murniramli

Mengajak anak-anak mengkritisi pembangunan

In Pendidikan Jepang, SD di Jepang, Serba-Serbi Jepang on Desember 23, 2009 at 10:25 am

Setiap kali mengikuti kegiatan home stay saya selalu diajak mengunjungi beberapa museum atau taman oleh host family. Saya kira museum apa saja ada di Jepang dan di setiap kelurahan pasti ada taman bermain atau taman yang berfungsi sebagai tempat rekreasi sekaligus untuk belajar. Di antara museum dan taman tersebut ada yang hanya dikunjungi oleh kurang dari 5 orang pengunjung setiap harinya.Baru-baru ini Kabinet PM Hatoyama khususnya bagian perencanaan anggaran melakukan apa yang disebut 行政刷新会議の事業仕分け(baca : gyouseisasshinkaigi no jigyou shiwake) yang kira-kira artinya Penyortiran Kegiatan Pembangunan. Kegiatan ini dilakukan beberapa hari berturut-turut yang dipimpin oleh seorang politikus wanita anggota Partai Demokrat yang dalam kabinet Hatoyama menjadi anggota Sangiinkai (The House of Councillors), Murata Renhou.

Murata dan timnya memangkas semua anggaran yang dianggapnya kurnag fungsional, seperti pembangunan gedung wanita, pembangunan museum, pembangunan pusat pelatihan, dll. Seperti saya utarakan di atas, pemerintah daerah telah menghabiskan banyak dana untuk membangun fasilitas-fasilitas yang sebenarnya tidak termanfaatkan dengan baik oleh rakyat.

Fuji TV mempunyai acara unik yang meniru proses shiwake Murata dkk. Channel TV ini mengundang pemirsa bahkan di sebuah prefektur mengajak anak-anak untuk mencari taman-taman yang tidak berfungsi. Setelah dikumpulkan ternyata banyak sekali taman,gedung,museum yang minim pengunjung bahkan urgensinya tak diakui masyarakat.

Sebuah museum batu di Gifu yang dari jauh berbentuk seperti pesawat terbang hanya dikunjungi oleh 3 orang pengunjung dalam sepekan, padahal biaya masuknya hanya 300 yen. Ada lagi taman yang isinya adalah miniatur bangunan2 dari berbagai negara, yang juga tak terawat sehingga cat-cat miniatur gedungnya mengelupas. Kemudian ditemukan pula sebuah taman yang mencerminkan ciri-ciri khas kota dan tempat di Jepang, Taman Pulau (shima koen) misalnya daerah Aomori karena merupakan penghasil apel, maka digambarkan dengan bangku-bangku yang berbentuk apel.

Taman dan museum ini menelan biaya milyaran dan semuanya menjadi beban pemerintah daerah yang tentu saja sebagiannya diambilkan dari pajak masyarakat. Pihak TV juga menyelenggarakan survei tentang keberadaan museum atau taman, dan hampir semua mengatakan tidak perlu atau tidak berguna.

Adalah menarik ketika pihak TV mengundang anak-anak untuk berpartisipasi mengkritisi pembangunan di daerahnya walaupun hanya sebagai responden dalam survey perlu tidaknya sebuah fasilitas dibangun untuk mereka. Memang anak-anak akan mengatakan : tidak berguna, jika dia secara langsung tak menikmati fasilitas tersebut.Tetapi bentuk partisipasi tersebut adalah bentuk sederhana melatih empati anak terhadap lingkungan sekitarnya atau tentang daerahnya.

Namun saya melihat ada hal positif yang kemungkinan akan terjadi dengan disiarkannya beberapa tempat yang menurut masyarakat tidak bermanfaat. Kemungkinan akan terjadi penggusuran atau justru ini adalah bentuk promosi tempat bersangkutan. Anak-anak misalnya mulai tertarik mengenal tempat-tempat khas di Jepang yang ada di Taman Pulau, atau tertarik mendatangi museum batu dan kelak bercita-cita menjadi ahli bebatuan.

Lain di Jepang, lain pula di Hawai. Pagi ini disiarkan di Honolulu, sekolah-sekolah hanya dilangsungkan sampai hari Kamis, dengan alasan minimnya anggaran. Orang tua protes karena mereka bertambah repot untuk mengurusi anak-anak pada hari Jumat dan Sabtu. Tetapi pemerintah tidak bisa berbuat menopang gaji guru dan biaya operasional sekolah. Orang tua dan guru-guru kemudian mengajak anak-anak untuk berdemo, membawa spanduk yang bertuliskan keinginan mereka untuk tetap sekolah seminggu penuh. Ajakan berdemonstrasi juga termasuk bentuk melatih anak kritis terhadap kebijakan pemerintah🙂

Tetapi apakah ini baik, terutama dari kejiwaan anak ?
Anak-anak sebenarnya belum mengerti apa-apa, yang mereka pentingkan hanya agar bisa bermain bebas, bercanda dengan teman setiap hari….:-)

  1. Assalamualaikum
    Salam kenal….
    Ternyata di Jepang pun banyak bangunan yang kurang termanfaatkan.

  2. artikel yang menarik. anyway, mau nanya nih… Bagaimana pengaruh krisis ekonomi sekaligus pergantian PM jepang terhadap kebijakan pendidikan di Jepang ? Saya dengar dana untuk penelitian dan juga mombusho scholarship (??) akan di-cut habis-habisan. salam kenal sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: