyuntik sambil bercerita kalau dulu dia pernah bekerja di rumah sakit di Indonesia untuk memvaksinasi anak-anak Indonesia. Dan dia yakin saya sudah pernah disuntik beberapa list vaksin yang dia sodorkan.

Ada beberapa macam vaksinasi tertera di situ, mulai dari Tetanus, DPT, Hepatitis A dan B, Japanese Encephalitis, Polio, Rabies, lalu ditambahkan meningitis dan influenza.

Kalau harganya murah saya mau saja disuntiki dengan semua vaksin, tapi karena mahal jadi saya tanya yang mana yang penting untuk pergi ke Saudi Arabia. Lalu disuntikkanlah vaksin DPT, meningitis dan influenza. Kebetulan dari hasil pemeriksaan darah, antibodi A saya lumayan bagus, jadi tidak perlu vaksinasi hepatitis A. Alhamdulillah.

Oya, sebelum disuntik vaksin biasanya sang dokter akan membacakan vaksin apa saja yang akan disuntikkan, apa kegunaannya, dan apa akibat/dampak yang akan muncul, misalnya badan agak demam, atau timbul bengkak, dan banyak lagi penjelasan yang benar-benar dibacakan oleh Pak dokter (bukan pasien disuruh baca). Lalu, terakhir dokter memastikan saya sudah paham atau belum, kalau sudah paham silahkan tanda tangan perjanjian bersedia disuntik.

Jadi, dua hari setelah suntik influenza, ketika ada bengkak sedikit di lengan saya bekas suntikan, saya tidak protes kepada dokter, karena sudah tahu itu akibat vaksinnya bekerja 🙂

Demikianlah, saya pikir perlu catatan lahir tidak sekedar berupa tanggal lahir, tempat lahir, nama ibu/bapak seperti akte kelahiran, tetapi yang lebih penting adalah catatan kondisi bayi saat lahir, dan mungkin lebih tepat disebut catatan sehat/catatan sakit yang dimiliki seseorang yang bisa menjadi acuan dokter di manapun.

Sayangnya catatan lahir yang dimiliki teman saya berbahasa Jepang, dan kosa katanya agak sulit dimengerti 😦

 

 

Iklan
  1. Ibu Murni,, salam kenal
    Yang saya tahu vaksin itu mengandung bahan yang berbahaya sebagai campurannya dan campuran babi atau kera sebagai mediatornya.
    Afwan… jika komentar saya merepotkan

  2. oh iya bu, maaf selanjutnya saya mau nanya, apakah selama di Jepang njenengan pernah ngalami mati lampu? karena teman-teman saya mulai sumatra sampai bali mengeluhkan seringnya pemadaman listrik oleh PLN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: