murniramli

Pendidikan olahraga bukan sekadar untuk kebugaran

In Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Serba-Serbi Jepang, SMA, SMA di Jepang on Februari 20, 2010 at 11:37 am

Olympiade musim dingin di Vancouver, Canada sudah dimulai sejak 2 Februari dan akan berakhir 28 Februari. Sebagai warga dari negara yang tidak mengenal musim dingin, saya sebenarnya tidak tahu banyak tentang jenis-jenis olah raga musim dingin selain ski dan snowboard. Belakangan karena sering menonton acara siaran langsung dan siaran ulang Olympiade Vancouver di NHK, sedikit-sedikit saya mengetahui nama-namanya. 

Pada dasarnya, setiap orang suka menonton olah raga pada kompetisi akbar/dunia, termasuk saya, sebab si atlet tidak mempertaruhkan namanya saja, tetapi nama negaranya.Tetapi saya tidak berminat dengan beberapa jenis olah raga semacam balap kuda (yg menjadi olahraga taruhan terbesar di Jepang), balap mobil, atau tinju /smack down (karena kadang-kadang sampai berdarah2).

Saya sebenarnya tidak suka juga menonton marathon pada awalnya, apalagi menonton golf. Pertama karena marathon tidak ada seninya, cuma berlari saja :D  dan golf karena saya tidak tahu aturan mainnya.Tetapi karena kedua jenis olahraga tersebut boleh dikatakan adalah olahraga rakyat yang sering disorot di TV-TV Jepang, maka jadilah saya penggemar kedua olahraga tsb.

olahraga di Jepang adalah aktivitas yang melibatkan emosi dan selalu ditampilkan dengan pesan-pesan moril, misalnya tidak boleh putus asa, harus berusaha, tidak boleh menyerah dan kalau kalah harus minta maaf kepada pendukung sambil menangis :D  (menang juga menangis).

Sepulang dari kampus, lewat tengah malam biasanya TV-TV Jepang menampilkan berita yang selalu ada berita olahraganya. Dan seperti di Indonesia, di hari Sabtu dan Minggu, acara olah raga lebih banyak lagi. Olah raga yang populer di Jepang adalah baseball, sebab tim Jepang menjadi juara dunia tahun lalu, dan pemain-pemain kelas dunianya bertebaran di klub baseball Amerika.Kedua adalah sepak bola. Liga Jepang selalu banjir penonton. Ketiga adalah sumo, yang merupakan olaharaga tradisional paling ngetop. Ketiga figure ice skating, sebab pemain putri Jepang, Asada Mao menjadi juara dunia bebeberapa kali. Keempat, golf. Golf digemari karena hadiah uangnya yang bejibun dan lahirnya pemain-pemain muda belia seperti Ryu Ishikawa yang baru-baru ini dalam usia 17 tahun berhasil mengantongi penghasilan 1 oku yen (nolnya 7). Olahraga kelima yang digemari adalah marathon. Pertandingan marathon yang paling mengharu biru (penuh tangisan) adalah marathon antaruniversitas yang diadakan pada awal Januari setiap tahun. Kemudian, bola voli juga menjadi olahraga yang banyak ditonton. Belakangan ini bulutangkis, tenis dan voli pantai juga naik daun karena di bulutangkis dan voli pantai ada pemain cantiknya :D  Di tenis ada si Nishikori Kei yang terkenal dengan lompatan mautnya sambil smash dan ada pemain putri yang sudah berumur 37 tahun, Ito yang masih menang terus. Olahraga beregu kelihatannya lebih disukai penonton daripada olahraga perorangan.

Sewaktu oleimpiade Beijing 2008, negara saya yang berpenduduk sekitar 218 juta orang hanya mampu membawa 24 atlet (termasuk official) ke jenjang kompetisi olah raga dunia, dan sedihnya perolehan medalinya hanya sedikit.  Cina, negara dengan sumber daya manusia bejibun, sukses membina rakyatnya dengan tidak sekedar menjadi bugar tetapi mampu berprestasi. Dan Jepang yang hanya 1/5 luasnya dari Indonesia cukup sukses di pesta dunia tersebut.

Kelemahan kita ada di mana ? Bagi sebagian orang bahkan guru olah raga sendiri, pendidikan olahraga adalah sekedar pendidikan untuk kebugaran. Saya coba periksa dalam penjelasan pelaksanaan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Indonesia, dan memang benar adanya para guru tersebut: PenJasKes kita adalah pendidikan kebugaran. “Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota  masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak. Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional”

Dalam kurikulum SMP tahun 1975, ada dua jenis pendidikan keterampilan, yaitu pilihan terikat dan pilihan bebas. Saalah satu mapel yang ditawarkan dalam kelompok pilihan terikat adalah olaharaga prestasi. Saya tidak tahu apakah mapel ini juga dimasukkan sebagai salah satu mapel di SMA, sebab tidak ada penjelasan rinci dari buku yang saya baca (lih. Djoyonegoro, 1996, 50 Tahun Pembangunan Pendidikan Nasional, p.235). Saya pikir mapel ini sangat baik untuk membina bibit-bibit muda olahragawan di Indonesia.

Pernah saya tuliskan di blog ini bahwa olahragawan nasional di Jepang bukan lahir dari klub-klub, tetapi mereka lahir dari eskul di sekolah. Misalnya, setiap tahun klub-klub baseball nasional akan melakukan perekrutan pemain baru, yang kebanyakan mereka perebutkan dari para pemain yang mewakili klub SMA-nya. Kemampuan seorang siswa SMA dinilai dari kompetisi baseball yang diselenggarakan setiap musim panas.

Universitas swasta berkompetisi dengan universitas negeri melalui promosi prestasi olahraga. Adanya pemain-pemain dunia yang lahir dari pusat-pusat pelatihan universitas swasta merupakan daya tarik tersendiri untuk memancing siswa SMA yang tidak begitu suka belajar atau lemah dari segi akademik, tetapi mempunyai badan kekar, dan berniat menjadi pemain terkenal.

Orang tua di Jepang juga kelihatannya bersifat terbuka dan tidak lagi memaksa anak untuk harus kuliah di universitas negeri yang kebanyakan memang lebih mementingkan keilmuan.Waseda Univ., Toyo Univ., Kansai Univ., Chukyou Univ., adalah beberapa contoh universitas yang mempunyai pembinaan olahraga prestasi yang sangat baik. Universitas-universitas ini selalu diminati oleh siswa-siswa yang unggul dalam bidang olahraga.

Jadi, barangkali sudah saatnya Indonesia mengembangkan kurikulum yang lebih mampu mewadahi minat dan bakat siswa. Janganlah dibuat kurikulum yang hanya condong pada pengembangan akademik saja, tetapi untuk menjadi seperti Jepang misalnya, yang mampu melahirkan atlet-atlet baru, sudah saatnya pendidikan olahraga di sekolah-sekolah diubah dari sekadar pendidikan jasmani/kebugaran menjadi pendidikan olahraga prestasi.

  1. sayang… terkadang males untuk menyisihkan waktu berolahraga. kenapa ya?

  2. Kunjungan perdana
    olahraga bagus untuk tubuh kita..tapi kenapa males yaa seperti saya…!!!

  3. Aq suka banget olahraga memang klu dipikir2 di indonesia kebanyakan akademik aja pa lagi waktu unas untuk sma dipercepat

  4. Mohon tampilkan lagi cerita lebih banyak, perkembangan olahraga di jepang dan konsep pendidikan jasmani di jepang sehingga jepang bisa maju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: