murniramli

Oleh-oleh haji

In Islamologi, Renungan on Desember 10, 2009 at 1:43 pm

Saya baru sempat belanja oleh-oleh ketika ibadah haji selesai dan kami berziarah ke Madinah. Maksud hati membeli banyak oleh-oleh khas yang biasa dibawa pulang jamaah haji seperti yang biasa saya temui di Indonesia, apa daya bagasi Cathay Pacific hanya 25 kilo.

Oleh-oleh wajib yang harus dibawa adalah air zam-zam. Di depan pondokan kami di Mekkah ditawarkan air zam-zam yang sudah dikemas sebanyak 10 liter seharga 20 riyal. Ingin membelinya, tetapi apa daya tak kuat membawanya. Maka jadilah air zam-zam yang saya bawa pulang tak lebih dari 5 liter.

Oleh-oleh kedua yang wajib dibawa adalah kurma. Kurma yang terlezat katanya adalah kurma Ajwah atau kurma Nabi. Harganya 60 riyal sekilo. Selain zam-zam, makanan yang terlezat di tanah haram menurut saya adalah kurma. Ketika berada di Mekkah, saya sempat membeli kurma segar yang masih mengkal di sebuah toko di dekat masjidil haram. Kurma segar rasanya enak sekali. Di Madinah, saya mencobai semua kurma dari harga termurah 10 riyal hingga 60 riyal. Masing-masing kurma punya rasa yang khas, dan saya tak bosan-bosan memakannya. Selain kurma, saya membeli juga kismis dan kacang arab, itupun karena mengikuti teman yang membeli hal serupa.

Selain kurma, saya tak bisa menahan diri membeli buku-buku. Karena suka dengan sejarah, maka saya membeli Sejarah Mekkah dan Sejarah Madinah.Lalu di sebuah toko buku, saya menemukan Atlas Al-Quran, yaitu sebuah buku yang menggambarkan peta tempat-tempat yang disebutkan dalam Al-Quran. Dalam kunjungan ke Jabal Uhud saya juga mendapatkan beberapa buku gratis, termasuk tafsir Al-Quran berbahasa Indonesia. Seandainya tak berfikir tentang bagasi, saya masih ingin membeli beberapa buku.

Suatu kali saya kebingungan mencarikan oleh-oleh untuk murid-murid saya di sekolah Bhinneka. Oleh-oleh yang agak ringan menurut teman adalah tasbih. Tapi anak-anak belum tahu untuk apa tasbih. Setiap kali menuju masjidil haram, saya selalu melewati seorang pedagang sajadah yang tampaknya bukan penduduk asli. Sajadahnya tidak banyak macamnya, tapi saya tertarik dengan sajadah kecilnya yang bergambar Mekkah dan Medinah.Pikir saya, memberikan murid-murid saya sajadah akan menyemangati mereka untuk selalu menegakkan sholat. Maka, di hari terakhir kami berada di Madinah saya beli sejumlah sajadah dengan harga yang dimurahkan oleh pedagangnya. Gembiranya bapak tua penjual sambil berkali-kali mengucapkan alhamdulillah.

Sebelum berangkat ke tanah suci kakak saya meminta untuk dibelikan mushaf. Dia saja yang meminta oleh-oleh khusus, maka saya telpon mamak ketika berada di Mina, menanyakan oleh2 apa yang beliau inginkan. Seperti biasa mamak tidak menginginkan apapun selain saya sehat dan kembali dengan selamat. Pun tak ada pesanan khusus dari adik-adik.

Oleh-oleh untuk keluarga baru terpikirkan saat menunaikan sholat isya terakhir di Masjid Nabawy. Dalam rintihan panjang doa, saya memohonkan agar Allah menjadikan Al-Quran sebagai kecintaan saya, kakak dan adik-adik saya. Saya mohonkan agar Allah menjadikan kami sebagai pembelanya dan memahamkan setiap ayat-ayatnya dalam kalbu kami.

Malam itu adalah perpisahan saya dengan Masjid Nabawy. Teman sudah mewanti-wanti bahwa kami harus naik bis di terminal hijrah jam 10 malam, sehingga paling tidak harus meninggalkan hotel di Madinah pukul 8 atau 9 malam. Saya memintanya pulang duluan dan bergegas mencari mushaf. Alhamdulillah saya mendapatkan sejumlah mushaf untuk kakak dan adik.

Semoga dengannya, Allah memahamkan kami dan menguatkan amalan Qurani kami.

  1. Alhamdulillah kawan, engkau sudah sampai di tanahNya. Semoga aku juga dipanggil olehNya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: